Bioforensic

Monthly Archives: December 2018


BUKTI FISIK DALAM ILMU FORENSIK

Posted: December 4th 2018

Bukti dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu kesaksian berupa kata atau pernyataan yang diucapkan oleh korban atau saksi dan fisik berupa bukti nyata seperti rambut, serat, sidik jari, dan bahan biologis. Konsep yang dikenal sebagai ‘Pertukaran Locard Prinsip’ menyatakan bahwa setiap seorang memasuki sesuatu lingkungan, sesuatu hal atau bukti akan ditinggalkan atau dihilangkan di wilayah itu. Prinsip ini kadang-kadang dinyatakan sebagai ‘setiap kontak meninggalkan jejak’ dan berlaku untuk menyelidiki antar individu maupun antar individu dengan lingkungan fisik. Oleh karena itu peneliti penegak hukum dianjurkan untuk selalu beranggapan bahwa pasti terdapat bukti fisik di setiap adegan. Jumlah dan sifat bukti yang dibuat akan sangat bergantung pada keadaan kejahatan. Sering kali, bukti menceritakan sebuah cerita dan membantu penyidik menciptakan TKP dan menetapkan urutan kejadian. Bukti fisik dapat menguatkan laporan dari korban, saksi dan atau tersangka. Jika dianalisis dan diinterpretasikan dengan benar, bukti fisik lebih dapat diandalkan daripada bukti kesaksian. Persepsi individu dan … Read more


PEMBUKTIAN KRIMINAL

Posted: December 4th 2018

Pembuktian merupakan hal yang sangat prinsipil dalam suatu perkara, apakah itu perkara perdata, pidana, perkara dalam bidang kewenangan administratif pemerintahan, sengketa pajak, dan lain-lain. Baik yang diselesaikan melalui lembaga peradilan maupun melalui lembaga non litigasi seperti arbitrase, mediasi, rekonsiliasi, dan lain-lain. Hukum pembuktian adalah sebagian dari hukum acara pidana yang mengatur mengenai macam-macam alat bukti yang sah menurut hukum, sistem yang dianut dalam pembuktian, syarat-syarat dan tata cara mengajukan bukti tersebut serta kewenangan hakim untuk menerima, menolak, dan menilai suatu pembuktian. (Sasangka dan Rosita, 2003:10) Dalam proses pembuktian perkara pidana yang diatur dalam KUHAP, pengakuan tidak melenyapkan kewajiban pembuktian. Menurut Pasal 189 Ayat 4 KUHAP keterangan terdakwa saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa terdakwa tersebut bersalah melakukan perbuatan yang didakwakan, kecuali disertai dengan alat bukti yang lain. Dalam Pasal 189 Ayat 4 KUHAP, pengakuan bukan merupakan alat bukti yang sempurna atau bukan volledig bewijs kracht, tapi juga bukan merupakan alat … Read more


TEMPAT KEJADIAN PERKARA (TKP)

Posted: December 4th 2018

Apabila telah terjadi suatu tindak pidana maka dengan segera petugas yang berwenang menangani suatu tindak pidana, berkewajiban untuk melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP), yaitu tempat dimana tersangka dan atau korban dan atau barang-barang bukti yang berhubungan dengan tindak pidana tersebut dapat ditemukan. (Afiah,1989:23). Pengertian tempat kejadian perkara dalam petunjuk lapangan No.Pol. Skep/1205/IX/2000 tentang Penanganan Tempat Kejadian Perkara terbagi menjadi 2 (dua) : Tempat dimana suatu tindak pidana dilakukan/terjadi atau akibat yang ditimbulkan olehnya. Tempat-tempat lain yang berhubungan dengan tindak pidana tersebut dimana barang-barang bukti, tersangka, atau korban ditemukan. Adapun pengertian dari penanganan tempat kejadian perkara, yaitu tindakan penyidik atau penyidik pembantu berupa tindakan kepolisian yang dilakukan di TKP yang dapat dibedakan ke dalam dua bagian: (Afiah,1989:27) Dasar Hukum TKP Adapun kegiatan-kegiatan dalam pengolahan TKP itu meliputi (Pasal 24 huruf a Perkapolri 14/2012): Mencari dan mengumpulkan keterangan, petunjuk, barang bukti, identitas tersangka, dan saksi/korban untuk kepentingan penyelidikan selanjutnya; Mencari … Read more


