KSDL MINERAL INDONESIA

Blog Archives


Si Gajah Sumatra dan Kotorannya

Posted: May 27th 2013

Konflik gajah dan manusia semakin sering terjadi. “Di Sumatra, bukaann lahan hutan sudah mencapai 70 persen. Ruang gerak gajah dan harimau pun menjadi sempit,” ujar Efransjah, CEO WWF Indonesia. Untuk mendukung upaya konservasi gajah sumatra atau Elephas maximus sumatrensis, WWF melakukan penelitian DNA berdasarkan sampel fekal (kotoran) gajah untuk memperkirakan jumlah populasi, pemetaan sebaran, pendalaman faktor kekerabatan, serta aspek ekologi lainnya. Sangkot Marzuki, Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman menambahkan bahwa, “Teknologi molekuler tak hanya dibutuhkan di bidang kedokteran saja, tetapi juga ternyata diperlukan di dalam bidang kehutanan untuk kegiatan forensik dan konservasi.” Dalam presentasinya Sunarto juga memaparkan soal perkiraan jumlah populasi gajah di Riau yang pada tahun 1985 berangka 1.342 dan pada 2007 menyusut menjadi hanya 210. “Kini status keterancaman gajah dan harimau di Sumatraberdasarkan kriteria IUCN adalah Critically Endangered, selangkah lagi menuju kepunahan,” tegasnya. (Titania Febrianti, National Geographic Indonesia) Kasus konflik dengan manusia seperti ini menjadi “musuh” pertama untuk spesies terancam … Read more



© 2022 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php