dimaspambudi

KOMODO “Kadal Purba Indonesia”

Posted: September 10th 2015

“MODO – MODI” – Merupakan nama sepasang maskot yang digunakan oleh Indonesia sebagai tuan rumah Sea Games 2011 silam di Palembang. Pembuatan maskot ini merupakan bentuk kebangaan masyarakat Indonesia atas kepemilikian terhadap hewan langka nan eksotis ini. Lebih lagi Taman Nasional Pulau Komodo yang merupakan habitat asli hewan ini telah ditetapkan sebagai Tujuh Keajaiban Alam Dunia (New Seven Wonder for Nature) oleh UNESCO. Kita sebagai warga Indonesia, harus merasa bangga atas kekayaan flora dan fauna yang telah dilimpahkan oleh Tuhan YME, selain itu kita juga wajib berperan dalam melindungi dan menjaga kelestarian alam kita.

Modo - Modi

Modo – Modi

Nahhh, saya akan mengajak kalian berkenalan dengan hewan primadona nan cantik ini. Komodo atau dengan nama latin Varanus komodoensis merupakan hewan endemik Indonesia yang persebarannya hanya terpusat pada wilayah Taman Nasoinal Komodo. Hewan ini merupakan kadal terbesar (2 – 3 meter) yang masih hidup di bumi dan sering disebut kadal purba karena ukurannya yang menyerupai ukuran kadal di zaman purba. Ukurannya yang besar ini terkait dengan tanda-tanda gigantisme pulau, yaitu suatu kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan spesifik yang hidup di pulau kecil berkenaan dengan tak adanya mamalia karnivora di pulau area hidup komodo, serta laju metabolisme komodo yang kecil. Dikarenakan besar tubuhnya, kadal ini menempati posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempat hidupnya.

 

Status Konservasi

Biawak komodo adalah spesies yg rawan pada kepunahan, serta dikatagorikan sebagai spesies Rawan di dalam daftar IUCN Red List. Kurang lebih 4. 000–5. 000 ekor komodo diperkirakan tetap hidup di alam liar. Populasi ini terbatas menyebar di antara pulau-pulau Rinca ( 1. 300 ekor ), Gili Motang ( 100 ), Gili Dasami ( 100 ), Komodo ( 1. 700 ), serta Flores (keumungkinan 2.000 ekor ). Walau demikianlah, ada keprihatinan tentang populasi ini dikarenakan diperkirakan dari seluruhnya itu cuma tinggal 350 ekor betina yg produktif serta bisa berbiak. Bertolak dari kecemasan ini, pada th. 1980 Pemerintah Indonesia mengambil keputusan berdirinya Taman Nasional Komodo membuat perlindungan populasi komodo serta ekosistemnya di sebagian pulau terhitung Komodo, Rinca, serta Padar.

Belakangan ditetapkan juga Cagar Alam Wae Wuul serta Wolo Tado di Pulau Flores utk menolong pelestarian komodo. Tetapi pada segi yg lain, ada bukti-bukti yg tunjukkan bahwa komodo, sekurang-kurangnya beberapa, sudah punya kebiasaan pada hadirnya manusia. Komodo-komodo ini punya kebiasaan diberi makan karkas hewan ternak, sebagai atraksi utk menarik turis pada sebagian lokasi kunjungan.

Kegiatan vulkanis, gempa bumi, rusaknya habitat, kebakaran ( populasi komodo di Pulau Padar nyaris punah dikarenakan kebakaran alami ), menyusutnya mangsa, meningkatnya pariwisata, serta perburuan gelap ; seluruhnya menyumbang pada status rawan yg disandang komodo. CITES ( The Convention on International Trade in Endangered Species ) sudah mengambil keputusan bahwa perdagangan komodo, kulitnya, serta produk-produk lain dari hewan ini yaitu ilegal.

 

Peran Kita

Guysss, sudah kenal kan sekarang sama Komodo ?. Kalau ada kesempatan, kalian bisa mengunjungi Taman Nasional Komodo yang ada di Nusa Tenggara Barat. Tidak heran kita terkagum – kagum dengan kadal nan – cantik ini. Tetapi, tugas kita lebih jauh daripada itu. Sebagai generasi yang sadar akan pentingnya biodiversitas dan kekayaan alam yang ada, ada baiknya kita ikut berpartisipasi aktif menjaga keberlangsungan hidup dan kelestarian hewan dan ekosistem komodo. Makin banyak halangan dan rintangan yang mengancam kelestarian hidup flora dan fauna di sekitar kita, jadi kalau bukan kita siapa lagi ? PEACE, LOVE NATURE —


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php