Dimas Lintang Pamungkas

DATA BASE DAN INFORMASI ORGANISASI

Posted: October 21st 2012

 DATA BASE DAN INFORMASI ORGANISASI

Suatu organisasi pasti memiliki dan memerlukan data dalam menjalankan suatu kegiatan, data-data tersebet haruslah dapat disimpan secara spesifik untuk memudahkan dalam pengelolaan organisasi tersebut, namun karna banyaknya data yang ada terkadang data-data tersebut menjadi berceceran. Dari situlah data perlu dibuat basisnya supaya data terekap menjadi sangat rapid an mudah untuk di cari di organisasi tersebut, karena data base dapat menampung data dengan dengan jumlah yang sangat besar.

Hirarki DATABASE

  1. 1.      Karakter = merupakan satuan paling kecil dari sebuah data base
  2. 2.      Field = gabungan dari karekter-karekter yang ada
    1. a.       Field size : jumlah maksimal dari karakter yang bisa ditampung field
    2. b.      Field name : identifikasi dari setiap field yang sfs
    3. c.       Data type : jenis dari data yang ditampung
  3. 3.      Record = Kumpulan dari field-field dalam satu lingkup
  4. 4.      File = Record-record yang telah teroganisir menjadi sebuah bentuk rapi berdasarkan jenis
  5. 5.      DataBase = Kumpulan dari berbagai macam jenis file yang telah terolah

Tipe dari jenis data :

– Text : berupa huruf, angka, dan simbol

– Numeric : berupa angka, namun menolak huruf serta simbol

– Autonumber : berupa angka-angka unik

– Currency : Angka dari mata uang dan terdiri dari decimal values.

– Yes/No : berupa pernyataan benar atau salah dan ya atau tidak.

– Date : berupa hari, bulan, tahun, waktu

– hyperlink : berupa alamat-alamat yang ada di web maupun dari file tertentu

– memo : hampir sama Tetx namun jumlah karakter yang dapat diterima dalam jumlah banyak

– object : Berupa Video, Music, Pic, Dll

TERMINOLOGI DARI MANAJEMEN DATA

a. Entity : Record yang menggambarkan entitas.

b. Attribute : Suatu field yang menggambarkan atribut, Karakter atau kualitas sebagai diskripsi entitas tertentu

 

c. Primary Key : Suatu field yang bersifat unik dari record.

d. Secondary Key : Suatu field yang tidak mengidentifikasi record yang unik namun tetap dapat bekerja sebagai identitas.

Storing & Accessing Records

  • Media seksuensial (tape) menyimpan records secara seksuensial berdasarkan key value, pencarian data tidak dapat secara acak namun harus secara urut.
  • Direct random ( direct secara acak ) pada media :
    • Indexed Sequential Access Method (ISAM); menggunakan indexsi yaitu penggunaan list dari key field data dan digunakan untuk mencari dimana letak penempatan secara fisik untuk menempatkan records dan Direct File Access
    • Direct File Access Method Menggunakan key field untuk menempatkan secara fisik alamat dari record.
    • o   Transform Algorithm yaitu penterjemahan nilai key field langsung ke lokasi penyimpanan dari record’s

Traditional File Enviroment / Cara Kuno Pengelolaan Management File:

  • File Processing System adalah masing – masing area dari sebuah organisasi yang yang terdiri serta mempunyai kumpulan file sendiri yang diolah secara mandiri. Records yang satu dengan records yang lain tidak dapat memiliki jaringan keterkaitan dengan records dari file lainnya.
  • Permasalahan dalam Traditional File Environment :
  • o    Data yang sama dapat ditemukan di banyak file, karena masing-masing sub-bidang memiliki management file tersendiri, hal tersebut otomatis akan menimbulkan redundansi data di dalam organisasi utuh dengan data-data dari sub-bidang yang lainnya (data kembar lebih dari satu dan bisa ditemukan di banyak tempat).
  • o    Data tidak memiliki kekonsistenan, karena jika dalam organisasi sub-bidang mengganti nama data dengan judul yang lain di organisasi utuh, seharusnya data yang sama di organisasi sub-bidang yang berada sama di organisasi secara utuh seharusnya juga berubah, namun dalam data di sub-bidang yang satu dengan yang lain, datatersebut akan berubah di sub-bidang yang sama, karena antara sub-bidang yang satu dengan sub-bidang yang lain tidak memiliki jaringan hubungan antara satu sama lain.
  • o    Integritas data haruslah tepat, benar, dan akurat. Tetapi yang terjadi di tradisional biasanya memiliki redundansi data menjadikan data  tidak akurat dan tidak benar.
  • o    Keamanan data menjadi tidak terjamin. Karena satu sub-bidang dengan sub-bidang yang lain tak saling berhubungan menyebabkan jika terjadi lose data, data tersebut tidak memiliki cadangan di tempat lain.
  • o    Data sulit untuk diakses, Karena data-data yang ada berdiri sendiri-sendiri.

