Action For Javan Gibbon

©Janick Klaes

Pengantar

Owa jawa (Hylobates moloch) merupakan spesies terancam punah dari famili Hylobatidae yang dikenal sebagai spesies endemik pulau jawa, khususnya Pulau Jawa bagian barat. Owa jawa termasuk kedalam spesies “Endangered” dalam IUCN dan masuk ke status “Appendix I” menurut CITES Owa jawa adalah jenis kera atau primata dari spesies “owa” yang langka dengan ciri tubuh primata yang tidak berekor dan lengan dengan relatif panjang dibandingkan tubuhnya sendiri. Tubuh Owa jawa berwarna keabu-abuan dengan sisi atas kepala lebih gelap dan wajah berwarna kehitaman. Populasi Owa Jawa ini diperkirakan kurang dari 5000 ekor dan terus mengalami penurunan hingga saat ini. 

Perilaku Owa Jawa

Owa Jawa hidup di atas dahan pepohonan tinggi dan bergerak menyusuri kanopi hutan dengan berayun dan memanjat dari satu pohon ke pohon lain. Owa Jawa memiliki perilaku yang teritorial dimana akan mempertahankan wilayah yang dimilikinya dengan sangat ketat dari kelompok lain, sehingga memungkinkan terjadi konflik antar kelompok. Owa betina akan mengeluarkan suaranya dengan tujuan sebagai penanda daera teritorinya dan dari suara kencang yang saling bersahutan kita dapat mengetahui julah kelompok Owa dalam cakupan sekitar.

Owa Jawa hidup dalam berkelompok dalam jumlah kecil dengan sifat Monogami, terdiri dari pasangan jantan dan betina beserta satu atau dua anak. Owa jawa dewasa akan setia kepada pasangannya hingga mati, dan tidak akan mencari pasangan lain dan akan hidup menyendiri sampai akhir hayatnya. Kelahiran owa jawa terjadi setiap 3 tahun sekali dengan masa kandungan selama 7 bulan. Bayi Owa Jawa akan disusui oleh indukan selama 18 bulan lamanya. Anakan Owa Jawa yang sudah dewasa akan memisahkan diri dan mencari pasangannya di usia 8 tahun.

Owa Jawa Dalam Konservasi

Owa Jawa termasuk ke dalam UU No.5 Th. 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati, Ekosistem serta Peraturan Pemerintah (PP) No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar dan Peraturan Menteri LHK No. P92 Tahun 2018 Tentang Perubahan Peraturan Menteri LHK No. P20 Tahun 2018 mengenai Perlindungan Tumbuhan dan Satwa Liar sehingga spesies ini suda memiliki payung perlindungan hukum yang kuat.

Walaupun Owa Jawa sudah termasuk dalam satwa yang dilindungi, Konservasi yang dilakukan cenderung sukar, terkait baik itu internal seperti sifat Monogami, Kecenderungan teritorial yang tinggi akan menyulitkan spesies ini untuk di konservasi. Kesulitan dari eksternal seperti penambangan ilegal, perburuan ilegal, kehilangan habitat akibat dieksploitasi memperparah keadaan populasi satwa ini. Salah satu cara untuk melindungi habitat asli dari Owa Jawa tersebut. Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, dan Taman Nasional Gunung Gede Panggrango menjadi pusat konservasi untuk menjaga populasi. Polisi hutan diturunkan untuk melakukan patroli di taman-taman nasional serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga hutan sebagai rumah bagi Owa Jawa .

Action Plan

Owa Jawa seharusnya hidup di lingkungan aslinya. Penjagaan kepolisian harus diperketat agar oknum yang mencoba merusak habitat Owa Jawa dapat ditindak lanjuti. Hukum mengenai Konservasi dan satwa yang dilindungi tidak hanya sekedar pajangan, melainkan harus ditegakkan agar oknum baik secara individual ataupun organisasi yang merusak habitat Owa Jawa dapat dipidanakan. Penyuluhan terkait pentingnya fungsi Hutan Primer sebagai rumah Owa Jawa harus ditingkatkan lagi, tidak hanya penyuluhan saja, melainkan ikut menggerakkan masyarakat khususnya sekitar khususnya disekitar Taman Nasional untuk menjaga satwa bagi kelangsungan hidup hingga kedepannya.

Daftar Pustaka

https://www.iucnredlist.org/species/10550/17966495

https://cites.org/eng/gallery/species/mammal/javan_gibbon.html

Listiany, Nitibaskara, T. U. dan Iskandar, S. 2012.  Pola perilaku pasangan owa jawa (Hylobates moloch) di Javan Gibbon Centre. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI). 24 (3) : 273 – 279.

Mustari, A. H. 2019. Flora dan Fauna Cagar Alam Leuweung Sancang. IPB Press, Bogor.

https://indonesia.go.id/ragam/keanekaragaman-hayati/sosial/owa-jawa-si-primata-setia-yang-terancam-punah#:~:text=Owa%20Jawa%20adalah%20jenis%20kera,dibandingkan%20dengan%20panjang%20tubuhnya%20sendiri.

Iskandar, S. 2016. Bioekologi dan Konservasi Owa Jawa. Forda Press, Bogor.

Just another Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta site

css.php