claritangelina

Karena Kita sebagai Penentu Masa Depan Orangutan

Posted: November 30th 2018

 

Orangutan adalah salah satu jenis kera besar yang saat ini masih hidup yang berkerabat dekat dengan Gorilla, Simpanse, dan Bonobo. Penyebaran orangutan di Indonesia hanya sebatas pulau Kalimantan, yaitu spesies Pongo pygmaeus yang mempunyai warna rambut cenderung lebih gelap dan tubuh yang berukuran sedikit lebih besar dibandingkan kerabatnya di pulau Sumatera, yaitu spesies Pongo abelii yang ukuran tubuhnya lebih langsing dan memiliki lengan yang lebih panjang. Penyebaran Orangutan Sumatera hanya bertempat di bagian utara pulau Sumatera, mulai dari Jantho di Aceh Besar hingga Sitinjak di Tapanuli Selatan, dan populasi pelepasliaran bertempat di Bukit Tigapuluh, Jambi, sedangkan Orangutan Kalimatan penyebarannya lebih luas, yaitu Pongo pygmaeus pygmaeus yang tersebar di bagian utara Sungai Kapuas di Kalimantan Barat hingga ke timur laut Sarawak (Malaysia), Pongo pygmaeus morio yang tersebar mulai dari Sabah (Malaysia) hingga ke selatan mencapai Sungai Mahakam di Kalimantan Timur, dan Pongo pygmaeus wurmbii yang tersebar mulai dari bagian selatan Sungai Kapuas di Kalimantan Barat hingga ke bagian timur Sungai Barito di Kalimantan Tengah.

Gambar 1. Peta Distribusi Orangutan Indonesia (Sumber: www.forina.or.id).

Orangutan merupakan satwa primata yang dianggap penting sebagai bagian dari kekayaan keanekaragaman hayati di Indonesia, bahkan orangutan dapat dijadikan sebagai peningkat kesadaran konservasi masyarakat yang menjamin kelestarian hutan sebagai habitatnya. Pada 20 tahun terakhir, kondisi populasi orangutan telah mengalami penurunan yang drastis, dimana jumlah populasi orangutan diperkirakan berkisar antara 30.000 sampai 40.000 di pulau Kalimantan, dan 7.000 sampai 9.000 orangutan tersebar di pulau Sumatera (Meijaard dkk., 2001 dalam Prasetyo dan Sugardjito, 2007). Dalam peraturan perundangan Indonesia, orangutan termasuk salah satu jenis satwa yang statusnya dilindungi. Menurut IUCN (The International Union for Conservation of Nature) Red List, Orangutan Kalimantan dan Sumatera dikategorikan sebagai satwa yang sudah sangat terancam kepunahan (Critically Endangered).

Gambar 2. Status Orangutan Kalimantan dan Sumatera (Sumber: IUCN).

Hilangnya dan terfragmentasinya habitat dengan adanya kegiatan eksploitasi hutan, seperti penebangan liar dan pengalihan fungsi hutan menjadi perladangan, perkebunan skala besar seperti perkebunan sawit, perindustrian maupun pemukiman, serta kegiatan perdagangan yang berujung pada perburuan secara besar-besaran tersebut yang menjadi ancaman paling besar terhadap habitat orangutan sebagai penyebab utama penurunan populasi orangutan. Akibatnya, orangutan yang kehilangan habitatnya tidak mampu beradaptasi yang akan menyebabkan terjadinya perpecahan populasi orangutan yang dikhawatirkan akan menyebabkan adanya perkawinan kerabat dekat yang lama kelamaan akan menyebabkan kepunahan dan penurunan kualitas genetiknya.

Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan sederhana yang dapat saya rencanakan sebagai mahasiswi biologi untuk ikut serta dalam melestarikan populasi orangutan yaitu dengan terlibat dalam organisasi yang mengadakan gerakan aksi peduli orangutan, melakukan sosialisasi dan penyuluhan terhadap masyarakat lokal untuk menyadarkan dan membantu memahami akan pentingnya melestarikan keanekaragaman hayati, mengajak masyarakat unuk mendukung dan berpartisipasi terhadap konservasi orangutan, serta mendukung adanya kegiatan restorasi hutan sebagai habitat orangutan yaitu dengan melakukan reboisasi dan penghijauan sebagai bentuk pemulihan lahan kritis untuk menjamin kelestarian keanekaragaman hayati kedepannya.

 

Daftar Pustaka

  1. Forum Orangutan Indonesia. 2014. Panduan Tanya Jawab Seputar Orangutan. FORINA, Bogor.
  2. Meijaard, E., Rijksen, H. D., dan Kartikasari, S. N. 2001. Diambang kepunahan! Kondisi orangutan liar di awal abad ke-21. The Gibbon Foundation, Jakarta.
  3. Prasetyo, D., dan Sugardjito, J. 2007. Variasi genetik orangutan Kalimantan Timur berdasarkan DNA mitokondria. Biodiversitas 8 (4) : 300-304.

