CJacubBioteknologi

Konservasi Kukang

Posted: December 3rd 2017

Seminar Konservasi Kukang di Bogor, 9 Desember mendatang

Gambar 1. Kukang ‘primata mungil bermata indah’ (Yiari, 2010)

             Kukang secara penampakan berupa binatang mungil dengan mata besar yang tampak pemalu dan ‘keheranan’ dengan perawakan mirip kuskus. Kukang (Slow Lorises, Nycticebus spp.) adalah primata khas Asia Tenggara dengan mata yang bulat besar. Kukang adalah jenis primata sub ordo Strepsirrhni, dengan nama latis Nycticebus yang berarti ‘kera malam’. Indonesia memiliki 3 jenis Kukang, yaitu Nycticebus coucang dari Sumatra, Nycticebus javanicus dari Jawa, dan Nycticebus menagensis dari Kalimantan. Nycticebus javanicus sekarang ini sudah masuk klasifikasi terancam punah (endagered) (terus menerus masuk dalam “IUCN Red List of 25 Most endangered Primates of the world” sejak 2008) sedangkan Nycticebus coucang dan Nycticebus menagensis berada dalam tingkat rentan (vulnerable).

Gambar 2. Ciri-ciri Kukang di Indonesia (Yiari, 2010)

                 Kukang tergolong hewan nokturnal (aktif pada malam hari), cara jalan lambat, berukuran antara 259 hingga 380 mm, berat badan mencapai 2 kg, dan masa hidup bisa mencapai 20 tahun. Makanan utama Kukang adalah serangga, telur burung, anakan burung, dan buah-buahan, beberapa bagian pohon, dan nektar. Kukang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem karena berfungsi sebagai pengontrol populasi serangga.

               Gigi kukang yang tajam memiliki racun yang sangat efektif untuk membunuh mangsanya. Oleh karena itu hampir semua perdagangan akan ‘memotong’ gigi Kukang ini. Kukang tanpa gigi akan kesulitan makan dan bahkan menderita sakit akibat infeksi. Hal keji ini marak terjadi pada kukang liar dan bahkan kukang yang dilepasliarkan hasil konservasi. Hingga saat ini bisa dikatakan ancaman terbesar kelangsungan hidup Kukang adalah manusia. Beberapa contoh ancaman terhadap hidup Kukang adalah hilangnya habitat karena tingginya tingkat kerusakan hutan (deforestasi, degradasi, dan fragmentasi), illegal logging,  perburuan untuk diperdagangkan sebagai hewan peliharaan, dan Kukang dijadikan media/bahan untuk kepentingan klenik/magic bagi sebagian masyarakat.

          Sejauh ini, konservasi yang sudah dilakukan adalah oleh IAR Indonesia yang telah membangun fasilitas rehabilitasi di Ciapus-Bogor untuk merawat spesies ini. Kebanyakan satwa yang berada di pusat rehabilitasi Ciapus diperoleh dari hasil sitaan (rescue) atau serahan dari masyarakat. Kukang kemudian mendapatkan perawatan hingga siap dilepasliarkan (release) kembali ke habitat aslinya. Beberapa Kukang yang ada di pusat rehabilitasi mengalami cacat tubuh atau bahkan tidak memiliki gigi sehingga tidak memungkinakan untuk dilepasliarkan sehingga IAR Indonesia membangun tempat rehabilitasi jangka panjang (sanctuary).

Gambar 3. Kukang hasil sitaan dalam perawatan medis di Pusat Rehabilitasi Primata IAR, Bogor (International Animal Rescue)

        Direktur Eksekutif Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI), Agustinus Taufik Ph.D menyebutkan bahwa daya tampung di kandang rehabilitasi yang dimiliki oleh yayasannya amat terbatas. Selain karena masuknya kukang-kukang sitaan, daya tampung yang terbatas disebabkan karena kukang yang telah siap dilepasliarkan, hingga saat ini masih berada di pusat rehabilitasi karena menunggu izin otoritas berwenang untuk lokasi pelepasliarannya. Agustinus mengkuatirkan bahwa daya tampung yang terbatas akan berpengaruh kepada aspek kesejahteraan satwa (animal welfare).

