Clara Requinta Sari

Lezat Namun Tajam

Posted: September 9th 2015

                   Ikan belida dimasukkan kedalam famili Notopteridae dan terdiri dari tiga spesies, yaitu Notopterus notopterus, Notopterus chitala, Notopterus boomeensis. Belida tergolong ikan dari suku kecil ikan air tawar yang terdapat di kawasan tropik Afrika dan Asia Tenggara. Anggota suku ini dapat dikenali dari sirip dubur yang sangat panjang dan berawal tepat di belakang sirip perut dan dihubungkan oleh sisik-sisik kecil dengan sirip ekor. Belida tergolong ikan yang berukuran besar, karena tumbuh memanjang yang dapat mencapai 150 cm, karena bentuk tubuhnya yang unik mirip seperti pisau sehingga mempunyai nama pasaran sebagai “Knife Fish”.

Klasifikasi Ikan Belida (Chitala lopis)

Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Osteoglossiformes
Famili: Notopteridae
Genus: Chitala
Spesies: Chitala. lopis

Ikan Belida (Chitala lopis)

Ikan Belida (Chitala lopis)

Ikan Belida (Notopterus chitala)

Ikan Belida (Notopterus chitala)

 

 

 

 

 

 

 

 

Ikan belida sangat populer karena merupakan bahan baku makanan yang khas. Jenis makanan olahan dari ikan belida tersebut antara lain pempek palembang, kerupuk belida, amplang dan bakso ikan. Menurut IUCN Red List spesies ini terdiri dari kompleks multispesies, dengan karakter yang berbeda di setiap wilayah dari Mae Klong, Semenanjung Malaya, Sumatera dan Borneo. Penangkapan ikan berlebihan dan degradasi habitat adalah ancaman utama untuk spesies. penelitian yang diperlukan ke dalam taksonomi spesies, dan distribusinya. Spesies ini jarang terjadi di seluruh jangkauan dengan karakter yang berbeda di setiap wilayah dari Mae Klong, Semenanjung Malaya, Sumatera dan Borneo.
Ikan belida termasuk jenis ikan yang terancam punah karena pemanfaatannya melebihi batas kemampuan reproduksinya yang menyebabkan penurunan populasinya secara drastis. Pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai jenis ikan yang dilindungi undang-undang melalui Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999. Jenis ikan yang dilindungi antara lain semua jenis belida (Notopterus spp). Adanya aktivitas penangkapan lebih (Over fishing), penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, penangkapan induk ikan belida, peningkatan tekanan ekologis oleh limbah dan perubahan kondisi lingkungan perairan menyebabkan kelestarian jenis ikan ini menjadi terancam.
Upaya konservasi dan pengelolaan sumber daya ikan belida dipandang dari aspek biologi, konservasi spesies sangat penting karena fungsinya yang signifikan terhadap komunitas akuatik dan pentingnya sistem akuatik dari keseluruhan bios. Ancaman dan upaya pelestarian, seperti halnya jenis ikan yang lain, belida juga mendapatkan tekanan yang serius akibat aktivitas manusia yang berupa peningkatan kegiatan penangkapan, pencemaran, dan berkurangnya luasan ekosistem perairan itu sendiri. Berkurangnya atau bahkan hilangnya vegetasi di sekitar sungai akan menyebabkan berkurangnya sumber makanan bagi ikan dan fauna akuatik lainnya. Selain itu akan berdampak pada meningkatnya suhu perairan sehingga proses difusi oksigen dari udara akan menurun. Kegiatan manusia yang lain dan berdampak terhadap kerusakan biota air adalah pencemaran baik dari limbah domestik maupun industri.
Dalam menyelamatkan populasi ikan belida prinsipnya adalah membuat keseimbangan antara jumlah kematian akibat penangkapan dan proses alami dengan rekruitmen sediaan atau stok ikan tersebut. Realisasi dari upaya konservasi ikan belida bisa dilakukan di habitat alaminya (in-situ) maupun di luar habitatnya (ex-situ). Jenis kegiatan yang dimaksud antara adalah penetapan kawasan suaka perikanan untuk melindungi proses reproduksi ikan belida, domestikasi dengan melakukan pemeliharaan anakan maupun calon indukan di luar habitatnya, penyuluhan kepada masyarakat untuk menumbuhkan atau membangkitkan kembali kearifan lokal masyarakat setempat dalam melestarikan jenis ikan langka dan habitatnya. Selain itu, bila proses domestikasi sudah bisa menghasilkan anakan maka upaya konservasi bisa dilanjutkan dengan restoking, yaitu penebaran kembali anakan ikan belida ke habitat aslinya.

 

 

Daftar Pustaka
Arifudin, R. 1983. Ikan Belida Hewan Langka yang Dilindungi. BPTP. Palembang.

Haryono. 2008. Potensi Ikan Belidan Dan Upaya Konservasinya. Jurnal Fauna Indonesia. Volume 12 (2).

Wibowo Arif, Affandi Ridwan, Soewardi Kadarwan, dan Sudarto. 2010. Pengelolaan Sumber Daya Ikan Belida (Chitala lopis) Di Sungai Kampar Provinsi Riau. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia. Volume 2 (2).

Pollnac, R.B. dan Malvestuto,S.P. 1991. Biological and Sosio Economic Condition For The Development and Management of Riverine Fisheries Resources In The Kapuas and Musi Rivers. The Central Research Institute for Fisheries.Agency for Articultural Research and Development. Ministry of Agriculture, Jakarta.
Sunaro.2002. Selamatkan Plasma Nutfah Ikan Belida. Warta Penelitian Perikanan Indonesia 8 (4): 2-6.
Yayan dan Syafei L.S. 2005. Seri Kesehatan Ikan “Ikan Belida Sehat Produksi Meningkat. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian, Jurusan Penyuluhan Perikanan. Erlangga. Bogor


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php