Carolina Agri I

Panthera pardus melas

Posted: October 31st 2016

Macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) merupakan oleh IUCN tahun 2007, dan tercantum dalam Appendix 1 jenis kucing besar endemik di Jawa (Ario 2010). Pada CITES tahun 2001, satwa ini dilindungi oleh Peraturan ekosistem Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Pemerintah No. 7/1999, Undang-Undang No. 5/1990 , dan SK Menteri Pertanian No. 421/Kpts/Um/8/1970 (Ario 2010).

Klasifikasi Panthera Pardus Melas :

Kerajaan        : Animalia

Filum              : Chordata

Kelas              : Mammalia

Ordo               : Carnivora

Famili              : Felidae

Genus               : Panthera

Spesies              : Panthera pardus

Subspesies        : Panthera pardus melas

gambar-macan-tutul-1

Gambar 1. Gambar Panthera pardus melas ( dokumentasi www.arkive.org)

Panthera Pardus Melas memiliki dua corak warna tubuh, yang pertama berwarna coklat terang dengan bintik-bintik hitam, dan yang kedua berwarna hitam pekat (biasa disebut dengan Macan Kumbang). Macan Kumbang dan Macan Tutul Jawa merupakan satu spesies yang sama.

peta-persebaran-macan-tutul

Gambar 2. Peta pesebaran habitat Panthera pardus melas (Gunawan,1988)

Macan tutul Jawa hanya ditemukan di Pulau Jawa, Pulau Kangean, Pulau Nusakambangan dan Pulau Sempu. Di Provinsi Jawa Tengah, macan tutul Jawa sedang mengalami kehilangan habitat, degradasi kualitas habitat dan fragmentasi habitat sehingga populasinya terancam punah. Padahal setelah harimau jawa (Panthera tigris sondaica) punah, macan tutul jawa menduduki puncak rantai makanan (trophic level), sehingga merupakan spesies kunci (keystone species) dalam ekosistem hutan di Pulau Jawa (Gunawan,1988).

Di Jawa Timur macan tutul terdapat di Taman Nasional Meru Betiri,  TN. Baluran, Tuban, Ponorogo, Padangan, Saradan, Jember, Blitar, Jatirogo, Madiun dan Gundih.  Di Jawa Barat macan tutul terdapat di Cianjur Selatan, Gunung Gede, Gunung Pangrango, Cirebon dan Taman Nasional Ujung Kulon (Hoogerwerf, 1970).  Suatu penelitian yang dilakukan oleh tim LIPI, PHPA dan JICA berhasil memotret macan tutul di TN. Gunung Halimun (Departemen Kehutanan, 1997).

Macan tutul tidak terdapat di Sumatera, Kalimantan maupun Bali (Hoogerwerf, 1970). Seidensticker (1986), berspekulasi bahwa macan tutul (dan harimau) mungkin tidak ada di Pulau Borneo karena tidak adanya mangsa utama berupa ungulata besar dan macan tutul tidak ada di Pulau Bali karena adanya harimau Bali dan tidak ada di Sumatra karena melimpahnya anggota Felidae lainnya (tujuh spesies). Hutan alami yang tersisa di Pulau Jawa sebagian besar berada di lereng gunung dan beberapa wilayah dataran rendah konservasi, oleh karena itu kemungkinan Panthera pardus sudah beradaptasi di hutan-hutan yang tersisa tersebut, tetapi tidak menutup kemungkinan wilayah berkapur seperti sepanjang tepi pantai Pulau Jawa seperti Gunungkidul, Pacitan, dan Leuweng Sancang sebagai habitat Harimau Jawa dan Macan Tutul (Steidenstiker, 1976).

Hingga saat ini pendugaan populasi P.p. melas di pulau Jawa hanya didasarkan pada asumsi kepadatan jenis di wilayah tertentu, belum berupa data akurat. Berdasarkan perkiraan sisa luas hutan alam di Jawa 327.733,03 ha, populasi P.p. melas pada tahun 2010 berkisar 491,3-546,2 individu, tersebar di kawasan taman nasional, cagar alam, suaka margasatwa, taman buru, dan taman hutan raya (Ario 2010). Faktor yang mengancam populasi satwa ini antara lain penurunan luas habitat alami, dan populasi mangsanya, serta maraknya perburuan liar. Macan tutul lebih menyukai berburu di habitat yang mudah menangkap mangsa, dibandingkan habitat dengan mangsa berlimpah.

