Clara Requinta Sari

Hiu Gergaji

Posted: December 5th 2015

Hiu Gergaji (Pristis microdon) merupakan ikan yang hidup di lautan Indo-Pacific namun dapat juga hidup di sungai untuk melakukan siklus hidupnya.  Pada musim hujan (Desember-maret) ikan akan hidup di sungai air tawar sedangkan pada musim kering (Mei-oktober) ikan akan lebih suka tinggal di muara atau teluk yang menyerupai habitat air laut. Selain di Australia, ikan ini juga menyebar ke Kalimantan, Papua, Vietnam, India, Madagascar dan Afrika timur. Di Indonesia sendiri ikan hiu gergaji (Pristis microdon) ini menjadi salah satu hewan endemik yang terdapat di Danau Sentani, Papua. Klasifikasi ikan Hiu Gergaji (Pristis microdon) yaitu:
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Chondrichthyes
Order : Pristiformes
Family : Pristidae
Genus : Pristis
Spesies : Pristis microdon

                                                  Picture1 images 2

                                                                           Gambar 1. Hiu Gergaji (Pristis microdon)
Tubuh ikan ini mempunyai warna polos dengan coklat keabu-abuan menutupi semua bagian atas tubuh sedangkan bagian perut berwarna putih pucat. Ciri khas dari keluarga sawfish adalah adanya moncong atau hidung panjang menyerupai pedang (Rostrum) dengan deretan gergaji kecil yang menyamping (Rostral teeth). Hiu gergaji (Pristis microdon) menurut IUCN berstatus critically endangererd atau terancam punah, karena banyak sekali faktor penyebab penurunan populasi ikan ini, diantaranya penangkapan untuk ikan aquarium, akitifitas manusia terhadap sungai dan laut seperti pembuangan limbah contohnya  tembaga dan zink yang nilainya melebihi baku mutu, tingginya erosi dan sedimentasi pembangunan DAM, tidak adanya pengaturan pengelolaan perikanan terhadap jenis ikan asli,  ulah manusia yang menangkap ikan ini hanya untuk mengambil moncongnya, dan perdagangan liar. Pristis microdon merupakan buruan manusia karena moncong gergajinya. Moncong gergaji ikan ini telah lama dibuat sebagai kerajinan oleh beberapa suku di negara. Selain moncong gergajinya, sirip ikan ini banyak tersedia di pasaran. Daging dan organ tubuh ikan juga banyak dicari orang. Selain itu, telur, minyak hati dan empedu ikan digunakan sebagai obat-obatan.
Beberapa upaya dan arah kebijakan pengelolan hiu gergaji (Pristis microdon) yaitu:

Picture2

1. Memperkuat basis data perkikanan hiu nasional
2. Menyimpang relugasi penyimpanan jenis hiu rawan terancam punah
3. Perlindungan habitat penting melalui penetapan kawasan konsevasi
4. Pengurangan by-catch hiu pada perikanan tuna
5. Menyiapkan regulasi pemanfaatan (penangkapan pengolahan, dan pergadangan jenis hiu teramcam punah)
6. Sosialisasi, pembinaan, dan penyadaran masyarakat
7. Pengaturan pemanfaatan (penangkapan, pengelolaan dan perdagangan)
8. Pengawasan pemanfaatan dan peredaran
9. Pengurangan praktek finning


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php