cathy akila

Let’s Make Our Own Fairyland!

Posted: December 6th 2014

Pernah mengalami masa kecil kan? Pasti pernah dong hehehe, masa dimana keceriaan dan kesenangan bermain entah di luar rumah atau di dalam rumah. Pastinya masih ingat mainan semasa kecil kalian atau binatang-binatang yang pernah โ€˜hadirโ€™ di masa kecil kalian. Pernah lihat binatang capung kan? Pasti jawabannya juga pernah dong ya, awas kalau belum ๐Ÿ˜€
Semasa kecil saya masih ingat, di depan rumah saya banyak sekali capung bertebaran kesana kemari apalagi kalau sore hari, serasa sedang berada di negeri dongeng. Berlarian di halaman rumah sambil diiringi rombongan capung yang seakan sedang ikut berlarian bersama-sama hahaha

Sumber: fiksi.kompasiana.com

Masih ingat apa yang sering kalian perbuat terhadap capung-capung itu semasa kalian kecil? Capung ditangkap hanya sekedar untuk dilihat dari dekat kemudian dilepas lagi, benar kan? Atau ada yang ditangkap terus ekor capung diikat menggunakan tali untuk diadu ketinggian terbangnya dengan capung lain. Ada juga yang punya kepercayaan capung dapat menghilangkan kebiasaan anak kecil mengompol dengan menaruhnya di pusar anak-anak, ada yang pernah coba? ๐Ÿ˜€
Selain sebagai teman bermain kita di masa kecil, ternyata capung sangat bermanfaat untuk kelangsungan kehidupan kita. Kita beruntung hidup di Indonesia karena Indonesia termasuk daerah tropis dimana capung selalu ada sepanjang tahun. Capung menjadi sahabat petani karena capung adalah predator alami hama yang mengganggu tanaman padi.
Capung saat menjadi larva juga memangsa jentik-jentik nyamuk sehingga dapat mengurangi populasi nyamuk. Peran capung sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Ia dijadikan sebagai indikator air bersih dan lingkungan yang sehat. Kehidupan capung memang tidak bdapat dipisahkan dari air. Sebelum menjadi capung dewasa, capung hidup sebagai serangga air selama beberapa bulan hingga tahun dan hanya dapat bertahan hidup di dalam air yang bersih dan tidak tercemar.


Namun dalam beberapa tahun belakangan ini saya sudah tidak pernah melihat capung lagi kalau adapun hanya satu ada dua ekor saja, kemanakah capung-capung imut itu? Apakah capung sudah punah di tempat tinggal saya? Sebuah laporan mengejutkan datang dari World Dragonflies Association (WDA) atau komunitas pecinta capung internasional yang berpusat di Inggris. Diberitakan, capung di Indonesia terancam punah.
Jelas tidak mengherankan, semakin lama kita bertambah susah menemukan capung terbang di alam bebas apalagi di halaman rumah kita. Seiring berkembangnya pencemaran air di tempat-tempat yang menjadi habitat capung, capung kian terpinggirkan dan terjauhkan dari manusia. Capung tak lagi mudah ditemui di persawahan, kolam, dan sekitar sungai di perkotaan.Menurut Ketua Indonesia Dragonfly Society (IDS) Wahyu Sigit, catatan dari WDA berdasarkan temuan PBB menyebutkan kondisi perairan di Indonesia sangat memprihatinkan. Padahal kehidupan capung sangat tergantung pada kondisi air.

Lalu, apakah kita sudah terlambat menyelamatkan capung dari kepunahannya? Dan apakah pada suatu saat nanti, anak cucu kita hanya dapat mendengar cerita soal capung tanpa dapat melihat wujud aslinya? Jawabannya BELUM!!!! Ada beberapa langkah kecil yang dapat kita lakukan sebagai anak muda penentu lingkungan ๐Ÿ˜€ This is LKL :

