Channel Ilmu

Yuk Intip Pemanfaatkan Teknologi Informasi oleh MA

Posted: February 28th 2019

Mahkamah Agung (MA) memakai technologi kabar buat wujudkan peradilan simple, cepat, ongkos gampang, efisien, serta efektif. Hampir semuanya bagian di MA, tekhnis yudisial serta non tekhnis ditransformasikan dengan cara digital.

Ketua MA Hatta Ali menjelaskan, MA udah keluarkan beragam peraturan buat meyakinkan terlaksananya penataan, pengarahan, serta pengendalian. Hal semacam itu dilaksanakan dalam aplikasi technologi kabar dengan cara terintegrasi di lingkungan MA dan empat tubuh peradilan di bawahnya.

Simak Juga : stakeholder adalah

“Lahirnya Perma (ketetapan MA) Nomer 3/2018 terkait Administrasi Masalah di Pengadilan Dengan cara Elektronik berikan payung hukum untuk implementasi penerapan e-court, ” kata Hatta kala Sidang Pleno Spesial Penyampaian Laporan Tahunan (Laptah) MA 2018 di JCC, Jakarta, Rabu (27/2/2019) .

Laptah MA 2018 membawa obyek “Era Baru Peradilan Moderen Berbasiskan Technologi Informasi”. Aktivitas itu ikut dikunjungi Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, pimpinan instansi negara/kementerian, dan pimpinan MA sekian banyak negara kawan akrab

Tidak hanya itu, Laptah MA 2018 ikut disertai oleh ketua pengadilan tingkat banding serta pimpinan pengadilan pertama kelas IA, termasuk juga banyak petinggi struktural di lingkungan MA. Hatta memaparkan, ada tiga spesifikasi khusus dari e-court.

Pertama, pendaftaran masalah (e-filing) . Ke dua, pembayaran panjar uang masalah (e-payment) . Ke-tiga, penyampaian pemberitahuan serta pemanggilan persidangan dengan cara elektronik (e-summons) . Penggunaan Metode Kabar Pelacakan Masalah (SIPP) ikut disempurnakan.


Artikel Terkait : teknologi informasi

Obyek
Hatta menjelaskan, obyek yg direncanakan MA pada 2018 sukses direalisasikan. Hatta memaparkan, MA sukses memotong masalah pas waktu dalam waktu 1-3 bulan sejumlah 16. 911 masalah dari 17. 638 masalah atau 96, 3 prosen) . Sesaat obyek yg diputuskan ialah 75 prosen.

“Semua parameter pengukuran kemampuan perlakuan masalah di MA tahun 2018 sukses melewati obyek yg diputuskan, bahkan juga semua tertulis rekor baru jadi yg terpilih selama histori Mahkamah Agung, ” jelas Hatta.

Hatta mengemukakan, beban masalah selama 2018 di pengadilan tingkat banding dari empat lingkungan peradilan di luar pengadilan pajak ada 21. 593 masalah. Terdiri dalam masalah yg masuk 19. 066 masalah serta bekas masalah pada 2017 sejumlah 2. 527 masalah.

Mengenai masalah yg udah diputus capai 18. 757 masalah. Mempunyai arti, rasio produktivitas memotong masalah pengadilan tingkat banding sebesar 86, 87 prosen. Beban masalah pada 2018 pada perlakuan masalah pada pengadilan tingkat pertama, sejumlah 6, 19 juta masalah.

Masalah yg masuk 6, 7 juta masalah, bekas masalah 2017 116. 351 masalah. Masalah yg diputus 6, 62 juta masalah. Masalah yg dicabut 12. 914 masalah, hingga bekas masalah 116. 803 masalah. Rasio produktivitas memotong masalah pada pengadilan tingkat pertama sebesar 97, 9 prosen.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php