Pabrik Honda di RI Setop Produksi, Ekspor Brio Terganggu?

Seperti diketahui pengapalan Brio dalam bentuk completely build up (CBU) itu dikirim ke dua negara Filipina dan Vietnam. Menurut, usiness Innovation and Marketing and Sales Director HPM Yusak Billy berhentinya pabrik sementara ini tidak mengganggu ketersediaan untuk ekspor.

“Untuk ekspor kami baik part, dan CBU Brio masih sesuai rencana,” kata Billy saat dihubungi detikcom, Rabu (1/4/2020).

Selain Honda Brio, HPM juga mengekspor komponen mobil sejak 1992 ke berbagai negara di antaranya Jepang, Thailand, Malaysia dan negara lainnya.

Billy mengatakan pemberhentian pabrik di Indonesia lantaran permintaan pasar yang cenderung turun. Ditambah pandemi corona yang membuat masyarakat menahan untuk membeli mobil.

Penurunan ini dirasakan Honda sejak bulan Maret 2020.

“Memang paruh pertama tahun ini dipengaruhi oleh disrupsi besar di pasar yang memaksa industri untuk menyesuaikan target dan strategynya. Dan permintaan turun cukup besar sekitar 30% di maret lalu,” tutur Billy.

Tercatat, ada beberapa model yang diproduksi oleh HPM, seperti Honda Mobilio, BR-V, HR-V, Jazz, Brio Satya, Brio RS dan CR-V. Selama dua minggu ke depan sekitar 4 ribu karyawan pabrik akan dirumahkan sementara.

“Karena situasi pasar yang berubah dengan cepat, kami terus menyesuaikan strategi kami untuk memenuhi permintaan pelanggan sambil tetap menjaga kondisi stok level yang sehat,” jelasnya.

This entry was posted in Otomotif, Produksi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.