clararidasampore

biologi konservasi

Posted: December 9th 2020

BIOLOGI KONSERVASI

 IKAN ARWANA : AKSI BIOLOGIS MUDA MEMPERTAHANKAN KEBERADAAN IKAN CANTIK YANG TERANCAM PUNAH

Indonesia merupakan Negara yang kaya akan keragaman hayati baik didarat maupun di perairan, pulau Kalimantan merupakan salah satu pulau terbesar di di Indonesia yang mempunyai keanekaragaman hayati yang tinggi salah satu nya adalah ikan arwana atau lebih dikenal sebagai ikan siluk yang merupakan ikan endemic pulau Kalimantan  yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi serta banyak digemari masyarakat sebagai ikan hias, kabupaten Kapuas hulu merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Barat yang terkenal sebagai daerah penghasil ikan arwana yang sudah dipasarkan keseluruh penjuru pulau Kalimantan. Ikan arwana mempunyai ciri-ciri ikan arwana adalah  badan pipih, tebal, dan memanjang dengan punggungnya yang datar, sisik berukuran besar dan keras, kepala tidak bersisik, sirip punggung berdekatan dengan sirip ekor dan sering berenang di permukaan air. Habitat ikan arwana adalah berada di tipe habitat air tenang, dangkal & bervegetasi, setelah dewasa ikan akan dapat berada di air dalam dan berarus, spesifik habitat arwana super red menjadi penghuni perairan gambut dengan pH rendah kisaran 5-5,5, biasanya berupa sungai atau hutan rawa gambut. Berikut adalah klasifikasi dari ikan arwana.

Kelas : Pisces

Bangsa : Osteoglossiformes

Suku : Osteoglosidae

Marga : Scleropages

Jenis : Scleropages formosus.

Permasalahan yang sekarang dihadapi ikan arwana adalah adanya perburuan liar dan perubahan lingkungan alaminya,ikan arwana mempunyai nilai jual yang tinggi serta mempunyai banyak peminat baik peminat local maupun peminat dari luar sehingga tidak heran jika banyak orang mencari ikan ini tanpa memperhatikan aspek keberlangsungan hidup nya dan status keberadaan nya dialam. Di habitatnya jenis arwana ini telah banyak diekploitasi dan diburu hingga nyaris punah selain itu  penurunan kualitas habitatnya pun telah banyak mengurangi ikan arwana pada perairan sungai di Kapuas hulu. Hal ini merupakan akibat eksploitasi manusia termasuk perubahan alih fungsi hutan/lahan yang merupakan penyokong utama ekosistem tersebut dimana air sungai sebagai habitat aslinya dirusak dengan adanya penampangan liar disekiatar area sungai sehingga air menjadi keruh, menurut IUCN (international Union for the Conservation of natural Resource) telah memasukan jenis ikan arwana ini dalam daftar Red-list data book dengan kriteria jenis ikan langka rawan punah. Hal ini disebabkan karena permintaan impor dari laur negeri terhadap ikan arwana sangat tinggi sehingga banyak pemburu yang mengambil secara berlebihan untuk dijual kepada orang luar dengan harga yang sangat tinggi dan umumnya yang diambil adalah indukan dari ikan arwana karena dapat langsung dijual sehingga tidak ada kesempatan untuk bertelur menghasilkan anakan baru. Selain itu permasalahan yang dihadapi oleh ikan Arwana  yaitu memerlukan waktu yang cukup lamuntuk menghasilkan telur, hal ini disebabkan karena usia induk yang ideal bereproduksi antara usia 2-3 tahun, jumlah telur yang dihasilkan sedikit yaitu sekitar 30-60 butir telur.

Sebagai seorang biologis muda Kalimantan hendak nya aksi yang dapat dilakukan untuk menekan penurunan populasi serta meningkatkan populasi dialam dapat dilakukan pemijahan ikan arwana diluar dari kondisi alami nya yaitu pada kondisi ex-situ, dimana induk-induk arwana ideal dimasukan kedalam penangkaran berupa kolam-kolam sederahan kemudian dan dikawinkan sehingga telur-telur dapat berkembang baik dan setelah dewasa dapat di lepaskan kembali ke kondisi alam aslinya. Edukasi terhadap masyarakat sangat perlu untuk memberitahu kepada masyarakat bahwa ikan arwana merupakan ikan yang langka dan mempunyai nilai jual yang tinggi dan harus dilindungi. Edukasi kepada masyarakat untuk belajar memijahkan ikan arwana secara ex-situ juga perlu dilakukan agar masyarakat tidak mengeksploitasi ikan arwana yang ada dialam secara berlebihan serta memberi edukasi terhadap masyarakat untuk tidak menjual indukan sebaik nya dijual yang anaknya saja.

Sumber

Cepriadi., Sayamar, A., dan Irawan, C. 2010. Analisis usaha dan strategi pemasaran pada penangkaran ikan arwana di pt sumatera aquaprima buana kelurahan muara fajar kecamatan rumbai kota Pekanbaru. Indonesian Journal of Agricultural Economics! (1): 39-48.

Pamungkas, P .A., dan Prayogo. 2012. Teknik pemijahan alami ikan arwana super red (Scleropages formosus) di PT. ARWANA, Depok, Jawa Barat.  Journal of Aquaculture and Fish Health 7(3): 98-101.


4 responses to “biologi konservasi”

  1. elisabethdea09 says:

    Artikelnya lengkap dan menarik sehingga dapat meningkatkan wawasan masyarakat mengenai ikan arwana. Semoga action plannya terlaksana ya. Semangat 🙂

  2. Cornelius kiki hartanto says:

    Sangat bermanfaat

  3. Jessica Milenia Yo says:

    Artikelnya menarik dan menambah wawasan karena ternyata ikan arwana sudah hampir punah Semoga aksi konservasi kedepannya bisa terlaksana yaa

  4. clarissaangelina16 says:

    Informasi pada blog ini sangat menarik, dapat menambah wawasan tentang Ikan arwana yang ternyata sudah terancam punah. Semoga ikan arwana tersebut tidak punah dan banyak masyarakat yang semakin tersadar untuk melestarikan ikan arwana. Semoga aksinya untuk menekan penurunan dan meningkatkan populasi ikan arwana bisa terlaksana ya😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php