elsa lukmana

Kota yang Tak Lagi Sejuk

Posted: August 24th 2016

Hai kota pelajar dan kota wisata…

Kota pelajar, ya itulah sebutan orang di seluruh Indonesia. Kenapa di sebut sebagai kota pelajar? Karena disinilah di didirikannya sekolah pertama kali nya yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara di Taman Siswa. Nama jalannya saja sudah Taman Siswa, keliatan sekali dari nama nya yang seolah – olah banyak sekali pendidikan – pendidikan serta pengajaran yang ada di situ dan juga sebagai kota wisata karena banyak tempat – tempat wisata yang ada di kota ini. Apalagi kalau bukan Ngayogyakarta.

Saya lahir disini dan keluarga besar saya pun sudah ada disini sejak tahun 1950. Sudah mendarah daging memang orang yang tinggal disini. Ketika dulu saya lahir di kota tercinta ini, kota ternyaman untuk saya, lingkungan nya sangar asri, indah, sejuk, dan adem di kota ini. Ketika saya lahir saja, belum ada rumah sakit yang besar dan bertingkat, banyak kaca disetiap ruangnya. Udara nya pun belum tercemar akan asap kendaraan karena orang – orang pada zaman dahulu kemana – kemana banyak yang menggunakan becak, sepeda, delman atau bahkan mereka jalan kaki. Terbukti juga ketika saya berangkat sekolah ketika TK saya jalan kaki dari rumah hingga sekolah. Ya, walaupun di tengah perjalanan rumah ke sekolah minta jajan walau hanya sekedar chiki kesukaan. Nah, itu dulu ketika tahun 2000an. Setelah 10 tahun kemudian saya kembali ke kota tercinta ini….

Banyak perubahan terjadi akan kota yang dulu sangat nyaman, asri dan sejuk ini. Perubahan yang terjadi bukanlah perubahan yang semakin enak tetapi semakin tidak mengenakkan. Jalanan macet, panas, banyak asap, pepohonan di pinggir – pinggir jalan mulai sedikit, tidak ada taman, dan sawah – sawah tidak banyak lagi. Kemana kenyamanan itu pergi?

Saat ini sudah tidak begitu nyaman akan udara Jogja sekarang ini. Semua itu disebabkan karena kebanyakan lahan kosong menjadi hotel, sawah – sawah menjadi rumah penduduk, dan banyak yang sekarang menggunakan kendaraan bermotor walaupun hanya digunakan untuk beberapa meter saja, mereka memilih untuk naik motor.

20160824_153549

(hamparan sawah yang asri)

20160824_17271820160824_172710-1

(sudah tidak menjadi hamparan sawah karena tergantikan bangunan)

Contoh konkrit yang pertama di sekitar saya, sudah tidak banyak lagi pemandangan petani yang menanam padi ketika musim menanam apalagi pemandangan ketika mereka memanen padinya. Sawah – sawah yang dulu membentang dari ujung sampai ujung sudah tidak lagi karena banyak orang – orang yang membangun rumah di atas sawah – sawah tersebut. Walaupun, ada yang bertahan untuk tidak menjual tanah sawahnya tetap saja hasil panen mereka tidaklah banyak seperti dahulu 19 tahun yang lalu yang dapat berton – ton banyak padi yang mereka panen. Faktor lain yaitu tidak derasnya aliran sungai yang mengalir sekarang karena banyak batu atau pasir yang ada di sungai bekas pembangunan rumah atau kantor yang menimbun di aliran sungai.

 

20160824_152742-1

(kawasan Stasiun Tugu dengan sekitarnya banyak hotel dari yang ada di pinggir jalan hingga masuk gang, dari yang murah sampai yang mahal)

Contoh konkrit kedua yang selalu saya lewati setiap harinya. Gambar di atas menunjukkan semakin berkembangnya jogja akan bangunan hotel yang ada di mana – mana dan sangat laris manis dimanapun hotel itu berada. Karena banyaknya wisatawan yang berdatangan di Jogja ini. Penyebab yang terjadi adalah kurangnya resapan air di kota ini . Yang lebih miris lagi, lahan yang sangat luas dijadikan tempat parkir pertokoan atau mall besar yang ada di kota ini.

Sudah tak asri dan tak senyaman dahulu, perubahan zaman, teknologi semakin pesat, dan berkurangnya kepeduliaan masyarakat kita dalam peduli lingkungan sekitar. Masyarakat yang wajib membantu pemerintah dalam merubah lingkungan supaya menjadi nyaman, sejuk dan asri kembali seperti dahulu dengan cara mengurangi konsusmi akan bahan plastik atau sampah, kembali mempergunakan sepeda atau jalan kaki jika ke tempat yang berdekatan dengan rumah, menanam pohon di halaman rumah, dan lain sebagainya. Dan pemerintah yang juga harus mempertegas peraturan tentang izin membangun bangunan terutama hotel atau mall dengan juga melihat daerah nya tersebut sudah cukup banyak atau belum. Mari kita ciptakan Jogja yang istimewa dengan lingkungan yang nyaman dan asri.

20160824_152357

(kawasan Gereja Kotabaru yang masih banyak pepohonan yang rindang)

Hasil gambar untuk grafiti jogja istimewa

salam asri,

-Elsa Oktaviani L-


Comments are closed.

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php