David Hermawan

Trenggiling (Manis javanica) yang Terlupakan

Posted: November 29th 2018

Trenggiling (Manis javanica) merupakan mamalia dari Ordo Pholidota, Family Manidae, dan Genus Manis. Di dunia terdapat 7 spesies trenggiling yang tersebar yakni Manis javanica tersebar di Asia Tenggara yakni di Indonesia, Malaysia, dan Indochina ; Manis pentadactyla tersebar di Nepal, Himalaya Timur, Myanmar dan China ; Manis crassicaudata hidup di India dan Srilanka; Manis tertradactyla atau trenggiling tak berekor, hidup di Asia; Manis temmenki hidup di Asia; Manis triscuspis hidup di Asia dan Manis gigantean hidup di Afrika.

Trenggiling termasuk satwa nocturnal yakni aktif mencari makan pada malam hari. Kadang-kadang ditemukan hidup soliter (sendiri), meskipun kadangkala ditemukan hidup berpasangan. Sebagai satwa yang aktif di malam hari, trenggiling tersebut tidur sepanjang hari dalam lubang-lubang pada tanah atau pada cabang pohon, dan pada malam hari keluar dari lubangnya untuk mencari mangsanya berupa semut atau rayap.

Hasil gambar untuk status konservasi trenggiling

Permasalahan yang dialami oleh trenggiling yaitu pemanfaatan trenggiling secara illegal sebagai makanan ataupun obat bahkan bahan baku pembuatan shabu-shabu meningkat sengat pesat. Banyak kasus penyitaan atau penggagalan oleh aparat penegak hokum terhadap penyeludupan daging dan sisik trenggiling. Pola pemanfaatan trenggiling dengan cara pemanen langsung dari alam sangant meningkat dan umumnya dilakukan secara illegal sehingga diyakini akan mengancam kelestariannya di alam. Sehingga trenggiling tersebut sudah termasuk critical endangered yang dimana diperlukan perlindungan agar tidak punah.

Aksi yang dapat saya lakukan yaitu dengan membantu konservasi trenggiling dengan melakukan penangkaran dan melepaskan trenggiling di Taman Nasional agar dapat dilindungi. Penangkaran dilakukan agar trenggiling dapat berkembang biak dan memperbanyak populasi trenggiling tersebut. Sedangkan pelepasan di Taman Nasiona membuat trenggiling tersebut dapat hidup seperti sediakala dialam seperti semula.


5 responses to “Trenggiling (Manis javanica) yang Terlupakan”

  1. billyantor says:

    artikel yang menarik dan sangat menyadarkan pada kita tentang satwa yang terancam punah harus kita lindungi. menanggapi aksi anda, penangkar dari trenggiling tentunya harus disosialisasi supaya mereka tidak serta merta melakukan penangkaran dengan tujuan untuk menjualnya demi mendapatkan keuntungan.

  2. nichandrs says:

    post ini lumayan baik alkah baiknya jika ditambahkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih melestarikan trenggiling agar dapat terlindungi

  3. Stefanus Setia Putra says:

    Postingan ini menambah wawasan saya akan spesies ini, dan juga membuat saya ingin ikut melestarikan spesies ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php