carolinenovela

WHAT’S UP CITEUREUP?

Posted: August 22nd 2016

Mungkin banyak di antara kamu banyak yang asing mendengar kata “Citeureup”. Citeureup adalah salah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Bogor. Bayangan seseorang jika mendengar kata ‘Bogor’ adalah kota yang nyaman, sejuk, serta rindang karena banyak pepohonan. Statement tersebut memang benar. Sangat benar. Bogor memang kota yang sejuk, tetapi belum tentu nyaman. Aku sendiri sebagai warga asli Bogor merasa prihatin dengan keadaan kota asalku saat ini. Selain banyaknya sampah yang kini menjadi topik perbincangan banyak kalangan masyarakat, polusi yang semakin hari semakin buruk, perhatianku lebih tertuju pada salah satu desa yang terletak di salah satu kecamatan di Kabupaten Bogor.

Ternyata  bukan hanya kota besar saja yang bisa mengalami pencemaran air yang terjadi di sungai. Salah satu desa atau daerah yang mungkin sangat jarang sekali diberitakan yang terletak tidak jauh dari kecamatan tempat tinggalku, yaitu Desa Tarikolot, Citeureup, harus sabar menghadapi limbah yang mencemari sumber air mereka. Sebab, hingga saat ini Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bogor belum berupaya untuk menanggulangi masalah ini.

sungai-citereup-1024x680

radarbogor.com

PENCEMARAN SUNGAI KANISATEK: Warga Desa Tarikolot, Citeureup-Bogor terpaksa menggunakan air Sungai Citeureup yang hitam kecokelatan, mirip oli bekas, karena tidak ada pilihan lain untuk keperluan mencuci pakaian dan mandi.

Bayangkan saja jika ini terjadi di daerah tempat tinggal kalian ? Apa yang akan kalian lakukan ?

Mungkin kalian akan mengajukan penuntutan kepada pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini, bukan ? Tetapi warga Desa Tarikolot bisa apa ? Mereka tetap melakukan kegiatan sehari-hari di daerah yang tercemar seperti itu.

BLH belum menerjunkan tim untuk sekedar mengambil sample air Sungai Citeureup, dengan alsasan tidak tahu lokasinya. Dedi Yondra (29), warga Desa Citeureup, mengaku geram dengan lambannya BLH Kabupaten Bogor mengatasi pembuangan limbah oleh beberapa perusahaan. “BLH malas, sampai kapan ini (limbah, red) dibiarkan,” keluhnya.

qwerttzonapantautv.com

Padahal, sebelumnya Kepala BLH Kabupaten Bogor, berjanji akan menerjunkan tim ke lokasi untuk mengambil sampel dan uji lab. Namun, hingga saat ini janji itu belum juga dilakukan. Para pengelola pabrik yang menghasilkan limbah-limbah busuk seperti itu belum juga memberikan respons untuk sekedar mendatangi warga yang terkena penyakit akibat ulah mereka. Citeureup bukanlah daerah tertinggal. Citeureup merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bogor yang banyak dibangun pabrik-pabrik atau yang biasa kita sebut kawasan industri.asdfghj

publikbogor.id

Pencemaran yang terjadi jelas mengancam kesehatan warga yang tinggal disana. Terutama akan lebih mudah menyerang anak-anak. Berdasarkan data UPT Puskesmas Citeureup, jumlah pasien yang terkena penyakit kulit terus meningkat akibat menggunakan air sungai yang keruh seperti oli bekas itu. Penyakit kulit yang kerap mendera anak-anak, yakni psoriasis, penyakit kulit yang diakibatkan jamur. Kemudian dermatitis kontakalergik, serta impetigo. Oleh sebab itu, mulai saat ini kita sebagai masyarakat awam harus lebih memusatkan perhatian kita kepada lingkungan sekitar.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php