Elfridayenny

Borneo Bay Cat (Catopuma badia )

Posted: October 31st 2016

Kucing merah (Catopuma badia) merupakan kucing liar endemik hutan tropis di Borneo. Kucing merah mempunyai klasifikasi, yaitu :

Kingdom           : Animalia

Filum                 : Chordata

Kelas                  : Mamalia

Ordo                  : Karnivora

Famili                 : Felidae

Spesies               : Catopuma badia

Nama Inggris   : Borneo Bay Cat, Bay Cat, Bornean Bay Cat

French               : Chat bai

Spanish             : Gato Rojo de Borneo
Menurut Hearn dkk. (2016), Catopuma badia merupakan salah satu jenis kucing liar dari tujuh jenis yang terdaftar sebagai jenis kucing liar yang terancam punah di red list IUCN. Jenis kucing ini jarang terlihat dan tertangkap kamera dan secara luas merupakan salah satu jenis yang paling jarang ditemukan di dunia, sehingga jenis ini sebarannya tidak diketahui dan hal tersebut menghambat upaya konservasi. Kucing Merah ini memiliki bulu berwarna kemerahan atau abu-abu yang membentuk gradasi pada tubuh kucing ini. Menurut IUCN kucing merah berasal dari Kalimantan (Indonesia), Sabah, dan Serawak (Malaysia), yang daerah asal dapat dilihat pada Gambar 1.

untitled

Gambar 1. Daerah asal Kucing Merah (IUCN, 2016).

 

Kucing merah keberadaannya tergantung pada hutan yang berada pada daerah bukit, hutan dataran rendah, serta hutan rawa. Keberadaan kucing hutan yang sulit ditemukan menyebabkan survei yang dilakukan lebih berfokus pada populasinya, sehingga studi yang dilakukan tidak berfokus pada sebaran ekologi, perilaku reproduksi, dan makanan (IUCN, 2016). Sebaran kucing merah yang di Borneo menggunakan pemodelan sebaran niche MaxEnt, sehingga secara keseluruhan diperoleh 71 catatan kehadiran Kucing Merah yang berasal dari seluruh wilayah Borneo, dari Brunei hingga Kalimantan Selatan, 40 catatan tersebut digunakan sebagai pemodelan. Hasil prediksi pemodelan tersebut diketahui bahwa daerah yang luas di pedalaman Borneo yang sebagian besar merupakan kawasan hutan dataran tinggi ( hutan perbukitan ) yang juga terdapat hutan dataran rendah dan hutan sub dataran tinggi adalah hutan yang diprediksi paling sesuai untuk Kucing Merah (Hearn dkk., 2016).

Menurut Meijaard (1997), diacu dalam Hearn dkk. (2016), terdapat dua daerah yang pernah tercatat yaitu pada sungai Mahakam dan wilayah Sungai Barito atas dan di daerah perbukitan Serawak hingga daerah perbatasan Kalimantan Barat. Hal tersebut menyebabkan keberadaan Kucing Merah berpotensi masih ada dan didistribusikan secara luas di Borneo. Keberadaan Kucing merah yang sulit ditemukan karena pembukaan lahan kelapa sawit di daerah Borneo, karena menurut Hearn dkk. (2016), Kucing merah ini bergantung pada keberadaan hutan sehingga dengan semakin kecilnya luas hutan di Borneo menyebabkan persebaran habitat Kucing Merah ini semakin kecil.

kucing

Gambar 2.Bay cat Catopuma badia camera-trapped in the Danum Valley Conservation Area, Sabah, Malaysia, on 1 June 2008. (Hearn dkk., 2016).

 

Daerah distribusi Kucing Merah yang berubah diakibatkan karena adanya distribusi karena upaya untuk melindungi Kucing ini. Daerah distribusi Kucing Merah merah yang tidak merata ditemukan di seluruh pulau. Hal tersebut dapat terjadi karena menurut Hearn dkk. (2016), daerah persebaran Kucing Merah yang diperkirakan memiliki habitat yang cocok untuk upaya perlindungan dan konservasi, yaitu :

  1. Brunei Darussalam
  2. Serawak, Malaysia
  3. Sabah, Malaysia
  4. Kalimantan Utara
  5. Kalimantan Timur
  6. Kalimantan Tengah

peta-1

Gambar 3. Fig. 2. Lokasi dari kucing merah Catopuma badia catatan terjadinya di Kalimantan, dengan kategori presisi spasial serta negara negara dan batas negara (Hearn dkk.,2016).

peta-2

Gambar 4. Predictive Habitat Kesesuaian Index (HSI) model untuk kucing merah Catopuma badia termasuk catatan lokasi yang digunakan dalam model.Model seimbang untuk pulau Kalimantan; B, Tata Ruang Penyaringan Model untuk Sabah, Malaysia (Hearn dkk.,2016).

