earliens

SAVE Labi-Labi Moncong Babi

Posted: August 26th 2016

Labi-labi moncong babi  dengan nama ilmiah Carettochelys insculpta merupakan jenis yang berbeda dengan kura-kura yang lain. Mereka lebih atau hampir sama dengan penyu yang hidup selalu di air, kecuali pada saat bertelur. Labi-labi memiliki kaki yang menyerupai sirip, tempurung (karakas) yang lebih tipis dan lunak dibandingkan kura-kura lain. Serta uniknya lagi, labi-labi ini memiliki moncong yang menyerupai moncongnya babi.

Kura-kura moncong babi (Carettochelys insculpta)/shutterstock

Foto adaptasi dari Kisah Sedih si Labi-Labi Moncong Babi, Taman Nasional Indonesia

Labi-labi moncong babi hidup liar dan hanya terdapat di Papua bagian selatan (Timika, Asmat, dan Merauke) dan utara Australia. Mereka sering diburu dalam jumlah terbatas oleh masyarakat setempat untuk dikonsumsi sebagai sumber protein. Namun oleh etnis Tionghoa, satwa ini dipercaya dapat menambah umur, stamina atau obat kuat, serta adanya kepercayaan bahwa jika melepas labi-labi dalam jumlah banyak akan mendatangkan rejeki yang banyak pula. Dengan kondisi ini labi-labi moncong babi memiliki harga jual yang tinggi di pasaran luar negeri. Sebagai dampaknya terjadi perburuan dalam jumlah besar untuk diselundupkan keluar negeri.

 

Daerah Sebaran labi-labi Moncong Babi

Foto adaptasi dari Daerah Sebaran labi-labi Moncong Babi (Peta IUCN Redlist), Alamendah’s Blog

Seperti kasus di Timika, masyarakat setempat datang ke tempat bertelurnya labi-labi, mengumpulkan telur dan menetaskannya sampai menjadi tukik . Setelah itu bukannya dilepas ke alam tetapi dijual dengan cara diselundupkan.

“Ribuan ekor anakan kura-kura moncong babi itu hendak diselundupkan dari Bandara Mozes Kilangin Timika oleh seseorang pada Senin (15/2/2016). Untuk mengelabui petugas, sebanyak 3.230 ekor anakan kura- kura itu dimasukan ke dalam empat buah koper pakaian dan dikemas lagi dalam kotak-kotak”. Portal Berita Tanah Papua No.1

123341_papuatiba4afif

Foto adaptasi dari Ekspedisi Dream Destination Papua Dimulai! travel.detik.com

Untungnya upaya penyelundupan ini terendus oleh Pos Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Timika, Papua. Kemudian, bersama petugas karantina dan Polres Timika, satwa dilindungi tersebut kemudian berhasil dilacak keberadaannya.

” ‘Di dalam kotak plastik itu ada 3.230 ekor kura-kura moncong babi yang tergolong hewan dilindungi berdasarkan peraturan pemerintah No 07 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa,’ tutur dia”. MONGABAY.CO.ID

Sebanyak 3.230 ekor kura-kura moncong babi (Carettochelys insculpta) yang dikemas dalam kotak plastik yang akan diselundupkan berhasil digagalkan Petugas gabungan di Bandara Mosez Kilangin, Timika. Foto : BKIPM/BKSDA Papua

Foto adaptasi dari Situs Berita dan Informasi Lingkungan, MONGABAY.CO.ID

Labi-labi termasuk satwa yang dilindung oleh PP Nomor 7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa dan UU Nomor 1990, bahkan labi-labi ini masuk CITES yang menempatkannya dalam daftar Appendix II, yakni hanya boleh diperdagangkan secara internasional dengan pengawasan khusus dan ketat.

Petugas gabungan berhasil menggagalkan penhyulundupan kura-kura moncong babi (Carettochelys insculpta) berjumlah 3.230 ekor di Bandara Mosez Kilangin, Timika. Foto : BKIPM/BKSDA Papua

Foto adaptasi dari Situs Berita dan Informasi Lingkungan, MONGABAY.CO.ID

Sayangnya, hitam di atas putih itu tidak dilaksanakan dengan benar, seharusnya aturan ini disebarluaskan kepada seluruh masyarakat di Indonesia, khususnya Timika, Asmat, dan Merauke. Bahwa labi-labi moncong babi adalah satwa yang sangat terlindungi baik secara nasional maupun internasional. Jika tidak dijalankan, maka akan terjadi kepunahan dan bisa saja terjadi ketidakseimbangan pada lingkungan, sehingga bisa saja manusia terkena dampaknya.

 

 

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php