KSDL MINERAL INDONESIA

KEHIDUPAN MINERAL DI INDONESIA

Posted: May 14th 2013

Tidak dapat dipungkiri, sumberdaya mineral sebagai salah satu sumberdaya alam, merupakan sumber yang sangat penting dalam menopang perekonomianIndonesia. Bahkan beberapa jenis mineral, yakni minyak dan gas bumi, pernah menjadi soko guru perekonomian Pemerintah. Dalam skala global, mineral – khususnya penghasil energi utama; bahkan berperan strategis dalam menentukan peta perpolitikan dunia. Sementara mineral dalam bentuk logam mulia emas juga memiliki posisi penting dalam perekonomian dunia.

 

Penyebaran mineral di Indonesia tidak merata sesuai kondisi geologi di sepanjang bentang kepulauan nusantara. Perkembangan ilmu geologi telah memberikan gambaran tentang cara terjadinya mineral dan berbagai faktor yang mengendalikannya. Dengan mengetahui faktor – faktor geologi, penyebaran mineral itu dapat diperkirakan. Karena itu diperlukan pengetahuan tentang kondisi geologi yang mencakup seluruh wilayahIndonesia.

Melalui pemetaan geologi, baik secara remote sensing (penginderaan jarak jauh) maupun dari hasil ground truth (kenyataan lapangan),Indonesiatelah memiliki peta geologi yang mencakup seluruh wilayahIndonesia. Berdasar peta geologi tersebut para ahli dapat menyusun berbagai teori atau hipotesis dalam tujuan pencarian mineral, sebab pembentukan mineral berkaitan dengan berbagai proses geologis.

 

Mineral yang dipakai sehari – hari dalam kehidupan umat manusia tidak semuanya terdapat diIndonesia. Diperkirakan hanya 30% atau 30 Macam mineral utama terdapat di Indonesia. Mineral tersebut adalah emas, perak, tembaga, nikel, timah putih, timah hitam, alumunium, besi, mangan, chromit, minyak bumi, gas bumi, batubara, yodium, berbagai garam, berbagai mineral industri (asbes, bentonit, zeolit, belerang, fosfat, batu gamping dll), batu mulia, termasuk intan, dan bahan bangunan. Mineral langka masih belum diketahui di Indonesia, demikian juga uranium, hingga saat ini belum tersedia data yang rinci mengenainya.

 

Karakteristik sumberdaya mineral di Indonesia telah banyak tersingkap melalui aplikasi teori tektonik global dan teori tektonik lempeng. Melalui penerapan teori tersebut dapat ditelusuri jalur – jalur magmatik yang membawa cebakan mineral bahkan ke tempat yang belum disentuh sama sekali, umpamanya di dasar laut. Sebagai contoh, pembentukan mineral logam sangat erat kaitannya dengan proses magmatik, sehingga mineral logam umumnya dijumpai di dalam batuan vulkanik. Dengan mengetahui karakteristik tersebut, pengelolaan dan eksplorasi mineral dapat direncanakan dengan pertimbangan yang lebih baik.

Masih banyak potensi kekayaan sumberdaya mineralindonesiayang belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan sumberdaya dan cadangan mineral yang ada masih dapat bertambah jika eksplorasi terus dilakukan. Potensi tersebut antara lain terdapat pada batuan yang lebih tua atau Pra – Tersier. Sejauh ini minyak dan gas bumi baru diproduksi dari batuan berumur Tersier, karena lebih dangkal letaknya. Demikian pula halnya dengan potensi sumberdaya mineral lainnya yang ada di bentang kepulauanIndonesia.

Agar bisa memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap perekonomian negara, Pemerintah sebagai pelaksana dari peraturan perundangan sudah seharusnya segera membenahi sektor tambang. Kebijakan dan langkah yang ditempuh harus didasari pemahaman tentang karakteristik dan potensi sumberdaya mineral sekaligus pertimbangan dampaknya bagi manusia dan lingkungannya.

 


One response to “KEHIDUPAN MINERAL DI INDONESIA”

  1. Benedictus Raymond says:

    bahannya seperti kurang ya? bahasan yang diberikan sepertinya kurang spesifik dan meluas.

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.

Artikel lainnya

IBU KARTINI DALAM JIWA KAREN AGUSTIAWAN

Go to post

Konservasi !!! Feminisme !!! Alam !!!

Go to post
© 2022 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php