 

 

Daftar Pustaka :

Hearn , A.J., Ross, J.,  Macdonald, D.W., Samejima,H., Heydon, M., Bernard, H., Augeri, D.M., Fredriksson, G., Hon, J., Mathai, J., Mohamed,A., Rustam, Meijaard, E., Hunter, L.T.B., Breitenmoser-Wursten,C., Kramer-Schadt, S., dan Wilting, A. 2016. Predicted distribution of the bay cat Catopuma badia (Mammalia: Carnivora: Felidae) on Borneo. Raffles Bulletin of Zoology 33: 165–172.

Hearn, A., Brodie, J., Cheyne, S., Loken, B. & Ross, J. and Wilting, A. 2016. Catopuma badia. The IUCN Red List of Threatened Species 2016: e.T4037A50650716. Downloaded on 31 October 2016.

Meijaard, E. 1997. The bay cat in Borneo. Cat News 27: 21–23.


13 responses to “Borneo Bay Cat (Catopuma badia )”

  1. krisdianti says:

    ulasan mengenai kucing merah sangat menarik. Menambah ilmu pengetahuan dan wawasan. saya jadi ingin melihat secara langsung dari kucing merah ini. semoga dengan adanya informasi ini kita semakin mengahargai spesies lain disekitar kita terutama speises endemik.

  2. riaresdicaa30 says:

    terima kasih atas informasinya mengenai kucing merah tersebut, namun sayang, kurangnya perhatian terhadap kucing tersebut. Semoga kedepannya permerintah/masyarakat setempat semakin dapat meningkatkan upaya konservasi terhadap kucing merah ini.

    • elfridayenny says:

      terimakasih atas partisipasinya untuk mau membaca blog saya, semoga kedepannya informasi dan penelitian spesies kucing merah ini semakin banyak dan dapat membantu upaya konservasi untuk mempertahankan spesies endemik borneo ini

  3. carolinaagri says:

    blog ini bagus telah memberikan informasi hewan yg sudah terancam punah, sehingga dapat memberikan pengetahuan, lebih – lebih kesadaran utk melindungi hewan – hewan agar tidak terancam punah

    • elfridayenny says:

      terimakasih atas partisipasinya untuk mau membaca blog saya, semoga informasi ini membuat kita dapal lebih sadar untuk melindungi spesies endemik di di pulau-pulai negara Indonesia ini

  4. gildania says:

    blog ini membantu sekali, menambah wawasan tentang hewan yang terancam punah karena saya pun baru mengetahui adanya hewan ini. semoga blog ini dapat membantu bagi kita untuk ikut melindungi hewan tersebut.

  5. Shendy says:

    Informasi yang dicantumkan sudah cukup lengkap dan baik. semoga ditemukan cara untuk menemukan kucing ini dengan mudah, agar upaya konservasi dapat dengan lancar dilakukan 🙂

  6. mariawati says:

    Blog sudah memberikan informasi tentang kucing merah yang hidup di hutan yang berada di daerah bukit. makasih infonya

  7. yunitalolodatu says:

    dari yang kamu jelaskan lebih ke sebarannya, kalau boleh usul untuk jenis makanannya serta penyebab Borneo Bay Cat ini menjadi Endagere itu apa.
    tpi untuk keseluruhan sudah lengkap , terima kasih atas informasinya yen.

    • elfridayenny says:

      kucing merah termasuk hewan karnivora tetapi tidak saya tuliskan karena sumbernya tidak dipercaya, dan dalam jurnal-jurnal yang saya cari tidak ada membahas mengenai makanan. Kucing merah ini hidupnya tergantung pada kondisi hutan dan merupakan spesies endemik kalimantan, dengan semakin kecil hutan yang ada di kalimantan serta hasil pengamatan yang dilakukan menunjukkan sangat jarang ditemui kucing merah ini, sehingga dalam IUCN red list termasuk Endangered. terimakasih

  8. gine says:

    hutan tipe apakah yang menjadi tempat hidup kucing merah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php