Channel Ilmu

Kamu Harus Tahu Globalisasi Pluralisme Agama

Posted: February 9th 2019

Pluralisme merupakan pandangan hidup yg mengaku serta terima ada kemajemukan serta keanekaragaman dalam sebuah group warga. Kemajemukan dari sisi agama, suku, ras, adat-istiadat, dan seterusnya. Segalanya berikut ini yg kebanyakan berubah menjadi basic pembentukan beragam ragam group lebih kecil, hanya terbatas serta unik, dan yg mencirikhaskan serta mengetahui group yg satu dengan group yg beda, dalam sebuah group warga yg majemuk serta yg tambah besar atau lebih luas.

Mengenai soal/gosip penolakan agama di Indonesia, ialah penolakan pelbagai mengerti, sikap serta praktik hidup yang memiliki kandungan unsur-unsur diskriminasi, fanatisme, premordialisme serta kekerasan atau terorisme. Persoalan-persoalan yg ada di dalam agama serta pluralisme, ialah kita dengar terkait reaksi group umat beragama atas perbuatan pelecehan yg dilaksanakan pada beberapa elemen yg di pandang sakral dalam agamanya.

Baca Juga : pengertian globalisasi

Banyak nyawa udah melayang-layang, banyak gedung dibakar serta lebih baik, sejumlah sama-sama penduduk didesak dalam perasaan takut yg mencekam. Atas banyak pemeran kekerasan hukuman udah dijatuhkan, serta banyak pemuka agama udah demikian kerap memberikan kutukannya atas reaksi kekerasan yg brutal itu. Tetapi tindak kekerasan ini tetap saja berlangsung, serta tak ada agunan kalau ini tak kan berlangsung kembali di hari depan. Apakah yg bakal mesti dilaksanakan biar kita semakin lebih manusiawi dalam tabiat keagamaan kita?

Jadi jalan keluar hadapi soal agama serta pluralisme, ialah membuat nilai buat sama sama menjunjung/menghargai, belajar buat mendalami dengan baik, serta mendukung serta memperkaya. Ketaksamaan tak usah serta tak bisa disaksikan serta jadikan jadi ” sumber ” pertentangan serta perpecahan, namun jadi kekayaan serta pendorong buat kerukunan serta perdamaian dan kesatuan serta kerja sama.

Karena itu ada berbagai hal jadi jalan keluar buat mengatasi persoalan-persoalan itu : 1)
pengenalan/pendalaman serta wawasan kedua-duanya lewat dialog (komunikasi) , keterbukaan serta proses belajar timbal- balik, dengan cara seimbang ; 2) membuat hidup berbarengan yg rukun serta toleransi dalam kondisi persaudaraan lintas group yg tidak sama dengan cara terus-terusan ; 3) menancapkan serta meningkatkan kejujuran, ketulusan serta keyakinan kedua-duanya ; 4) mencari serta meningkatkan berbarengan ” simpul ” kerukunan serta kesatuan dalam kemajemukan ; 5) meningkatkan solidaritas sosial serta persaudaraan sejati lintas group yg tidak sama (agama, suku, ras, dsb) dalam perbuatan konkret atau praktik hidup yg fakta serta aktual ; 6) membuat kerja sama lintas group yg tidak sama dalam sektor pendidikan (pengajaran, kursus serta pembinaan resmi atau non-formal) , ekonomi, sosial karitatif, sosial budaya serta politik.

Pluralisme jadi konsekuensi dari hakekat manusia jadi makhluk sosial, yg dari satu sisi punyai kemiripan essensial serta ada ketaksamaan eksistensial, karena itu pada hakekatnya ada serta kekhasan atau ciri-ciri satu group warga (tidak tahu lokal, nasional, serta internasional) bakal hilang apabila tak ada atau ditiadakan atau tidak diterima kemajemukan. Kemajemukan adalah unsur penentu untuk ada serta kekhasan dari satu warga.

Artikel Terkait : pemanasan global

Arti sumpah Pemuda serta beraneka macam perjuangan buat dirikan serta membela NKRI dari saat kemasa adalah kenyataan histori nasional bangsa Indonesia bakal ada dan prinsip buat terima serta membela kemajemukan warga Indonesia. Begitu pula Pancasila serta UUD 45 merefleksikan kesadaran, prinsip, pandangan hidup dan sikap hidup yg sama. Pancasila serta UUD45 adalah bukti konstitusional nasional terkait pluralisme di Indonesia.

Pluralisme yg tambah dihargai dalam jaman globalisasi sesungguhnya merupakan suatu pertanda sebagai kekhasan bangsa Indonesia sudah lama. Pembangunan warga Indonesia buat hadapi globalisasi merupakan pembangunan yg menjunjung serta berikan tempat yg pas terhadap pluralitas. Itu bermakna, di satu pihak kita tak membuat suatu mengerti nasionalisme yg sempit, dengannya kita ingin menampik semuanya yg ada di luar.

Pluralisme jadi ciri warga global menuntut kita buat terasa diri jadi sisi dari satu warga dunia yg sederajat dengan semua yg beda. Kita tak alami serta menilainya hadirnya semua yg beda jadi ultimatum yg membahayakan ciri-ciri kita jadi bangsa. Pada tingkat internasional kita butuh bertambah menjunjung kemajemukan metode politik serta histori kebudayaan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php