daruaji

Sesosok Penunggu Pantai Selatan yang Terancam Punah

Posted: December 1st 2018

Siapa yang mengenal pantai Pelangi? Apakah dari kalian pembaca mengetahui dimana pantai Pelangi?. Sebagian besar pasti akan menjawab tidak tahu. Jawaban itu juga akan saya lontarkan, jika saya tidak pernah berkenalan lebih dekat dengan sosok penunggu yang berada di pantai Pelangi. Sosok ini yang akan kita bahas karena saat ini keberadaannya mulai terancam kepunahan. Sebelum kita membahasnya, kita ungkap dulu kawasan pantai Pelangi. Pantai Pelangi berada di Yogyakarta tepatnya di sebelah barat pantai Parangtritis, yang terkenal akan wisatanya baik domestik maupun mancanegara. Pantai ini hanya terkenal oleh beberapa kalangan saja antara lain jika tidak pemancing atau para konservator, sehingga terk

adang suasana pantai in

i sepi seperti tidak bernyawa.

Sosok ini yaitu Lepidochelys olivacea (Penyu Lekang) merupakan salah satu spesies kunci (keystone) yang menjaga kelangsungan hidup ekosistem di laut pantai Selatan bahkan seluruh lautan dunia. Mengapa mereka disebut dengan keystone? Hal ini disebabkan karena mereka membantu menjaga ekosistem laut dan nelayan untuk mempertahankan tangkapan mereka sehari-hari yaitu dengan membantu penyebaran terumbu karang dan lamun, memakan organisme pemakan lamun, dan memakan ubur-ubur. Terumbu karang yang sehat merupakan bukti bahwa ekosistem di suatu lautan sehat sehingga organisme laut akan melimpah di tempat tersebut. Ubur-ubur yang terlalu melimpah atau disebut dengan jellyfish blooming merupakan fenomena yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem sehingga organisme laut akan mengalami banyak kematian dan produktivitas nelayan akan mengalami penurunan.

Mereka sering menampakan dirinya pada bulan april hingga November untuk bertelur dan menaruh asa di bumi agar tetap lestari. Penyu lekang bertelur ketika sore menjelang malam atau pada dini hari. Mereka memiliki kebiasaan unik saat bertelur yaitu aribadda yang artinya bertelur secara bersama-sama dalam suatu pantai. Hal ini jarang terjadi di Pantai Pelangi yang kemungkinan besar karena semakin menurunnya individu yang bertelur dipantai tersebut. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh ulah MANUSIA.

Penurunan individu pada Penyu Lekang dapat dilihat berdasarkan jumlah pendaratan saat peneluran yang mulai mengalami penurunan bahkan ada beberapa pantai yang sudah tidak pernah dilakukan peneluran lagi oleh sosok penjaga pantai laut selatan ini yaitu pantai Parangtritis. Penyu lekang memiliki perilaku bertelur yang sama dengan ikan Salmon, dimana ia akan tetap bertelur di tempat ia menetas. Hal ini yang dapat menyebabkan akan terjadinya kepunahan lokal pada Penyu Lekang di Pantai Pelangi jika ia selalu diancam olen manusia.

Ancaman terbesar dilakukan oleh manusia yaitu dengan adanya perburuan Penyu bahkan telurnya untuk konsumsi maupun cenderamata. Selain itu kerusakan lingkungan laut yang disebabkan oleh sampah juga memiliki kontribusi yang tinggi terhadap penurunan populasi penyu lekang di pantai Pelangi. Manusia terkadang sering menggunakan penyu lekang sebagai umpan mereka memancing ikan Hiu di laut. Pada dasarnya kita sebagai manusia harus bisa melestarikan si penunggu pantai selatan ini agar laut Indonesia tetap lestari.

Bagaimana sih kita melakukan Pelestarian Penjaga Pantai Selatan ini??

  1. Edukasi terhadap Masyarakat

Informasi merupakan salah satu jembatan bagaimana masyarakat bisa ikut serta dalam melakukan pelestarian Penyu Lekang. Kegiatan yang saya pernah lakukan adalah dengan berkontribusi dengan KSB UAJY untuk memberikan edukasi pentingnya menjaga kelestarian Penyu Lekang di Pantai Pelangi dengan target peserta anak-anak sekolah dasar dan mahasiswa. Semakin luasnya informasi mengenai melestarikan Penyu Lekang maka kitapun berharap Penyu Lekang akan tetap lestari dan selalu menjadi sosok penunggu pantai Selatan.

  1. Mendukung Konservator dalam melakukan Konservasi Penyu Lekang

Konservator merupakan tangan kanan dalam melakukan upaya konservasi penyu Lekang. Pak Min dan Pak Daisuki merupakan konservator penyu Lekang yang terdapat di Pantai Pelangi. Para konservator harus selalu kita dukung dalam upayanya menjaga kelestarian Penyu Lekang dengan cara merawat kawasan konservasi, melakukan pelepasliaran tukik, serta melakukan studi untuk keberhasilan persentase penetasan tukik yang tinggi. Hal ini sering dilakukan oleh KSB UAJY untuk mendukung semangat konservator untuk terus melakukan konservasi Penyu Lekang

  1. Mengkampanyekan Pengurangan Penggunaan Plastik

Plastik merupakan sampah anorganik yang sulit untuk didegradasi oleh alam bahkan membutuh waktu ribuan tahun. Penyu Lekang terkadang menganggap plastik sebagai ubur-ubur yang merupakan makanan mereka. Plastik yang termakan oleh penyu lekang dapat terakumulasi di sistem pencernaan sehingga mengakibatkan kematian pada Penyu Lekang. Pengurangan penggunaan plastik bisa dimulai dengan memberikan informasi terhadap masyarakat untuk menggunakan barang-barang yang tidak sekali pakai sehingga mengurangi pencemaran.

  1. Melakukan monitoring Pantai

Monitoring pantai dilakukan saat Penyu Lekang melakukan peneluran. Kegiatan monitoring bertujuan untuk mengatasi terjadinya perburuan penyu dan telurnya. Semakin sering dilakukan monitoring maka akan semakin cepat kita untuk mencegah terjadinya perburuan daging dan telur penyu, sehingga semakin besar kemungkinan penyu yang menetas dan dilepasliarkan di alam.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php