David Cees

Hutanku Bukan Isi Perut dan Dompet Serakah

Posted: August 29th 2016

Hutanku Bukan Isi Perut dan Dompet Serakah

kucing batu 3

Klasifikasi

Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Carnivora

Famili : Felidae

Genus : Pardofelis

Spesies : Pardofelis marmorata

 

Sistem: Terrestrial

Generasi Panjang (tahun): 5 tahun


nama Pardofelis marmorata pertama kali diusulkan oleh penjelajah Rusia dan naturalis Nikolai Severtzov pada tahun 1858 sebagai nama umum yang terdiri dari spesies felid tunggal yang terdapat dihutan tropis Asia. Pada tahun 1939, ahli zoologi Inggris Reginald Innes Pocock menggambarkan Pardofelis marmorata atas dasar kulit dan tengkorak yang berasal dari Sumatera. Pardofelis marmorata juga terdapat di pulau Kalimantan, namun habitatnya yaitu hutan terganggu akibat dari pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit yang sudah meraja lela dipulau Kalimantan, pembukaan tambang batu bara, dan pembakaran hutan gambut. Hal tersebut menyebabkan Pardofelis marmorata  banyak mati akibat tidak mendapatkan tempat tinggal sehingga tidak dapat beradaptasi, ada pula yang masuk kedalam pemukiman penduduk akibat tidak adanya makan yang didapat, sehingga penduduk dapat menjadikannya lauk pauk yang nikmat, yang menyebabkan turunnya populasi Pardofelis marmorata.

Pardofelis marmorata terdaftar sebagai hewan yang hampir terancam punah. Perubahan status dari rentan terkena serangan yang ditafsirkan pada tahun 2008 hingga hampir terancam punah, tidak harus diputuskan menjadi usaha dalam melindungi populasi atau pengurangan ancaman. Ancaman utama kepunahan kehidupan kucing batu tergantung pada hutan. Pardofelis marmorata akan punah Jika hilangnya hutan serta degradasi terus akibat dari penebangan dan perluasan pemukiman manusia dan pertanian, termasuk perkebunan kelapa sawit. Pardofelis marmorata diperdagangkan baik itu kulit, daging dan tulang, meskipun jarang diamati dalam perdagangan satwa liar (Nowell dan Jackson 1996). Namun, mungkin bahwa pembunuhan dan perdagangan ilegal kucing batu tidak dilaporkan dibandingkan dengan spesies lain.

Data saat ini menyatakan bahwa Pardofelis marmorata hidup tergantung hutan namun tidak bertahan dalam hutan yang terdegradasi. Hal ini juga ditinjau pada rentang ketinggian yang luas dan pada daerah kasar sampai dengan daerah di mana hilangnya hutan lebih lambat dari rata-rata dalam suatu daerah. Pardofelis marmorata juga terancam oleh perburuan, namun data kuantitatif tentang terancam akibat perburuan kurang dan penilai tidak dapat menilai dampak dari perburuan mempengaruhi minimnya populasi.

P.marmorata

Pardofelis marmorata terdaftar di CITES Appendix I dan dilindungi oleh undang-undang nasional di sebagian negara. Berburu Pardofelis marmorata dilarang di Bangladesh, Kamboja, Cina (Yunnan), India, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Nepal dan Thailand. Adapun peraturan berburu Pardofelis marmorata di Laos dan Singapura (Nowell dan Jackson 1996). Hal ini terjadi di banyak kawasan lindung, tetapi tingkat perlindungan aktif untuk satwa liar sangat bervariasi antara negara dan juga antara area yang dilindungi dalam negara, hal itu juga terjadi di tempat-tempat yang tidak dilindungi. Namun, untuk lebih memahami kebutuhan konservasi dan untuk mewujudkan penilaian yang lebih baik di masa depan, diperlukan penelitian lebih lanjut dalam ekologi kucing batu, distribusi dan status.

 

 

fix

Status keberadaan Pardofelis marmorata  menurut IUCN

Pardofelis marmorata ditemukan dari kaki bukit Himalaya di Nepal arah timur ke barat daya Cina, ke selatan seluruh daratan Asia Tenggara termasuk di pulau Kalimantan dan Sumatera. Ada banyak catatan terbaru dari kawasan lindung dan non-lindung di beberapa daerah menurut IUCN yaitu :

  1. Kalimantan : Danum Valley Area Konservasi dan sekitarnya hutan produksi, Tabin Wildlife Reserve, Crocker Range National Park, Kinabatangan Wildlife Sanctuary, Gomantong Forest Reserve, dan Tawau Hills National Park Maliau Basin Conservation area Deramakot Forest Reserve, Sabangau tangkapan (termasuk Taman Nasional Sebangau), Bawan Kompleks hutan, Taman Nasional Kutai, Murung Raya Kompleks hutan, hutan Lindung Sungai Wain, dan wilayah Upper Baram dari Sarawak (Mathai et al 2010.),
  2. Sumatera: Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
  3. Semenanjung Malaysia: Endau Rompin National Park
  4. Myanmar : Taninthary Nature Reserve
  5. Thailand : Phu Khieo Wildlife Sanctuary
  6. Kamboja: Phnom Prich Wildlife Sanctuary, Preah Roka Forest utara-timur
  7. India : Namdapha Tiger Reserve, Pakke Tiger Reserve, Eaglenest
  8. Bhutan : Royal Manas National Park
  9. Bangladesh: kabupaten Moulvibazar (Khan 2015).

pardofelis marmorata 2

Persebaran Pardofelis marmorata terdapat dibeberapa negara yaitu di Bangladesh, Bhutan, Brunei Darussalam, Kamboja, Cina, India, Indonesia (Kalimantan, Sumatera), Republik Demokratik Rakyat Laos, Malaysia (Semenanjung Malaysia, Sabah, Sarawak), Myanmar, Nepal, Thailand, dan Viet Nam. Data tentang habitat dan ekologi Pardofelis marmorata saat ini menunjukkan bahwa populasi Pardofelis marmorata tergantung hutan, terutama terkait dengan hutan tropis gugur-cemara lembab dan campuran (Nowell dan Jackson 1996), dan mungkin Pardofelis marmorata lebih suka hutan bukit (Duckworth et al. 1999, Holden 2001, Grassman et al. 2005). Upaya penggunaan kamera trap di seluruh jangkauan Pardofelis marmorata mengungkapkan pendeteksian dari daerah yang terganggu. tetapi survei perkebunan kelapa sawit di Sabah, Borneo Malaysia belum terdeteksi adanya Pardofelis marmorata dalam perkebunan.

 

Ross, J., Brodie, J., Cheyne, S., Datta, A., Hearn, A., Loken, B., Lynam, A., McCarthy, J., Phan, C., RASPHONE, A ., Singh, P. & Layu, A. 2016. Pardofelis marmorata. IUCN Red List of Threatened Species 2016: e.T16218A97164299.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php