PERANAN BIOLOGI FORENSIK DALAM MENGUNGKAP SUATU TINDAK PIDANA

Posted: December 4th 2018

Perkembangan teknologi serta arus globalisasi di satu sisi dan minimnya tingkat kesejahteraan masyarakat memicu meningkatnya tingkat kejahatan dengan modus dan operandi yang baru. Disisi lain, asas presumption of innocence, menempatkan seseorang yang patut diduga melakukan sebuah tindak kejahatan harus tetap dilindungi hak-haknya. Kedua hal tersebut menuntut pengembangan teknik dan metode pendekatan penyidikan yang baru. Crime Science Investigation (CSI) adalah suatu metode pendekatan penyidikan dengan mengedepankan berbagai disiplin ilmu pengetahuan guna mengungkap suatu kasus yang terjadi. Dengan menggunakan metode CSI, pengakuan tersangka ditempatkan pada urutan terakhir dari alat bukti yang akan diajukan ke pengadilan, sebab metode CSI menitikberatkan analisis yang melibatkan berbagai disiplin ilmu pengetahuan guna mengungkap suatu tindak kejahatan. Membuat barang bukti (benda mati) atau Tempat Kejadian Perkara (TKP) ‘berbicara’ tentang suatu tindak kejahatan yang terjadi merupakan pokok bahasan dari bidang Forensik. Forensik berasal dari bahasa Latin yaitu ‘forum’ yang berarti tempat untuk melakukan transaksi. Pada perkembangan selanjutnya, forensik diperlukan … Read more


RUANG LINGKUP/CABANG ILMU FORENSIK

Posted: December 4th 2018

Ilmu forensik memiliki hubungan yang luas terhadap ilmu-ilmu umum lainnya, apalagi sekarang dunia informasi sangatlah sudah berkembang, sehingga penggunaan media komputer menjadi andalan pada tiap cabang ilmu forensik, berikut beberapa divisi / cabang yang ada pada ilmu forensik :   – Criminalistics adalah subdivisi dari ilmu forensik yang menganalisa dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan bukti-bukti biologis, bukti jejak, bukti cetakan (seperti sidik jari, jejak sepatu, dan jejak ban mobil), controlled substances (zat-zat kimia yang dilarang oleh pemerintah karena bisa menimbulkan potensi penyalahgunaan atau ketagihan), ilmu balistik (pemeriksaan senjata api) dan bukti-bukti lainnya yang ditemukan pada TKP. Biasanya, bukti-bukti tersebut diproses didalam sebuah laboratorium (crime lab).                 – Forensic Anthropology adalah subdivisi dari ilmu forensik yang menerapkan ilmu antropologi fisik (yang mana dalam arti khusus adalah bagian dari ilmu antropologi yang mencoba menelusuri pengertian tentang sejarah terjadinya beraneka ragam manusia dipandang dari sudut … Read more


PENGANTAR ILMU FORENSIK

Posted: December 4th 2018

(img source: shutterstock) Forensik (forensics) adalah merupakan bidang ilmu pengetahuan yang digunakan untuk membantu proses penegakan keadilan melalui proses penerapan ilmu atau sains. Dalam kelompok ilmu-ilmu forensik ini dikenal antara lain ilmu fisika forensik, ilmu kimia forensik, ilmu psikologi forensik, ilmu kedokteran forensik, ilmu toksikologi forensik, ilmu psikiatri forensik, komputer forensik, dan sebagainya. Secara umum, Ilmu Forensik adalah ilmu untuk melakukan pemeriksaan dan pengumpulan bukti-bukti fisik yang ditemukan di tempat kejadian perkara dan kemudian dihadirkan di dalam sidang pengadilan. Atau juga dapat diartikan sebagai aplikasi atau pemanfaatan ilmu pengetahuan tertentu untuk kepentingan penegakan hukum dan peradilan. Ruang lingkup ilmu forensic diantaranya: Kriminalistik Kedokteran Forensik Toksikologi Forensik Odontologi Forensik Psikiatri Forensik Entomologi Antropologi Serologi / Biologi Molekuler Forensik Farmasi Forensik Informasi yang didapatkan dari Ilmu Forensik Untuk dapat membuat terang suatu perkara dengan cara memeriksa dan menganalisa barang bukti mati, sehingga dengan ilmu forensik haruslah didapat berbagai informasi, yaitu : Information … Read more



© 2018 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php