Campaka Sandipuspa

Selamatkan akuuu…

Posted: December 7th 2015

Lanjutan tentang Bekantan nihhh guyss…..

Dibaca yaaa untuk Indonesia yang lebih baik šŸ™‚

Bekantan hanya ditemukan di Pulau Borneo, yang masuk dalam tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Brunai Darusalam. Penyebaran di Kalimantan (Indonesia) meliputi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

GambarĀ  1. Bekantan di Pulau Kalimantan

Habitat bekantan ternyata hanya terbatas pada tipe hutan rawa gambut, bakau dan sangat tergantung pada sungai, walaupun sebagian ada yang hidup di hutan Dipterocarpaceae, hutan kerangasĀ  dan hutan karet yang di dalamnya terdapat baruh, yaitu hamparan lahan yang permukaannya cekung atau lebih rendah dari permukaannya lahan di sekitarnya.

Gambar 2. Tempat tinggal Bekantan

Bekantan termasuk jenis folivorous (sekitar 52% dari semua makan) dan pemakan buah (sekitar 40% dari semua makan), dan lebih memilih daun muda dan buah yang belum masak. Pakan bulanan dapat berubah berdasarkan ketersediaan sumber pakannya sepanjang tahun. Jenis pakan utama bekantan di Delta Mahakam adalah Sonneratia caseolaris disamping jenis Syzygium sp., Uncaria sp., Premna corymbosa, Vitex pinnata, Heritiera littoralis, Derris spp. (2 jenis), Barringtonia sp. dan Caesalpinia sp. Sedangkan jenis lainnya pada lokasi yang samaĀ  adalah Nothophoebe umbellifora, Ficus sp., Eugenia reinwardtiana, Hibiscus tiliaceus, Eugenia zollingeriana, Sapium indicum (=Excoecaria indica), Ilex cymosa dan Gluta renghas. Hal ini berbeda dengan hasil penelitian Saidah et al. (2002) di kawasan mangrove Bagian Selatan Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan dimana bekantan sama sekali tidak memanfaatkan S. caseolaris baik sebagai sumber pakan maupun aktifitas lainnya. Pada penelitian tersebut sumber pakan bekantan terdiri dari Rhizophora mucronata dan Bruguiera parvifolia (sebagai pakan utama), Ceriops decandra, Ficus retusa dan Acrosthicum aureum. Sedangkan bekantan di Taman Nasional Kutai memakan jenis Rhizophora apiculata (daun, bunga, kulit batang), Avicennia officinalis (daun, buah), Bruguiera gymnorrhiza dan B. parviflora (daun). Berdasarkan pengalaman penulis pada tahun 2010 bekantan di Sekitar Teluk Balikpapan juga menggunakan jenis Rhizophora apiculata sebagai pakannya.

Ketersediaan sumber air tawar juga sangat penting dalam menunjang kehidupan bekantan di habitatnya. Kebutuhan air bagi bekantan diantaranya untuk keperluan minum dan berenang. Sungai termasuk komponen ekologis yang mempengaruhi pemilihan habitat oleh bekantan di hutan bakau. Sungai yang panjang, lebar dan dalam memungkinkan terbentuknya hutan bakau tipe ā€riverineā€, pada habitat ini pohon bakau relatif tinggi dan besar serta tersedia sumber air tawar bagi bekantan. Sedangkan pada sungai-sungai kecil, pendek dan dekat dengan laut sangat dipengaruhi oleh air laut. Kondisi ini kurang mendukung terhadap aktifitas bekantan, terutama untuk minum.

Satwa ini merupakan salah satu primata endemik Kalimantan yang dilindungi di Indonesia berdasarkan UU Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam No. 5 tahun 1990 serta Surat Keputusan Menteri Kehutanan RI No. 301/Kpts-II/1991. Secara internasional bekantan termasuk dalam CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) Appendix I, yaitu satwa yang secara internasional tidak boleh diperdagangkan (Gron, 2009). Spesies ini terdaftar sebagai satwa terancam punah karena telah mengalami penurunan populasi di seluruh lokasi sebarannya, perburuan yang berkelanjutan dan perusakan habitat terus menerus. Angka penurunannya sebesar lebih dari 50% (tapi kurang dari 80%) selama 3 generasi terakhir (sekitar 36-40 tahun), sehingga sejak tahun 2000 statusnya dalam daftar Red Book of Endengered Species IUCN (International Union for the Conservation of Nature and Nature Resources) meningkat dari vulnerable menjadi endengered, yaitu jenis yang terancam punah. Selain itu sejak tahun 1990 bekantan dijadikan maskot fauna Provinsi Kalimantan Selatan.

Selain di dalam kawasan konservasi, di luar kawasan konservasi juga harus dijaga dan dilakukan pembinaan habitat. Hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan pengelolaan habitat bekantan adalah: status hutan, tipe hutan, keragaman jenis kawasan hutan, pola kegiatan pemanfaatan lahan oleh masyarakat di sekitar kawasan dan luas areal yang akan di bina. Kepastian hukum terhadap pemanfaatan kawasan adalah masalah yang timbul pada habitat bekantan yang berada di luar kawasan konservasi. Sehingga perlu penertiban pemanfaatan kawasan secara tegas.

Bentuk konservasi sederhana yang akan saya lakukan untuk dapat lebih menjaga kelestarian Bekantan itu sendiri adalah dengan memulai pembinaan habitat Bekantan yang sudah rusak dengan cara dilakukan penanaman jenis-jenis tumbuhan sumber pakan atau jenis pohon tempat beraktifitas bekantan. Penanaman lebih diarahkan ke pengayaan jenis yang asli tumbuh di areal tersebut serta meminimalkan penanaman jenis baru. Tindak konservasi yang sederhana lagi yaitu dengan penyuluhan kepada masyarakat sekitar agar menghentikan perburuan Bekantan. Saya akan melakukan tindak konservasi sederhana tersebut pada bulan Desember 2018. Ayooo dukung penyelamatan Bekantan

Bekantan membutuhkanmu guysss….

 


4 responses to “Selamatkan akuuu…”

  1. Novia says:

    Ini salah satu favorit.. Mungkin action plain ny lg biar si bekantan ini trs ada hingga anak cucu. Hohk

  2. Yani Evami says:

    Upaya yang cukup menarik, semoga upaya tersebut dapat terealisasikan dan juga dapat mendukung konservasi yang lebih baik dengan semakin banyak orang yang peduli akan keanekaragaman Indonesia.Semangat!!

  3. Renita Nurhayati says:

    tulisan yang menarik. Bekantan memang hewan yang unik, untuk itu perlu adanya upaya konservasi yang nyata. upaya konservasi anda memang baik, semoga masyarakat lain memiliki pemikiran yang sama dengan anda agar dapat melestarikan bekantan ini. sebaiknya anda juga menggunakan ilmu yang anda dapat selama kuliah untuk konservasi bekantan tsb. SEMANGAT

  4. vivilarasati says:

    terimakasih campaka untuk informasinya, memang sangat perlu untuk melestarikan hewan ini. semoga konservasi yang km lakukan dapat terrealisasikan ke depannya šŸ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php