Investasi finansial

Pentingnya Investasi bagi Generasi Milenial

Kaum milenial sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi seluruh industri. Hampir semua pelaku industri mendesain produk yang sesuai dengan generasi milenial. Apalagi generasi milenial saat ini jumlahnya lebih dari sepertiga jumlah penduduk negeri ini. Sehingga cocok dijadikan market pasar yang potensial.

Generasi milenial identik dengan generasi yang melek teknologi, kecanduan internet, kerja cepat dan cerdas, tidak terikat, suka berbagi serta konsumtif alias boros.

Mengingat generasi ini merupakan kategori usia produktif, tentu saja amat disayangkan jika tidak memiliki instrumen investasi untuk perlindungan kehidupannya saat pensiun nanti. Cukup banyak situasi saat ini yang menjadi tantangan bagi generasi milenial. Mulai masalah pengangguran yang semakin tinggi, krisis ekonomi, dampak pandemi, ketidaksetaraan pendapatan hingga harga properti yang kian melambung.

Sayangnya dalam kondisi seperti ini, generasi milenial justru terjebak dalam gaya hidup konsumtif dan haus akan pengalaman. Maka dari itu, memiliki investasi menjadi sebuah keharusan bagi generasi milenial untuk bertahan hidup sampai dengan masa tuanya kelak.

Investasi Bagi Milenial

Investasi Bagi Milenial

Banyak instrumen investasi yang aman dan cocok untuk kaum milenial seperti reksa dana, deposito, emas, forex, saham hingga investasi langsung dalam kepemilikan properti. Lalu apa investasi yang cocok untuk kaum milenial?

Namun sebelum melakukan investasi dan menentukan alokasi investasi, menurut Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth, Ivan Jaya, milenial harus mengelola keuangannya terlebih dahulu.

Yang harus dilakukan ketika mengelola keuangan yaitu milenial mampu membagi bagian-bagian pendapatannya dengan porsi 50:30:20, yaitu 50% untuk kebutuhan pokok selama 1 bulan, 30% dialokasikan untuk membayar cicilan, dan 20% disisihkan untuk ditabung atau diinvestasikan.

Instrumen investasi yang paling mudah yaitu reksa dana. Berinvestasi dengan reksa dana merupakan pilihan bagi mereka yang masih ragu untuk berinvestasi konservatif. Reksa dana dikelola oleh manager investasi sehingga bisa meminimalisir resiko. Manajer yang menangani investasi merupakan profesional yang bersertifikat dalam bidang investasi di pasar modal.

Misalnya saja apabila ada yang memiliki rencana untuk 10 tahun ke depan dengan kebutuhan dana yang besar, seperti menikah atau menyekolahkan anak, sebaiknya berinvestasi di reksa dana. Karena bisa lebih membantu.

Sekarang mari kita buat sebuah simulasi. Apabila seseorang mengalokasikan dananya sebesar Rp. 100.000 per bulan selama 10 tahun, kemungkinan yang terjadi adalah:

Pertama, apabila dana tersebut disimpan di lemari atau di bawah bantal maka 10 tahun kemudian akan terkumpul 12 juta.

Kedua, bila dana tersebut ditempatkan di tabungan, misal dengan bunga kotor 2%, akan terkumpul sekitar Rp. 13,1 juta dalam jangka waktu 10 tahun.

Ketiga, uang sebesar Rp. 100.000 dibelikan emas atau tabungan emas dalam 10 tahun kira-kira akan menghasilkan Rp. 17,5 juta.

Keempat, bila uang tersebut diinvestasikan di reksa dana saham selama 10 tahun dengan rata-rata return per tahun sekitar 20% dana yang terkumpul bisa mencapai Rp. 38 juta.

Apabila dilihat dari perbandingannya, berinvestasi di reksa dana jelas terlihat lebih menguntungkan. Namun demikian, Ivan mengatakan bahwa dalam investasi reksa dana tetap harus berhati-hati karena masih memiliki tingkat resiko yang berbeda, tergantung dari jenis reksa dananya.

Milenial Agresif

Berbeda bagi mereka kaum milenial yang ingin untung besar dalam waktu yang singkat. Mereka bisa dikatakan sebagai generasi agresif, lebih cocok berinvestasi di instrumen saham. Namun demikian, apapun investasi yang akan diambil disarankan untuk dipertimbangkan dengan baik-baik. Pertimbangkan dengan rasional agar tidak terjebak dalam investasi yang spekulatif.

Tidak hanya reksa dana dan saham, generasi milenial juga bisa berinvestasi dalam instrumen surat utang ritel pemerintah. Jenis obligasi ritel ini merupakan instrumen investasi jangka pendek dengan return tinggi yang relatif aman bagi generasi milenial. Soalnya semua jenis surat utang ritel tersebut dijamin oleh negara, sehingga potensi gagal bayar sangat kecil.

Dengan memiliki obligasi ritel, selain bisa berinvestasi juga bisa berpartisipasi dalam pembangunan negeri. Karena dana yang terhimpun dari penerbitan obligasi ritel akan digunakan oleh pemerintah untuk membiayai pembangunan.

Instrumen yang telah dipaparkan cukup mudah untuk diakses oleh siapa pun termasuk kaum milenial. Baik reksa dana, obligasi ritel, atau saham bisa diakses secara online. Sangat cocok dengan perilaku yang sangat bergantung pada teknologi dan internet.

Jadi bagi siapa saja yang merasa bagian dari generasi milenial, mari rencanakan masa pensiun dengan berinvestasi. Dan waktu yang tepat untuk berinvestasi adalah sekarang. Tunggu apa lagi? Yuk, berinvestasi demi masa depan!!

Published by

darajatun

Menulis bukan sekedar mengetik asal