 

 

 


34 responses to “Karena Kita sebagai Penentu Masa Depan Orangutan”

  1. Maria Anastasia Pamrasjantini says:

    wahh bagus nii action plannya…
    min mau tanya dong organisasinya tu apa aja namanya??

    • Clarita Angelina says:

      Terima kasih! πŸ™‚
      Kalau berbasis internasional, ada organisasi yang membentuk konsorsium dlm bentuk penggalangan dana konservasi, misalnya World Wildlife Fund (WWF), Biodiversity Support Program (BSP), dan The Nature Conservancy (TNC). Saat ini ada juga gerakan sosial di Indonesia seperti yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOS) di Kalimantan Tengah, ada juga Centre for Orangutan Protection (COP) yang mendirikan COP School untuk kita terlibat dalam konservasi satwa liar, terutama orangutan. Nah, siapatau tertarik dan berminat untuk join πŸ˜‰

  2. Merry R says:

    Wah tidak menyangka ternyata semakin hari spesies ini semakin sedikit πŸ™ semoga action plan bisa terlaksana ya!

  3. parcelinenathalie23 says:

    Artikelnya sudah informatif. Alangkah baiknya anak-anak yang duduk di bangku sekolah mulai diajak untuk mendukung kegiatan konservasi juga. Semoga rencana yang sudah disusun dapat benar-benar membantu dalam pelestarian orang utan. πŸ™‚

  4. Yovie Santoso says:

    Action plan yang bagus sebagai langkah awal teman! Terkhusus untuk orangutan yang membutuhkan bantuan kita.. semangat terus!

  5. Edytha says:

    Sangat menarik dan cukup mencakup info yang saya butuhkan.
    Terutama ada musiknya jadi tidak bosan.
    Semoga rencananya berjalan baik dan diperhatikan oleh pihak terkait.☺

  6. Brigitta Sandjaya says:

    Sangat menarik dan informatif. Semoga rencananya dapat tercapai dan berhasil mengajak masyarakat untuk lebih berpartisipasi aktif dalam melestarikan orangutan.

  7. Artikel yang menarik dan informatif! Semoga kita bisa menjaga kelestarian orang utan di Indonesia πŸ™‚ SEMANGAT

  8. Adelia Parasmaya says:

    sangat menarik, sukses ciul❀

  9. Florence Dyana says:

    Waahh, bener banget, sebagai mahasiswa kita sebenarnya bisa berbuat lebih untuk menyelamatkan orang utan agar tidak lagi mengalami keterancaman akan kepunahan.. terimakasih informasinya, sangat menarik πŸ™‚

  10. Inggrid Kase says:

    Wah menarik sekali ya ci. Namun sayang spesies orangutan terancam punah. sukses ya buat personal aksi kedepannya untuk menjaga kelestarian orangutan

  11. margareth tutut says:

    waah menarik sekali ya☺️ sukses selalu! ✨

  12. renkarenninabrata says:

    Informasinya menarik dan saya setuju bahwa penting untuk nelakukan restorasi hutan untuk kembalikan habitat orang utan. Sedikit masukkan dari saya yaitu perlu adanya pengawasan secara berkala agar upaya konservasi tetap terlaksana. Terima kasih infonya dan salam konservasi !

    • Clarita Angelina says:

      Betul sekali, terima kasih untuk komentar dan sarannya dapat saya terima dan kedepannya pasti dilakukan pengawasan juga. Semoga tertarik juga untuk turut serta membantu dalam pelestarian orang utan ya πŸ™‚

  13. Maria evangelista says:

    Artikelnya sangat informatif. Semoga masyarakat indonesia cepat sadar akan kepunahan orang utan ya

  14. Maya says:

    Wah menarik nihh ciii,semoga bisa direalisasikan yaa rencananyaaa, sukses selalu ciakkk

  15. Artikelnya sangat menarik ya , semoga dapat menambah wawasan kita mengenai spesies apa saja yang terancam punah

  16. fifiharindah says:

    sangat setuju, semoga dengan dilakukannya penghijauan kembali dapat membantu perbaikan populasi orang utan diKalimantan yang berkaitan dengan haitatnya:)

    • Clarita Angelina says:

      amin, terima kasih! semoga tertarik juga untuk melakukan penghijauan guna melestarikan orangutan dan sekitarnya ya! πŸ™‚

  17. fransiscakrista says:

    Artikelnya sangat menarik dan informatif. Sangat disayangkan sekali bila orang utan sampai punah, karena orang utan merupakan satwa penting sebagai bagian dari kekayaan keanekaragaman hayati di Indonesia, jangan sampai anak cucu kita hanya dapat melihat melalui buku. Semoga action plan ini dapat dilakukan oleh semua orang juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php