Langkah Daftar Hak Merek Gratis, tips eksis dimasa pandemi

Tips Eksis di Tengah Pandemi

Kunci keluarga bahagia adalah ibu yang bahagia. Kenapa demikian? Karena pengelolaan rumah tangga ada di tangan ibu. Nah, sekarang saya ingin berbagi tips eksis di tengah pandemi bagi seorang ibu.

Sudah kodratnya bahwa kepala keluarga adalah pencari nafkah untuk menghidupi keluarga. Sedangkan istri atau ibu adalah pendamping suami atau kepala keluarga sebagai manajer rumah tangga.

Namun tidak jarang saya menemui yang terjadi adalah sebaliknya dimana istri atau ibu yang menjadi tulang punggung. Bagi saya hal ini tidak ada yang salah. Tidak perlu saling menyalahkan. Toh sebuah pernikahan terjadi karena si pria dan si wanita sudah siap untuk hidup bersama dengan saling melengkapi.

Nah, jika sesuatu sudah diniati sejak awal, tentunya sudah siap dong ya dengan konsekuensi ke depannya. Saya pribadi selalu menanamkan dalam hati dan pikiran saya bahwa apa yang sudah saya mulai dengan baik maka akan saya akhiri dengan baik-baik juga.

Artinya adalah bahwa apa yang sudah saya putuskan di awal maka saya akan siap menanggung segala resiko dan konsekuensinya. Jika sesekali menangis atau mengeluh itu manusiawi, tapi kembali lagi ingatlah keputusan yang pernah diambil dulu. Tak perlu ada penyesalan, cukup jalani saja.

Pandemi Coronavirus yang telah berlangsung sekitar setengah tahun ini cukup banyak menguras tenaga dan pikiran ibu. Bagaimana tidak? Saat pandemi datang, kemudian disusul dengan pemotongan gaji-gaji karyawan hingga pemutusan hubungan kerja. Sesuatu yang pasti membuat syok para ibu.

Ditambah lagi dengan kegiatan sekolah anak-anak yang berubah menjadi pembelajaran jarak jauh. Ini juga menambah beban tugas ibu.

Di saat ibu pusing mengatur keuangan rumah tangga yang tidak lagi sama dengan biasanya, masih ditambah pula dengan mendampingi anak-anak belajar dari rumah. Bagi yang anaknya sudah SMP keatas mungkin tidak menjadi beban, tapi bayangkan jika anak-anaknya masih duduk di bangku TK atau SD.

Menurut saya, pandemi bisa dilihat dari 2 sisi. Di satu sisi bisa dikatakan sebagai musibah. Di sisi lain pandemi ini juga membawa hikmah.

Jika memikirkannya sebagai musibah, maka saya yakin hidup ini akan semakin terasa berat dan susah. Setiap hari hanya meratapi nasib sambil bertanya kapan sih pandemi ini akan berlalu.

Namun jika kita memandangnya sebagai sesuatu yang membawa hikmah, maka hati kita akan lebih tenang. Kita akan lebih sabar dalam menghadapi kenyataan ini. Dengan ketenangan dan kesabaran, kreativitas dan potensi dalam diri kita akan tergali.

Sebagai seorang perempuan sekaligus seorang ibu, disini saya ingin berbagi tips eksis di tengah pandemi. Saya berbagi cerita dari pengalaman saya sendiri.

Tips 1: Terus ngeblog

Saya bersyukur karena belasan tahun sebelum adanya pandemi saya sudah mengenal dunia blog. Saya juga sudah mempunyai rumah maya dengan nama domain ber-TLD. Secara berkala saya mengisi blog tersebut dengan aneka macam tulisan. Kebetulan saya tidak mengambil satu tema khusus untuk blog saya, sehingga apa saja bisa masuk disana.

Pada awalnya saya memfungsikan blog sebagai tempat saya bercerita tentang kehidupan sehari-hari. Lumayan bisa mengurangi beban pikiran saya. Hehehe…

Semakin kesini saya memanfaatkan blog untuk berbagi informasi dan inspirasi. Beberapa kali saya menulis tentang pandemi Coronavirus dari sudut kesehatan. Tidak jarang saya memposting tulisan tentang suka dan duka kehidupan yang saya lalui. Harapan saya sih para pembaca bisa mendapatkan inspirasi dari pengalaman saya tersebut.

Tips 2: Menulis buku

Salah satu potensi saya yang sudah tergali adalah menulis. Satu, sudah saya salurkan lewat ngeblog. Dua, ini tahun kedua saya serius menulis buku. Jujur saja, saya belum berani membuat buku solo. Karena itu saya mengikuti beberapa proyek penulisan buku antologi.

Buku antologi adalah kumpulan tulisan dari beberapa penulis yang dijadikan satu dalam sebuah buku. Biasanya satu buku untuk satu tema. Dari satu tema tersebut muncullah 20-25 judul tulisan hasil karya para kontributornya.

Saya senang mengikuti proyek antologi, karena untuk satu proyek saya cukup menyerahkan satu naskah saja. Dengan demikian, dalam waktu yang sama saya bisa mengikuti banyak proyek.

Tips 3: Berkomunitas dan berjejaring

Membangun hubungan baik dengan orang-orang di sekitar kita itu sangat penting. Kenapa? Karena di dunia ini kita tidak bisa hidup sendiri. Kita masih membutuhkan uluran tangan orang lain.

Di satu waktu kita bisa membantu orang lain yang sedang kesusahan, maka di saat yang lain siapa tahu kita sendiri yang sedang membutuhkan bantuan orang lain.

Ini juga menjadi sarana untuk membangun dan menjaga silaturahmi lho… Silaturahmi yang dijaga dengan baik bisa mendatangkan rejeki. Belum tentu teman-teman tersebut memberi kita uang, tetapi tidak jarang lewat merekalah kita mendapatkan rejeki.

Tidak jarang saya mendapatkan proyek melalui komunitas yang saya ikuti. Tidak sedikit juga saya mendapatkan job-job dari teman-teman di luar komunitas.

Bahkan saat sedang mengalami kesulitan hidup misalnya di tengah pandemi ini, tidak jarang lho kita bisa mendapatkan pencerahan dari sharing-sharing dengan teman satu komunitas atau teman-teman di luar sana. Saya pun mengalami titik balik kehidupan ke arah lebih baik berkat berkomunitas.

Sebenarnya masih banyak kiat-kiat atau tips eksis di tengah pandemi bagi seorang ibu. Tapi saya berbagi tiga hal ini saja dulu. Jangan lupa ya, gali potensi diri lalu kembangkan. Dengan kewarasan ibu yang tetap terjaga, insyaallah keluarga akan tetap bahagia, dalam situasi apapun. Mari jadikan musibah ini sebagai berkah karena dibalik musibah pasti ada hikmah.

Ditulis oleh: Wiwin Pratiwanggini

Published by

darajatun

Menulis bukan sekedar mengetik asal