Hilangnya habitat dan berkurangnya satwa mangsa akibat aktivitas manusia, menjadi faktor penting yangmengancam populasi macan tutul. Peningkatan populasi manusia diikuti peningkatan kebutuhan akan sumber daya, antara lain wilayah luas, dapat mengarah pada konflik manusia dan karnivora. Penurunan populasi karnivora besar dalam kawasan lindung, umumnya akibat kematian saat karnivora melewati perbatasan kawasan lindung.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Ario, A.  2010.  Macan Tutul, Kucing Besar Terakhir Pulau Jawa.  http://www.conservation.or.id. Diakses 31 oktober 2016.

Departemen Kehutanan.  1997.  The Inventory of Natural Resources in Gunung Halimun National Park.  LIPI-JICA-PHPA.  Bogor.

Gunawan, H.  1988.  Studi Karakteristik Habitat dan Daerah Penyebaran Macan Tutul (Panthera pardus melas Cuvier, 1809) di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Skripsi S1 . Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

Hoogerwerf, A.  1970.  Ujung Kulon, The Land of The Last Javan Rhinoceros.  E.J. Brill.  Leiden, Netherlands.  252p.

http://www.iucnredlist.org.  Diakses tanggal 31 Oktober 2016.

Seidensticker, J. 1976. On the Ecological Separation Between Tigers and Leopards. Biotropica 8:225-234.

Seidensticker, J. 1986. Large Carnivores and the Consequences of Habitat Insularization: Ecology and Conservation of Tigers in Indonesia and Bangladesh. Pp 1-42 in S.D. Miller and D.D. Everett, eds. Cats of the world: biology, conservation & management. National Wildlife Federation, Washington D.C.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 Tanggal 10 Agustus 1990, tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

www.arkive.org. Diakses tanggal 31 Oktober 2016.


6 responses to “Panthera pardus melas”

  1. riaresdicaa30 says:

    Hilangnya habitat dan berkurangnya satwa mangsa akibat aktivitas manusia, menjadi faktor penting yang mengancam populasi macan tutul ini, semoga semakin kedepan generasi muda bisa membiasakan diri untuk melakukan atau meningkatkan konservasi terutama pada macan tutul tersebut, Agar setiap spesies yang menempati suatu habitat tertentu merasa aman dan dilindungi sehingga mereka dapat berkembang biak dengan baik. Terima Kasih atas informasi yang diberikan, sangat bermanfaat

  2. elfridayenny says:

    Terimakasih untuk Informasi mengenai habitat dan pengetahuan tentang persebaran endemisitas Macan Tutul Jawa ini, semoga dapat menginspirasi kita untuk terus menjaga habitat Macan tutul Jawa dan agar kita semua menyadari keberadaan hewan endemik yang terancam punah ini

  3. lindaoktavia10 says:

    wah jadi macan tutul jawa ada di pulau sempu, awal tahun kmren baru aja saya dari pulau Sempu tp ga ketemu hehehehhe melalui blog ini saya jadi tau wilayah persebaran macan tutul jawa dan lagi-lagi spesies endemik terancam keberadaannya karena aktivitas keserakahan manusia dlm mengeksploitasi hutan. Kita memang harus lebih bijak dalam menggunakan lahan dan hidup berbaur dengan semua makhluk hidup karena sekali lagi bumi ini bukan milik manusai aja..

  4. jevon says:

    #savemacantutuljawa hewan yang sudah berada di kepulauan di kepulauan jawa hampir terancam punah, informasi yang menarik dan disertakan alasan kepunahan , terimakasih sudah berbagi informasi #savepantherapardusmelas

  5. Shendy says:

    informasi tentang macan tutul yang disampaikan sudah sangat lengkap dan jelas. semoga keberadaan macan tutul jawa ini tetap terjaga dan terlindungi 🙂

  6. Carolina Arum Permatasari says:

    Artikel yang menarik untuk dibaca dan sangat informatif. Selain menjadi kunci dari ekosistem sendiri, apakah Macan tutul jawa ini memiliki peran yang lain? Bisa ditambah lagi untuk melengkapi informasi, contoh makanan dari macan tutul jawa yang memiliki kedudukan berada di puncak rantai makanan.

Leave a Reply

© 2019 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php