         IAR juga melakukan kegiatan edukasi sebagai upaya penyadartahuan (awareness) dan sosialisasi ke masyarakat mengenai program rehabilitasi kukang. IAR juga sudah membangun jaringan penelitian di dalam maupun luar negeri. Kelemahan konservasi hingga sekarang adalah kurangnya kontrol pengawasan terhadap Kukang yang dilepasliarkan dan kurangnya penerapan hukum untuk melindungi satwa liar dari keserakahan dan kekejian manusia. Beberapa ancaman terhadap konservasi kukang, yaitu:

  1. Deforestasi (luasan habitat alamiah kukang di alam berkurang)
  2. Pemeliharaan kukang oleh individu maupun kelompok (bentuk hobi)
  3. Perbururan dan perdagangan
  4. Kejahatan terhadap satwa liar (dalam perdagangan liar, gigi kukang dicabut atau dipotong dan kukang ‘diperlihatkan’ terlihat jinak dengan diputar-putar)
  5. Sarana, prasarana, dan dana
  6. Payung hukum dan penegakan hukum yang belum maksimal

               Permasalahan Kukang paling utama adalah rantai perdagangan Kukang. Hal ini disebabkan permintaan atau nilai jual kukang yang masih tinggi sebagai satwa peliharaan. Oleh karena itu, jumlah Kukang di alam terus menurun karena kukang di alam diburu untuk diperjualbelikan. Permasalahan Kukang ini secara tidak langsung disebabkan oleh kesadaran dan mental tidak bertanggung jawab sebagian masyarakat yang masih kurang sehingga perburuan, penyiksaan, dan perdagangan masih marak terjadi. Hal lain yang berkaitan  adalah kurang ‘ganas’nya pemerintah kita menghadapi permasalahan konservasi sehingga oknum yang terlibat tidak ‘sadar’ dan malah tetap mendapatkan untung berlimpah tanpa merasa bersalah. Gambar berikut menunjukkan ‘tindakan’ manusia terhadap Kukang yang diperdagangkan, yaitu :

Gambar 4. Anak kukang dijual di tengah hari bolong di bawah sinar matahari, tanpa makanan yang semestinya serta kondisi kandang yang seadanya

Gambar 5. Satu kotak dari plastik yang berisi kukang berdesak-desakan (IAR)

Aksi personal yang bisa dilakukan masing-masing individu adalah, sebagai berikut:

  1. Mengikuti seminar dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan IAR (jika berkesempatan)
  2. Tidak membeli ataupun memelihara kukang jenis apapun
  3. Menyebarkan informasi untuk menolong mereka. Apabila anda mendapat informasi tentang stwa kukang yang sedamg diburu ataupun diperdagangkan, segera laporkan. Tel. IAR Indonesia: +62 251 838 9232
  4. Jaga dan lestarikan hutan untuk melindungi satwa liar. Penyebab utama hilangnya hutan adalah karena industri perkebunan besar (khususnya kelapa sawit). Anjurkan kepada masyarakat untuk tidak membeli produk makanan yang dihasilkan oleh perusahaan yang merusak hutan
  5. Mendukung IAR Indonesia dalam melaksanakan program penyelamatan dan rehabilitasi satwa

 

Referensi :

  1. Yiari. 2010. Seminar Konservasi Kukang di Bogor pada 9 Desember Mendatang. http://www.internationalanimalrescue.or.id/seminar-konservasi-kukang-di-bogor-9-desember-mendatang/. Diakses 3 Desember 2017.
  2. http://www.iucnredlist.org/details/39759/0
  3. http://www.mongabay.co.id/2013/12/02/konservasi-satwa-liar-mengapa-kukang-harus-dilindungi/

 

 


4 responses to “Konservasi Kukang”

  1. victorronald says:

    artikelmu padat, lengkpa dan menarik untuk dibaca, dan dengan membaca artikelmu, aq baru mengetahui bahwa ternyata kukang diperlakukan dengan mengerikan sebelum diperjualbelikan, para penjual ini nampaknya tidak memikirkan sama sekali nasib dan penderitaan yang dialami kukan ini, semoga personal action planmu dapat terwujud demi keselamatan dan perlindungan kukang ini ya…

    • Christy Jacub says:

      Terima kasih atas komentarnya, ya diharapkan pemerintah lebih tegas memberantas perdagangan Kukang dan masyarakat lebih awarness sehingga permintaan menurun.

  2. Nathanael says:

    Good planning, hopefully it’s working. My suggestion, you can add date or year when you will implement your conversation program.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php