Dea Nadepansa

Pengantar Teknologi Informasi – Mengelola Data dan Informasi Organisasi

Posted: October 15th 2012

Di dalam informasi tentunya mempunyai data-data yang perlu disimpan di salam database. Penyusun basis data dimulai dari kumpulan karakter yang membentuk fileds, kumpulan fileds membentuk records, kumpulan records membentuk file, dan kumpulan file-file membentuk basis data. Tipe-tipe data yaitu dapat berupa :

  • Text : berupa pesan, kalimat atau special karakter
  • Numeric : berupa angka
  • Auto Number : berupa nomor unik yang otomatis bertambah jika terdapat record baru
  • Currency : mata uang atau nilai desimal
  • Date : berupa tanggal (bulan, tanggal, tahun, dan terkadang dapat berupa waktu)
  • Memo : berdasarkan panjang text yang dimasukkan
  • Yes/No : hanya berisi yes atau no
  • Hyperl; ink : web address yang menge-link ke document atau page website
  • Object  : dapat berupa audio, video, atau dokumen yang dibuat di applikasi lain

Didalam mengelola basis data maka akan terbiasa menggunakan kata entity, attribute, primary key, dan secondary key. Entity merupakan orang, tempat, benda, atau kejadian yang berupa informasi dari suatu hal yang dikelola. Attributemerupakan Karakteristik atau kualitas yang mendiskripsikan entitas tertentu. Primary keymerupakan field yang secara unik mengidentifikasikan record. Secondary key merupakan field yang tidak unik tetapi dapat digunakan untuk membentuk grup dari records.

Dalam memproses suatu data terdapat dua cara yaitu tradisional dan modern. Dengan cara mengelola data secara traditional maka akan banyak terjadi kesalahan antara lain:

  • Data redundancy : Data yang sama ditemukan di beberapa tempat
  • Data inconsistency : Salinan berbagai data tidak lagi sama
  • Data integrity : Data harus akurat dan benar
  • Security : Sulit membatasi akses ke berbagai data pada berbagai aplikasi
  • Data isolation : Data pada file data dari beberapa aplikasi sulit diakses dan integrasikan
  • Application data : Aplikasi dikembangkan berdasarkan bagaimana data  disimpan

Dengan cara modern, banyak program dan pengguna bisa berbagi data di database. Dna data aman karena hanya authorized user yang bisa mengakses data tertentu. Dibawah ini dapat dilihat perbedaan traditional dan modern database

 

Berikut ini terdapat dua cara dalam menempatkan data pada database yaitu Centralized dan Distributed.

Centralized database mempunyai ciri-ciri berikut ini:

–Semua file berada pada satu lokasi fisik yg sama
–Menyediakan database administrators  dengan kemampuan mengelola keseluruhan database pada satu lokasi
–Konsistensi data ditingkatkan dan lebih aman
–File hanya bisa di akses melalui centralized host computer
–Proses Recovery lebih mudah
–Rentan terhadap single point of failure
–Speed problem terkait transmission delays
Distributed database mempunyai ciri-ciri :
–Salinan lengkap dari basis data atau sebagian dari basis data, berada pada lebih dari satu lokasi, dekat dengan pengguna
Dalam mengembangkan database dapat dilakukan dengan 4 tahap yaitu
  1. Mengembangkan Conceptual Design
  2. Membuat ER (Entity-Relationshop) modeling
  3. Normalisasi
  4. Mengimplementasikan struktur data fisik dari basis data pada  database management system software

Komponen DBMS

•  Data Model
– Mendefinisikan cara data di strukturkan secara konseptual
• Data Definition Language (DDL)
– Digunakan untuk menjelaskan isi dan struktur dari data base
– Users menjabarkan logical view (schema) dari database menggunakan DDL
– Mendefinisikan Physical characteristics dari records dan fields
– Relationships, primary keys, and security can be established
• Data Manipulation Language (DML)
– Digunakan untuk mendapatkan isi dari database, menyimpan atau meng-update informasi pada database, dan mengembangkan aplikasi database
– Structured query language (SQL) – most popular relational database language
• Data Dictionary
– Menyimpan definisi dari elemen data dan karakteristik data
Penyimpanan data dapat dibagi menjadi dua yaitu data warehouse dan data mart.
Data warehouse 
– Sistem basis data yang dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan
– Penekanan pada pengorganisasian data yang baik, dalam cara yg dipahami sehingga    pengguna bisa mendapatkan jawaban dari pertanyaan (queries)
– Data yang disimpan adalah data saat ini, masa lalu, detil dan rangkuman data
– Terdapat Metadata (data tentang data) untuk membantu melacak isi dari data warehouse
Data mart
– Skala kecil dan lebih simple dari data warehouse.
Data mining
– Mengekstrak pengetahuan dari data warehouse
– Menggunakan algoritma tingkat tinggi untuk menemukan pola tersembunyi, korelasi, dan relasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php