Teknobiologi

Selamatkan Penyu sAmas IJO

Posted: December 6th 2016

a

Sobat, kita abis wawancara ekslusif sama Paijo dari reiSPIRASI.
reiSPIRASI adalah sebuah komunitas dengan berbagai kegiatan yang dapat membantu kita untuk mengeksplorasi alam dan juga untuk belajar lebih banyak tentang alam. Penasaran kita ngobrolin apa? Yuk simak obrolan kita. Yuk simak obrolan lengkapnya 🙂

Saya: Halo selamat pagi makhluk kecil unyu-unyu!

Paijo: iyaaaaaaa selamat pagi

Saya: Dari tadi kamu mondar-mandir di pantai Samas dengan ceria dan bersemangat membersihkan pantai, memangnya kamu siapa?

Paijo: namaku Paijo, nama panjangnya Penyu sAmas IJO. Ini lagi bantu teman-teman reiSPIRASI, bersih-bersih pantai Samas yang kondisinya mengkhawatirkan. Kalo mau tau tentang aku nih ada biodataku

Nama lain : penyu lekang, penyu sisik semu,penyu abu-abu
Bahasa Inggris : Olive Ridley turtle
Nama ilmiah : Lepidochelys olivacea

UKURAN
Panjang lengkung karapas /CCL (Curved Carapace Lenght) : 62 – 70 Cm
Berat: penyu dewasa 35 – 45 Kg

Makanan : kepiting, udang, ikan dan ubur-ubur
TEMPAT HIDUP
Perairan hangat di wilayah samudera Pasifik, Hindia dan Atlantik. Mereka ditemukan bertelur di pesisir selatan kepulauan Indonesia, termasuk di pesisir pantai selatan Bali seperti di patai Kuta, pantai Tegal Besar, Klungkung – Bali. Di beberapa tempat di India dan Meksiko penyu ini datang dalam jumlah ribuan untuk bertelur bersama-sama di sebuah pantai, yang disebut dengan “arribadas”

CIRI-CIRI UMUM
Penyu ini adalah jenis penyu yang terkecil dari jenis penyu lainnya. Warna karapasnya abu-abu kehijauan, tukik berwarna abu-abu

DILINDUNGI DI INDONESIA
Dilindungi oleh pemerintah Republik Indonesia sejak tahun 1980 berdasarkan keputusan menteri Pertanian
No. 716/Kpts-Um/10/1980.

Saya: wih wih unik ya kamu oiya emang kenapa Pantai Samasnya? kok bisa mengkhawatirkan?

Paijo: yaaa…. karena pantainya tercemar banyak sampah. Sampah yang dibuang sembarangan. 70 persen sampah yang dibuang sembarangan akan angin dan hujan, dan terbawa arus sungai, akhirnya mumpuk di pantai.

Paijo: Sampah yang menumpuk di pantai, selain tidak enak dipandang, juga menghalangi penyu dewasa yang mau menepi untuk bertelur.  jika termakan, plastik yang tidak dapat terurai dapat menutup saluran pencernaan dan meracuni tubuhku Jadinya makin sedikit deh penyu yang ada di pantai Samas.

Paijo: Aku juga pengen mengajak teman-teman yang peduli lingkungan untuk main ke pantai Samas, biar banyak yang tahu dan peduli pada pantai Samas. Rumah aku dan saudara-saudara aku.

Saya: wah hebat sekali semangatmu Jo, salut banget aku sama kamu. Sini aku bantuin juga. Sukses juga ya buat Paijo & reiSPIRASI. Aku juga mau ajak banyak teman-teman untuk peduli pada pantai Samas. Biar kamu dan saudaramu ga kesusahan lagi kalau menepi ke pantai Samas.

Nah itu dia wawancara eksklusif kita dengan Paijo.

c

Saat ini saya sudah bergabung dengan Earth Hour Jogja nah disini saya bersama komunitas Earth Hour Yogyakarta melalui project #konservAKSI  bekerja sama dengan reiSPIRASI dan pemuda pantai Samas, berencana menginisiasi pengadaan tempat pengelolaan sampah, lengkap dengan gerobak sampah yang akan digunakan untuk mengumpulkan sampah dari pantai Samas. Target dari #konervAKSI  ini adalah pembangunan bak sampah dan pengandaan gerobak sampah untuk digunakan oleh warga. Juga pemungutan sampah oleh dinas terkait, agar sampah ini tidak kembali mencemari pantai Samas. Berawal dari pengadaan Bak sampah ini, kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai pemilahan sampah untuk warga sekitar. Kedepannya diharapkan dari bak sampah ini dapat berkembang menjadi Bank Sampah yang dikelola oleh warga pantai Samas ini.

Kita semua juga bisa ikutan bantu Paijo dan kawan-kawan lho. Pengen tahu gimana caranya? Buka aja link ini sobat http://indokasih.com/appeal/penyulekang Disana bisa bantu bikin Bak Sampah buat pantai Samas, biar sampah-sampah ini bisa ditaruh di tempat yang tepat. Nantinya donasi ini juga akan digunakan untuk penyuluhan pengolahan sampah oleh warga sekitar, jadi ga cuma di kumpulkan tapi juga di manfaatkan.

Dari Sampah jadi Berkah.

de

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php