tips eksis dimasa pandemi

Hal Penting Sebelum Membangun Bisnis StartUP

Masyarakat Indonesia semakin mengenal dan terbuka terhadap belanja online atau Startup eCommerce, sehingga potensi kesuksesan sebuah bisnis startup semakin meningkat. Tidak heran jika banyak orang mulai membuka Startup eCommerce baru.

Berdasarkan survei Brand and Market Index terungkap bahwa pasar belanja online di Indonesia akan tumbuh 50%, bahkan lebih tinggi di tahun 2019 yaitu 2 kali lipat dari tahun 2018.

Apakah Anda juga tertarik untuk membuka bisnis startup eCommerce di Indonesia? Jika demikian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membangun startUP berikut ini.

Hal Penting Dalam Membangun Bisnis StartUP eCommerce Baru

1. Sertifikasi Keamanan SSL / Secure Sockets Layer

Orang Indonesia menyukai keamanan. Dalam survei yang dilakukan Nielsen pada 2014, Triwulan 1, pelanggan belanja online mengungkapkan bahwa mereka tidak percaya harus memberikan informasi pribadi, terutama tentang kartu kredit online. Oleh karena itu, diperlukan sertifikasi keamanan yang jelas agar pelanggan tenang saat berbelanja.

Salah satu website yang sudah menerapkan fitur keamanan terpercaya adalah OnesRent, dimana perusahaan startup jasa rental kendaraan dari Yogyakarta menggunakan sertifikat SSL di website mereka.

2. Komentar dan Testimoni Pelanggan

Orang Indonesia lebih percaya jika ada bukti langsung, seperti testimoni pelanggan. Jadi, pelanggan yang telah berbelanja di situs web dapat memberikan komentar tentang pengalaman berbelanja mereka, dan bahkan mengambil foto barang yang sudah sampai. Dengan demikian, calon pembeli lainnya merasa percaya diri saat bertransaksi.

Layaknya Urbanindo, mereka menyediakan halaman khusus di mana pelanggannya bisa memberikan testimoni yang tentunya bisa dilihat oleh setiap pengunjung website tersebut. Di sini, pelanggan dapat dengan jelas mengatakan bahwa situs web tersebut tidak fiktif dan benar-benar menjual.

3. Diskon, Promosi, Penawaran Khusus atau Pengiriman Gratis

Orang Indonesia sangat menyukai diskon. Meski hanya berkurang 10 ribu, namun rasanya berbeda dan meningkatkan mood belanja mereka. Tak jarang, 50% hambatan bertransaksi online disebabkan pelanggan tidak mau membayar ongkos kirim, berdasarkan survei dari Nielsen.

Beberapa website yang sering mengadakan promo, super deal, serta memberikan pengiriman gratis adalah Go-Jek dan Lazada. Bahkan, potongan yang mereka berikan adalah diskon hingga 75% dan tetap mendapat ongkos kirim. Tentu saja, para shopaholic semakin heboh dengan hal ini.

Pastikan sumber modal yang dimiliki oleh bisnis startup eCommerce Anda bisa menutupi biaya promo. Karena jika tidak memiliki backup memadai, bisa membuat kebocoran dana dalam jumlah lumayan besar.

4. Ada panduan yang jelas untuk pembelian & langkah pembayaran

Salah satu kendala terbesar bagi orang Indonesia untuk bertransaksi online adalah langkah-langkah pembelian yang tidak jelas dan membingungkan. Apalagi masyarakat Indonesia baru-baru ini ingin berbelanja secara online. Nielsen mengungkapkan bahwa 49% masyarakat Indonesia tidak berbelanja online karena kebingungan cara berbelanja online sendiri.

Salah satu website yang menyediakan panduan yang jelas dan detail adalah TokoPedia, dimana Tokopedia merupakan layanan website bagi pembeli dan penjual untuk bertemu dan bertransaksi secara online. Disini anda bisa membaca panduan yang telah mereka berikan.

Baca Juga : Manajemen Inventory Terbaik

5. Layanan Live Chat

Salah satu alternatif untuk memecahkan masalah cara bertransaksi online, Anda juga bisa menyediakan layanan Live Chat. Tidak semua pelanggan mau membaca manual satu per satu. Ada sebagian dari mereka yang lebih suka dijelaskan langsung lewat Live Chat.

Penyedia layanan live chat misalnya adalah MusliMadani, dimana akan ada pop up di sisi kiri halaman setiap kali Anda membuka website mereka. Di sana, mereka akan siap melayani berbagai pertanyaan Anda seputar website dan barangnya.

Demikianlah beberapa tips penting sebelum membangun bisnis startup eCommerce, semoga bermanfaat untuk Anda.

Published by

darajatun

Menulis bukan sekedar mengetik asal