KSDL MINERAL INDONESIA

Konservasi !!! Feminisme !!! Alam !!!

Posted: May 27th 2013

Ekofeminisme ialah pandangan yang mendasarkan dari dua pemikiran penting ekologi dan feminisme, oleh karena itu pandangan ini dikenal sebagai “the ecology of feminism and the feminism of ecology” yang menawarkan jalan keluar masalah kehidupan manusia dan alam (Shiva, 1997: xviii).

Ekofeminisme menggabungkan kritik ekologi dengan kritik gender, dan menujukan kritiknya kepada ilmu pengetahuan Barat yang berciri dualistik, cenderung didominasi teknologi dan buta gender. Para ekofeminis menyatakan bahwa dominasi atas alam adalah secara langsung berhubungan dengan faktor-faktor ekonomi, budaya, psikologi yang menciptakan hierarkhi, dan pada prakteknya menindas perempuan dan mengeksploitasi alam. Karakteristik dari ideologi-ideologi maskulin seperti misalnya; perang dan kekerasan, diskriminasi, pandangan etnosentrik, yang difasilitasi oleh teknologi dan ilmu pengetahuan Barat dilihat oleh kaum ekofeminis menjadi ancaman besar atas kesinambungan alam dan lingkungan (Plumwood 1993).

Ekofeminisme, selain mampu menerangkan latar belakang subordinasi perempuan, juga mampu menjelaskan latar belakang kerusakan lingkungan hidup global. Ekofeminisme melihat masalah relasi antarmanusia (termasuk perbedaan gender) maupun relasi manusia dengan alamnya adalah saling berkaitan satu sama lain, karena berawal dari pandangan umum dan ilmu pengetahuan yang mesti dikritisi bahkan didekonstruksi. Ekofeminisme mampu menemukan titik tolak bersama atau solusi yang tepat menggambarkan dan menjawab bahwa energi feminitas dan bukan maskulinitas, berpotensi untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. Intisari dari gerakan ekofeminisme adalah menuntut terciptanya hak yang sama dalam mendapatkan akses terhadap sumber daya alam, dengan melihat keberlanjutan ekologi baik perempuan maupun laki-laki, melindungi hak-hak mereka yang lemah, menjaga harmoni dalam semua komunitas, menolak segala kekerasan dan dominasi yang mengancam perempuan, anak-anak, masyarakat lokal dan terhadap alam, serta menghargai keberagaman hayati dan kearifan lokal.

Hal ini ditunjukkan dari beberapa contoh kasus yang menunjukkan bahwa adanya peran feminisme di dalam pelestarian alam seperti yang dikutip oleh beberapa media online. Misalnya, di Desa Reni, India utara, melawan kontraktor swasta dan pemerintah yang menebangi hutan. Contoh lainnya misalnya yang dilakukan oleh Mama Aleta terhadap lingkungan di Flores. Awalnya hanya tiga orang yang berpartisipasi. Bermodalkan keprihatinan dan kegigihan, Mama Aleta mencari dukungan dari kampung-kampung.

Perjalanannya hanya mengandalkan kaki. Jarak tempuh dari kampung ke kampung bisa menghabiskan waktu enam jam. Namun itu bukanlah halangan. Dari tiga orang, sekarang menjadi ratusan orang. Bersama-sama, mereka menenun di depan kantor pertambangan. Tidak berbicara sama sekali dan hanya menenun. Aksinya itu bisa berlangsung sebulan, dua bulan, bahkan hingga setahun membuat mereka terpaksa terpisah lama dari sanak keluarga tercinta. Semuanya demi kelestarian alam dan kehidupan bersama.

Perjuangan Mama Aleta tersebut di awali pada 1996, kehidupan masyarakat suku Molo, Nusa Tenggara Timur terusik oleh kedatangan beberapa perusahaan tambang marmer.

Perusahaan tersebut siap mengeksplorasi gunung Bukit Naususu, gunung yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat. Buat suku Molo dan sebagian besar rakyat NTT, alam memang dianggap sakral. Alam juga menjadi sumber minuman dan makanan, obat-obatan termasuk mata pencaharian mereka. Bukan dengan merusaknya, melainkan memanfaatkannya secara bertanggungjawab dengan €merawat dan menanam kembali. Seiring perjalanan waktu, hutan-hutan di area pegunungan mulai ditebang. Alhasil, bencana alam seperti longsor sering menimpa mereka. Debit air pun berkurang. Siapa yang tidak geram ketika rumahnya dirusak oleh “orang asing”.


3 responses to “Konservasi !!! Feminisme !!! Alam !!!”

  1. berlindis says:

    lestari alamku, lestari desaku
    hidup wanita Indonesia 🙂

    • debrittows says:

      lin…
      tolong komentarin yang Si Gajah Sumatra dan Kotorannya..
      Oke LIN,,
      makasihh LIN 🙂

  2. ilovejes says:

    kok…
    malah kayak cerita yach Lin…
    hehehehehehe :)…

    LIKE THIS…

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.

Artikel lainnya

KEHIDUPAN MINERAL DI INDONESIA

Go to post

Si Gajah Sumatra dan Kotorannya

Go to post
© 2022 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php