CLS

Data, Knowledge, and Decision Support

Posted: December 10th 2012

Pada tanggal 27 November 2012 kita mempelajari tentang sebuah system  yang bernama DSS, yang berarti sistem pendukung keputusan , ini adalah suatu jenis aplikasiatau program yang biasanya digunakan fungsinya untuk membantu mengambil keputusan, berkaitan dengan keputusan kita akan melihat sedikit keluar, ya Jadi diluar sana di perusahaan-perusahaan ataupun organisasi-organisasi itu ada orang-orang yang tugasnya mengambil keputusan yaitu Manager. Jadi dalam setiap organisasi ataupun perusahaan itu pasti ada managernyan nah tugas mereka itu yang mengambil keputusan. Seorang Manager itu mempunyai berbagai macam peran, diantaranya ada 3 buah peran, yaitu:

  1. Interpersonal, disini peran manager itu sebagai seorang figure , panutan, leader yang menjembatani antara orang-orang di perusahaannya.
  2. Informasional, berkaitan dengan masalah informasi yang memonitor jalannya informasi, maupun sebagai penyampai informasi kepada karyawannya, sebagai pembicara mengenai perusahaannya.
  3. Decision (Keputusan), disini peran manager berlaku sebagai seorang entrepreneur(wirausaha), jadi kalau ada masalah perusahaan dialah yang menangani .

Nah untuk bias mengambil keputusan atau untuk  bias menjalankan peran-perannya ini sebenarnya tidak mudah, kenapa? Karna informasi yang didapatkan itu begitu banyak hingga bias membuat seorang manager kesulitan, lalu dalam masalah ini apakah peranan IT untuk membantu?

  1. Kalau dari sisi interpersonal itu sulit sebenarnya dibantu dengan IT karna lebih menyangkut tentang kepribadian manager itu sendiri
  2. Lalu kalau untuk peran informasional itu masih bias dibantu dengan IT,  lebih mudah menggunakan IT. Misalnya ada seorang manager perusahaan produksi, yang pada bulan ini misalnya harus memproduksi barang yang banyak, nah dari sini IT bias membantu untuk mengambil keputusan berapa banyak kira-kira barang yang harus di produksi agar perusahaan tersebut tidak  mengalami kerugian, keputusan diambil dengan menggunakan sebuah system nah system inilah yang dinamakan Decision Support System)

Untuk bisa mengambil keputusan dengan baik dan benar tentu saja dibutuhkan data-data yang berkualitas dan juga akurat. Dan untuk bisa mendapatkan data-data tersebut bisa secara manual, internal, lewat orang berbicara dan juga scanning.

Lalu data yang berkualitas itu yang seperti apasih?

  • Akurat dan terpercaya/asli
  • Aman
  • Sesuai dengan kebutuhan
  • Ada pada saat yang tepat
  • Komplit
  • Konsisten

Nah lalu sebelum kita memproses data tadi yang tadinya informasi kemudian menjadi keputusan, itu data kita bisa proses lalu disimpan dalam sebuah database atau data warehouse (database yang ukurannya sangat besar) nah untuk melakukan DSS itu biasanya kita butuh data yang volume nya besar yang biasanya disimpan di data warehouse. Oke berkaitan dengan system pengambilan keputusan ada suatu istilah yang dinamakan business intelegent atau intelegensi bisnis, yaitu semua kegiatan atau aktivitas yang biasanya digunakan untuk membantu bisnis , membantu bisnis dalam rangka apa? Ya dalam rangka mengambil keputusan. Jadi ada kaitannya antara business intelegent (BI) dengan system pengambil keputusan.

Pada dasarnya pengambilan keputusan itu ada 4 fase, jadi keputusan itu diambil ngga mentah-mentah karena ada proses nya dulu pertama ya pakai intelegent, ini berkaitan dengan masalah jadi kita tidak bisa langsung mengambil keputusan sebelum tau benar masalahnya itu apa, nah kemudian setelah itu di desain dulu jadi maksudnya desain disini itu misalnya ada suatu masalah nah setelah mengetahui sumber atau latar belakang masalah tersebut kemudian dibuat desain atau perkiraan jika masalahnya seperti ini maka penyelesainnnya itu yang seperti apa, bisa diperkirakan dengan berbagai kemungkinan dengan kosekuensinya, nah kemudian setelah itu baru memilih keputusan mana yang akan diambil dari beberapa masukan atau perkiraan yang ada, setelah itu tahap terakhirnya adalah melaksanakan secara real apa keputusan yang sudah di ambil tadi.

