desideriayu

Bekantan (Nasalis larvatus), the Proboscis Monkey

Posted: November 29th 2018

Bekantan (Nasalis larvatus), the Proboscis Monkey

Bekantan (Nasalis larvatus) atau yang juga kerap disebut dengan kera hidung panjang, merupakan hewan endemik di Pulau Kalimantan. Ciri utama bekantan yang membedakannya dari monyet lain adalah hidungnya yang panjang dan besar, dimana ciri tersebut hanya ditemukan di spesies jantan. Fungsi dari hidung besar ini belum diketahui secara pasti, namun mungkin disebabkan oleh seleksi alam. Monyet betina lebih memilih jantan dengan hidung besar sebagai pasangannya.

Bekantan tersebar dan endemik di hutan bakau, rawa dan hutan pantau di pulau Borneo (Kalimantan, Sabah, Sarawak dan Brunei). Spesies ini menghabiskan waktunya di atas pohon dan hidup berkelompok, dengan 1 kelompok terdiri atas 10 sampai 32 monyet. Sistem sosial bekantan dasarnya adalah one-male group, yaitu satu kelompok terdiri atas 1 jantan dewasa, beberapa betina dewasa dan anak-anaknya. Selain itu, ada juga all-male group yang terdiri atas beberapa bekantan jantan. Jantan yang menginjak remaja akan keluar dari one-male group lalu berpindah ke all-male group, yang mungkin merupakan strategi untuk menghindari terjadinya inbreeding.

Berdasarkan data dari IUCN, bekantan merupakan hewan terrestrial yang habitatnya adalah hutan. Berdasarkan status konservasinya, bekantan termasuk dalam kategori ENDANGERED, dengan jumlah populasi yang menurun, tanpa adanya populasi yang terfragmentasi. Jumlah populasi bekantan yang menurun dan terancam punah diakibatkan oleh beberapa hal, seperti hilangnya habitat yang disebabkan oleh pengadaan area urban dan perumahan demi kepentingan komersial, penghilangan habitat disebabkan adanya sistem alami yaitu kebakaran, habitat yang hilang karena adanya penebangan kayu, populasi yang menurun karena diburu dan dimakan oleh masyarakat lokal dan nasional, dan juga diburu untuk digunakan sebagai obat di dunia internasional, seperti digunakan sebagai obat tradisional China. Aksi konservasi yang sudah pernah dilakukan adalah adanya satu area yang diproteksi, juga diberikan edukasi tentang bekantan, dan dilakukan konservasi secara ex-situ.

Selain aksi konservasi yang pernah dilakukan di atas, menurut saya, aksi yang mungkin dapat dilakukan secara personal untuk mengkonservasi bekantan dan bertahap, pertama adalah bergabung dengan komunitas yang bergerak dalam konservasi primata, kemudian memberi edukasi secara merata terhadap masyarakat, terutama masyarakat sekitar yang dekat dengan habitat bekantan. Setelah memberi edukasi, kedua adalah mengajak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi terhadap pemerintah, yaitu cara baru yang bisa dilakukan untuk meningkatkan penjagaan terhadap kawasan habitat bekantan, dengan cara lebih sering melakukan patroli terhadap kawasan tempat tinggal bekantan. Hal ini untuk mengantisipasi adanya masyarakat sekitar atau orang luar yang datang untuk mengeksploitasi bekantan sendiri maupun menebang kayu di kawasan tersebut.

Patroli yang dilakukan bisa dimulai dari masyarakat sendiri yang berada dekat dengan kawasan tersebut, atau diturunkan orang dari pemerintah langsung. Kegiatan patroli yang dilakukan akan bisa efektif, asalkan dilakukan dengan lebih rutin, misalkan minimal 1 minggu sekali, yang dibantu oleh masyarakat sekitar, supaya masyarakat memiliki kesadaran pentingnya hewan tersebut. Hanya saja, memang diperlukan bantuan dan izin pemerintah karena hal ini berkaitan dengan hal yang besar, dan diharapkan pemerintah mau mendengar dan mencoba untuk menerima usulan dari masyarakat sendiri, sehingga dapat diadakan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat lalu usaha yang dilakukan dapat berjalan dengan maksimal.

 


12 responses to “Bekantan (Nasalis larvatus), the Proboscis Monkey”

  1. Yovie Santosou says:

    Memang Bekantan ini perlu dilindungi dengan langkah yg sederhana, terus lanjutkan action mu untuk Bekantan!

  2. parcelinenathalie23 says:

    Terima kasih atas infonya. Terus lanjutkan usahamu untuk melindungi Bekantan dari kepunahan!

  3. caeciliabekti says:

    greaattt ideaa,, semoga terlaksanaa konservasinyaa,, mungkin bisa sebar poster di kampus untuk aksi yg lebih kecilnya. Save Bekantan!!

  4. Disa Fabiana says:

    saya mendukung aksi kamu “good idea”, Terimakasih juga untuk informasi yang diberikan. Semoga kita bisa ikut turut aktif membantu menjauhkan Bekantan dari kepunahan!

  5. renkarenninabrata says:

    Informasi yang disampaikan menarik dan saya setuju pentingnya edukasi, peran semua pihak dan pengawasan yang tepat agar konservasi bekantan dapat terlaksana. Terima kasih infonya dan salam konservasi !

  6. Yohanaprimadewi25 says:

    Bekantan memang spesies yang sangat menarik dengan ciri khas yang dipunyai. saya pernah melihat langsung dan itu sangat mengesankan, action plan yang cukup baik untuk menyelamatkan nya. Keep it Going!!

  7. Artikel yang sangat menarik dan informatif sekali. Semoga action plannya bisa terlaksana. Semangat! 🙂

  8. vennyadellaa says:

    Sangat baik untuk diterapkan untuk turut serta membantu penjagaan hewan langka di Indonesia !

  9. THE TEA IS HOT says:

    good

  10. keithykho says:

    Menarik, artikel dilengkapi gambar memadai. Sukses untuk aksinya

  11. agathachandra says:

    wahhh bagus sekali informasinya sangat menambah wawasan, action plan juga sangat inovatif dan kreatif

  12. agathachandra says:

    Wahhh informasi nya sangat edukatif sekali untuk pembacanya, action plan nya juga sangat menarik dan inovatif dan kreatif, semangat untuk merealisasikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php