DanielHN

Konservasi Rafflesia Arnoldi

Posted: December 6th 2017

Rafflesia Arnoldi merupakan tanaman parasit obligat yang tumbuh di tanaman merambat dari genus Tetrastigma. Rafflesia Arnoldi ditemukan pada tahun 1818 di Sumatera oleh seorang pemandu yang bekerja pada Dr. Joseph Arnold yang mengikuti ekspedisi Thomas Stanford Raffles. Rafflesia Arnoldi tidak mempunyai daun sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis sehingga harus mengambil nutrisi dari pohon inangnya. Rafflesia Arnoldi yang terlihat hanya bunganya saja yang terlihat dan berkembang dalam kurun waktu tertentu.

Persebaran dan habitat raflesia tersebar di hutan pegunungan bawah Jawa Barat, hutan dataran rendah di sepanjang pantai selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah hutan dataran rendah Taman Nasional Meru Betiri, serta hutan tropis di Pulau Sumatera. Beberapa lokasi yang sering ditemui tumbuh bunga Rafflesia arnoldii antara lain di Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Pusat Pelatihan Gajah Seblat di kabupaten Bengkulu Utara, dan Padang Guci Kabupaten Kaur, Bengkulu. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan sendiri telah ditetapkan sebagai pusat konservasi tumbuhan ini. Hingga saat ini bunga raflesia belum berhasil dikembangbiakkan di luar habitat aslinya.

Tingginya laju deforestasi, kebakaran hutan, serta makin menurunnya luas hutan alam Sumatera menjadi ancaman serius bagi kelestarian Rafflesia arnoldii. Selain itu, ancaman juga datang dari masyarakat yang merusak dan mengambil putik bunga raflesia untuk   dimanfaatkan sebagai obat tradisional.

Strategi dan rencana aksi konservasi Rafflesia arnoldi dengan cara pengembangan ekowisata berbasis masyarakat dengan pola kemitraan multipihak digunakan sebagai strategi konservasi. Langkah ini dibangun dengan memperhatikan kondisi habitat, populasi dan ancaman kepunahan. Pemberdayaan masyarakat dengan ekowisata, dalam pelaksanaannya harus melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, LSM, dan sector swasta. Tanpa dukungan dan keterlibatan berbagai pihak, upaya konservasi ini akan disulitkan. Pengembangan ekowisata berbasis masyarakat dengan pola kemitraan multipihak bisa disinergikan dengan program Perhutanan Sosial. Sebagian kawasan hutan di Sumatera yang menjadi wilayah program Perhutanan Sosial merupakan habitat Rafflesia arnoldi khususnya di Bengkulu.

Hasil gambar untuk konservasi rafflesia arnoldi


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php