 

Modern DataBase

  • ·         Database approach :
    • o   Banyak program dan pengguna, yang dapat memanfaatkan dan menggunakan dalam DataBase
    • o   Data aman karena hanya authorized users yang dapat mengakses data utama dan terpenting
  • ·         DataBase Place :
    • o   Replikasi : penyalinan database ada di banyak lokasi yang berbeda, menyebabkan permasalahan single point of failure dapat terkurangi, dan membuat user mudah merespon acses dari data base.
    • o   Partisi : pembagian data di banyak server, membuat data yang ada terdapat di berbagai tempat yang aman karena data-data yang ada terpecah-pecah, hal ini menyebabkan setiap lokasi memiliki pertanggungjawaban atas partisi yang ada di tempatnya.

Perkembangan DataBase:

  1. 1.      Conceptual Disegn : Modelisasi masih abstrak dimana bentuk dari basis data dair prespektif pengguna dan pembisnis.
  2. 2.      Entity Relationship (ER) : Proses dari perancangan desain DataBase terbentuk atas entity classes yang di lanjutkan dengan keinstanan data untuk di akses, pengidentifikasian data jelas, dan setiap data memiliki relasi yang jelas.
  3. 3.      Normalisasi : Proses relasi dari DataBase menjadi lebih efisien, dengan tingkat redundancy yang kecil, membuat data terintegrasi dengan baik, kedua hal tersebut membuat preforma saan melakukan pencarian menjadi sangat cepat karena dikitnya data yang terulang.
  4. 4.      Implementasion Structure : Struktur atas data fisik dari DataBase terimplementasi dari management System Software.

DataBase Management System

  • Software programs yang menyediakan akses ke database.
    • MS.Access (MDB), Oracle DataBase Management (ODM), SQL Saver.
  • Data tersimpan pada satu lokasi dan bisa diambil atau diupdate.
  • Application programs yang diberikan akses pada data yang disimpan dengan berbagai mekanisme.
    • Memelihara integritas dari informasi yang disimpan
    • Kelola security dan user access
    • Recover Informasi saat terjadi failure system program
    • Akses dari berbagai fungsi atas DataBase dari dalam aplikasi.
  • Komponen :
  • o   Data Model : menjelaskan cara membuat struktur data secara konseptual.
  • o   Data Definition Language (DDL) : Menjelaskan atas isi dari strukture DataBase, user dapat menjabarkan logika view saat mendefinisikan Physical characteristics dari record dan fields dengan relasi relationships atas primary keys.
  • o   Data Manipulation Language (DML) : digunakan untuk mendapatkan isi dari database, menyimpan atau meng-update informasi pada database, dan mengembangkan aplikasi database. DML ini menggunakan strukture yang berbentuk SQL, yang saat ini sedang sangat popular.
  • o   Data Dictionary : Legenda data yang menyimpan penjelasan dari elemen data dan karakteristik data yang ada dalam DataBase.

KEUNTUNGAN DBMS :

  1. a.       Meningkatkan strategi dari penggunaan data yang digunakan
  2. b.      Mengurangi kompleksitas dari lingkungan IS
  3. c.       Mengurangi redundansi data dan inkonsistensi data
  4. d.      Meningkatkan integritas data
  5. e.       Aplikasi/ ketergantungan data
  6. f.       Meningkatkan keamanan data
  7. g.      Mengurangi biaya pengembangan dan pemeliharaan dalam pemakaian DBMS.
  8. h.      Meningkatkan fleksibilitas data
  9. i.        Meningkatkan akses data

Logical Data Models :

  • Kemampuan manager menggunakan basis data tergantung pada struktur basis data baik secara logika maupun fisik.
  • Logically Structuring Database mempertimbangkan karakteristik data dan bagaimana data diakses.
  • Tiga bentuk umum data models : hierrachial (data sangat cepat pada pemrosesan dan lemah pada query), network (cukup baik pada processing speeds dan query flexibility), dan relational (bersifat umum, high flexibility, dan lebih lambat dalam pencarian dan access times).
  • Model tersebut, perencana bisa membangun logical atau conceptual view yang di implementasikan ke semua basis data dan DBMS.
  • Relational Model sangat umum pada lingkungan PC karena hal tersebut mudah dipelajari, disamping itu tingkat flexsibilitas tinggi. Namun dalam bidang pencarian dan kecepatan acses betuk ini menjadi masalah karena tingkat penggunaanya tak dapat untuk lingkungan high volume busnises
  • Hierarchical sangat kuat dan cepat pada pemrosesan, namun akan tetapi lemah pada query flexibility.
  • Network Data : Baik pada prosesing speed dan cukup baik dalam query flexibility, namun sayangnya bentuknya sangatlah kompleks.

Emerging dan Specialized Data Models:

  • Multidimensional.
  • Object-oriented data model.
  • Hypermedia.
  • Geographic information system database.
  • Knowledge database.
  • Multimedia database.
  • Small footprint database.

Menggunakan Stored Data :

  • Akses Informasi secara akurat dan tepat waktu sangat penting.
  • Informasi dikumpulkan ke TPS, tetapi akses ke dan dari data sangat terbatas.
  • Organisasi bekerja meningkatkan akses dan ketersediaan informasi.
  • Data Warehouse : gudang data (sangat – sangat besar).
  • Data Mart : lebiih kecil dari data warehouse.
  • Data Mining : menggunakan algoritma tingkat tinggi untuk emngelola dan menggali data

                                               

 

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php