  1. Less is betterPedoman ini tidak berlaku untuk konteks pendidikan ya teman-teman ๐Ÿ˜€ tapi pedoman ini berlaku untuk penggunaan bahan kimia terutama pestisida. Seperti kita ketahui, banyak areal persawahan (terutama pertanian modern) sudah sangat bergantung pada pestisida. Tentunya sawah merupakan salah satu habitat penting bagi capung, dan untuk capung-capung yang tidak tahan terpaksa pergi dari areal sawah tersebut. Sebelum terlambat, ada sebaiknya kita kurangi penggunaan pestisida.
  2. Keep Our Area Clean
    โ€œBeri aku tempat yang bersih!!!!โ€ kalau capung bisa ngomong, sepertinya itu merupakan kalimat pertama yang akan diucapkan. Tidak bisa dipungkiri lingkungan yang sekarang kita tempati sudah banyak yang tercemar dan itu bukan capung lah hahaha. Okay, dari sekarang yang bisa kita lakukan yaitu jangan buang sampah sembarangan terutama di sungai. Selain kita dapat mengembalikan habitat capung, kita juga akan terbebas dari banjir ๐Ÿ˜€
  3. Letโ€™s make our own fairyland!
    Saat ini, habitat capung sudah banyak terampas bahkan sebelum kita menegrti peran dan manfaat capung. Banyak areal persawahan yang sudah berubah menjadi gedung-gedung tinggi membuat capung (mungkin) hanya tinggal cerita. Masa kecil indah kita yang serasa di negri dongeng (mungkin) tidak akan dirasakan oleh anak cucu kita nanti, mau seperti ini? pastinya tidak kan. Maka dari itu, mari kita buat habitat kecil untuk si kecil cabe rawit ini. Kita gak perlu buat sawah berhektar-hektar atau sungai bermil-mil, caranya cukup di tempat seluas 3 x 2 m. Bisa kita buat di halaman rumah kita tentunya, dengan membuat kolam kecil dengan air yang bersih dengan tanaman disekitarnya, seperti kita โ€˜mengundangโ€™ lagi kehadiran capung-capung lucu itu. Daannnnnn negri dongeng semasa kecil kita akan hadir lagi.

 

 

sumber: http://www.galerirumahminimalis.com

sumber: http://www.galerirumahminimalis.com

Dengan menjaga lingkungan tetap alami dan tidak memakai dan mengkontaminasi lingkungan dengan bahan-bahan kimia maka akan menjaga keberlangsungan siklus kehidupan. โ€œLingkungan yang alami pasti akan menghadirkan capung dan juga makhluk hidup lain sehingga ada keseimbangan di dalamnya. Mari bersama kita lestarikan kembali keberadaan hewan unik dan lucu ini di alam tercinta kita. Kalau tidak sekarang, kapan lagi?


Referensi:

http://sains.kompas.com/read/2014/01/03/1731319/Capung.Kendeng.Penanda.Air.Kehidupan

http://www.mongabay.co.id/2013/06/20/penelitian-penggunaan-pestisida-ancam-kehidupan-serangga-air

http://www.mongabay.co.id/2013/06/19/ribuan-warga-lakukan-pemantauan-sungai-secara-massal-demi-lestarikan-sungai/

http://www.mongabay.co.id/2013/05/06/capung-si-jagoan-mungil-penjaga-air-untuk-manusia/

http://www.mongabay.co.id/2013/04/17/foto-sebuah-keindahan-kecil-dari-sisi-kali-code-yogyakarta/

 


8 responses to “Let’s Make Our Own Fairyland!”

  1. agnes9 says:

    topik yang menarik. dalam rencana aksimu ini, langkah apa yang akan kamu lakukan untuk mengajak masyarakat sekitar melakukan aksi LKL? semoga nantinya kamu dapat menjadi owner pecinta capung di Indonesia. selamat beraksi ๐Ÿ™‚

  2. mariaalintar says:

    emang nih ya sekarang makin gak ada capung lagi . padahal larva capung bisa jadi obat yang bermanfaat loh . idenya bagus ket ๐Ÿ˜‰

  3. Junaidi Pratama says:

    Ide yang menarik untuk membuat taman di sekitar rumah. Selain bisa membantu konservasi capung, bisa jadi hiburan juga di rumah kita!Letโ€™s make our own fairyland!

  4. rendi says:

    wah ide yang menarik. saya pernah baca di kompas kalau di Jepang ada gerakan membuat kolam capung oleh anak-anak sekolah. pemerindah membuat brosur cara pembuatan kolam untuk capung dan di sebarkan ke sekolah-sekolah untuk pelestarian capung.

  5. friskaunandy says:

    capuuuuuuuuung <3 <3 <3

  6. miabone says:

    Konsep LKL Anda sangat cerdas dan menginspirasi, saya jadi semangat untuk lebih memperhatikan makhluk kecil ini. Terimakasih informasinya, good luck! ๐Ÿ˜€

  7. Florencia Grace Ferdiana says:

    wah ide yang bagus untuk membuat “own fairy land” untuk mengkonservasi capung, karena selain dapat mengembalikan eksistensi capung yang mulai menghilang, fairy land ini tentunya juga memberikan kita hiburan tersendiri ๐Ÿ™‚

  8. Adyajati says:

    Menarik! Banyak orang yang tidak begitu peduli dengan capung nih. Good idea, cath ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php