Lalu sekarang kita lihat system nya, seperti apa sih system yang digunakan? Ya jadi pada dasarnya ini adalah sebuah aplikasi yang mendukung untuk mengambil keputusan.  Nah salah satu inti yang harus ada pada system ini adalah Model yang berarti representasi dari kenyataan. Misalnya mengambil keputusan dalam system produksi itu harus ada modelnya dulu , bisa berupa Iconic (scale) models, Analog model, Mathematical (quantitative) model , Mental models.

Lalu kembali lagi tentang pengambilan keputusan. Jadi keputusan yang  diambil oleh seorang manager itu tergantung dari masalah yang ada, ada 3 macam keputusan yang diambil berdasar masalah yang ada.

  1. Keputusan yang terstruktur, ini  adalah keputusan yang sifatnya rutin (contoh: Supply, membeli barang)
  2. Tidak struktur, jadi tidak ada prosedur untuk mengambil keputusan itu harus bagaimana, dan ini jarang di lakukan. (keputusan yang diambil oleh excecutive manager) murni melibatkan judgement.
  3. Semi struktur, ada aspek terstruktur ada juga aspek tidak terstrukturnya.

Nah, dimanakah peran DSS disini? Dari 3 macam keputusan diatas? Yap jadi DSS itu paling dibutuhkan bantuannya untuk pengambilan keputusan yang sifatnya tidak terstruktur. Jadi dengan DSS maka si manager bisa langsung memutuskan keputusan mana yg tepat. Tetapi disini dikatakan bahwa DSS itu juga namanya system pendukung keputusan, dan bukan system pembuat keputusan jadi sifatnya hanya mendukung, masalah bahwa keputusan yang keluar itu tidak sesuai dengan apa yang diinginka manager ya itu terserah managernya, minimal DSS sudah membantu untuk memberi masukan.

 

Ada beberapa contoh/model yang bisa dipakai dalam SPK:

  1. Teknik sensitive analisis, ini adalah penilaian jadi kita melakukan analisa tentang efek dari merubah  sesuatu, misalnya orang mau kredit rumah atau motor.
  2. What-if Analysis, jadi ini kita menganalisa tentang dampak dari sebuah produksi, jadi ada situasi jika begini-maka begini.
  3. Goal-seeking Analysis, dimana kita mencoba untuk menemukan sebuah nilai input, input yang diperlukan itu untuk mendapatkan suatu output yang diminta.

Komponen dan struktur DSS:

  1. Data management,  jadi ada database
  2. Ada Interface nya, ada wadahnya yang bisa di akses oleh user.
  3. Ada model management, ada model yang dipakai (statistic, financial,dll)
  4. Knowledge management, menyediakan solusi dalam permasalahan.

Adalagi sebuah jenis DSS yang digunakan khusus untuk para executive namanya EIS (Executive Information System) jadi system ini adalah system DSS yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan para executive, menyediakan akses yang cepat, biasanya berbentuk grafis. Nah apa saja yang biasanya dilakukan EIS?

  • Drill Down, kemampuan yang bisa dilakukan user yang bisa mendapatkan informasi detail, misalnya interfaces nya merupakan grafik.
  • Bisa menganalisis trend yang akan berkembang

Ya itu merupakan beberapa jenis contoh apa saja yang bisa dilakukan EIS. Lalu kemudian ada lagi suatu jenis DSS yang namanya GDSS nah ini adalah sebuah system yang diperuntukan untuk digunaka perkelompok, kalau DSS itu biasanya penggunaannya hanya satu orang kalau GDSS itu digunakan perkelompok, dalam rangka mengambil keputusan, karna kadangkala keputusan itu diambil harus berkelompok dan tidak sendiri-sendiri.

Nah telah dikatakan di awal bahwa biasanya untuk bisa menggunakan data, kita butuh data yang ukurannya kecil  yang biasanya di simpan dalam data warehouse , Apa yang bisa di lakukan didalam data warehouse? Salah satunya kita bisa melakukan yang namanya OLAP  (Online analytical processing )ini adalah proses untuk menganalisa data-data yang banyak yang bisa dilakukan secara online. Kemudian kita juga bisa melakukan Data Maining, ini adalah sebuah teknik pencarian untuk mendapatkan informasi atau pola-pola yang tersembunyi yang kalau dilihat secara kasat mata itu tidak kelihatan, contohnya data maining untuk melihat perilaku belanja orang, jadi di toko mereka punya data warehouse, nah mereka menggunakan data maining untuk melihat perilaku pembelanjaan orang berdasarkan tanggal-tanggal tertentu.  Hasil dari analisa data yang ada di datawarehouse itu sebaiknya ditampilkan dalam bentuk visual yang namanya Data Visual Management, entah itu dalam bentuk grafik, table ataupun gambar


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php