Apa sih yang terjadi sama Hippopotamus amphibius saat ini?

Kuda nil (Hippopotamus amphibius) yang berasal dari bahasa Yunani dari kata hippos yang berarti kuda dan potamos yang berarti sungai merupakan mamalia dari keluarga Hippotamidae yang berukuran besar dan hewan darat terbesar ketiga setelah gajah dan badak putih. Kuda nil memiliki tubuh yang besar dan berat, kulit berwarna abu-abu gelap, memiliki gading besar yang digunakan untuk mempertahankan diri dari predator. Ciri khas kuda nil yaitu tubuh yang besar, mulut dan gigi yang sangat besar, empat kaki yang pendek dan gemuk, badan yang hampir tidak berambut. Kuda nil dewasa memiliki berat 1.5 sampai 3 ton dan bertubuh besar serta berkaki pendek namun mampu berlari dengan kecepatan 30 km/jam, lebih cepat dari kecepatan lari manusia pada umumnya dan salah satu hewan paling berbahaya di Afrika.

Hippopotamus adalah makhluk amfibi yang menghabiskan waktu siang hari di air dan di malam hari untuk mencari makan. Kuda nil menggunakan air sebagai tempat istirahat dan biasanya tidak memakan vegetasi air, namun mencari makan di rumput. Kuda nil bergantung pada berbagai sumber air seperti sungai, danau dan lahan basah meskipun terkadang dapat bertahan hidup di kubangan berlumpur. Kuda nil membutuhkan air permanen terutama di musim kemarau karena kulitnya harus tetap lembab dan akan pecah-pecah jika terkena udara dalam waktu lama. Kuda Nil ditemukan hampir di seluruh sub-Sahara Afrika dan di sungai utama zona hutan di Afrika Tengah. Tahun 2008 memperkirakan populasi Hippo sekitar 125.000-148.000 di Afrika dan terbanyak berada di Zambia dan Tanzania kemudian ditemukan penurunan diberbagai Negara yang saat ini menghasilkan perkiraan populasi yang lebih rendah yaitu 115.000-130.000.

Spesies Hippopotamus amphibius kurang tersebar luas dan banyak berada di Afrika Barat, Afrika Timur dan Afrika Selatan. Kawasan Afrika Barat terdapat sekitar 7.500 yang tersebar di 19 negara dan paling banyak di Kamerun dan Burkino Faso. Perkiraan Kuda Nil di Burkina Faso sebanyak 1.500-2.000 dan di Kamerun sebanyak 1.500-2.000. Spesies Hippo di Afrika Timur keseluruhan sekitar 50.000 dan secara regional populasi Common Hippos terbesar di Tanzania. Informasi sensus terbaru berasal dari tahun 2001 total sekitar 20.000. Kuda Nil dengan berbagai konsentrasi terbesar di Sungai Kilombero, Rufiji dan Great Ruaha.

Afrika Selatan yang merupakan rumah bagi populasi kuda nil umum yang besar dan perkiraan untuk wilayah tersebut adalah 60.000, secara regional populasi kuda nil umum terbesar ditemukan di Zambia. Zambia secara historis menjadi benteng bagi populasi Common Hippo, populasi tersebar secara luas, dengan kawasan utama Hippo diurutkan berdasarkan ukuran populasi seperti di Sungai Luangwa sebanyak 25.000, di Sungai Zambezi sebanyak 6.500, di Sungai Kafue sebanyak 4.000 dan di anak Sungai Lufupa Sungai Kafue sebanyak 1.600 yang menampung 87% populasi Hippo di Zambia.

Ancaman utama bagi kuda nil umum adalah hilangnya atau degradasi habitat dan perburuan ilegal dan tidak diatur untuk daging dan gading serta gigi taring. Hilangnya habitat dan konflik dengan pembangunan dan pertanian merupakan masalah utama bagi konservasi kuda nil di banyak Negara. Ketergantungan umum Hippo pada habitat air tawar tampaknya sangat berpengaruh dimana hilangnya habitat berasal dari pengalihan air yang terkait dengan pertanian serta pembangunan skala besar di dalam dan sekitar kawasan lahan basah. Perburuan kuda nil ilegal atau tidak diatur terbukti sangat tinggi di daerah kerusuhan sipil.

Badan pemantau perdagangan internasional untuk IUCN, melaporkan bahwa perdagangan ilegal gading Hippo meningkat tajam setelah larangan gading gajah internasional. Perburuan yang meluas untuk diambil dagingnya, gading ilegal dan gigi taring kuda nil yang kemudian akan dilakukan ekspor. Kombinasi dari hilangnya habitat serta tingkat kematian yang tinggi akibat perburuan dapat menyebabkan penurunan populasi yang relatif tinggi selama 30-40 tahun mendatang. Hasil perburuan dari spesies Hippo ini digunakan sebagai makanan oleh manusia dan untuk membuat perhiasan, kerajinan tangan serta benda yang bernilai lainnya. Populasi Kuda nil yang biasa ditemukan tinggi dan tidak terbatas sehingga dapat meningkatkan kehidupan dikarenakan tinggal di beberapa bentuk kawasan lindung seperti taman nasional, biosfer, permainan atau suaka hutan, suaka dan kawasan konservasi dan kemungkinan besar bervariasi antar negara. Negara dengan populasi Hippo yang tinggi di luar kawasan lindung, kemungkinan bertahan hidup jauh lebih rendah karena tidak ada hambatan untuk berburu atau insentif untuk perlindungan habitat.

29 Informasi & Fakta Menarik Tentang Kuda Nil, Mamalia dari Keluarga  Hippopotamidae

Aksi personal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kembali populasi Kuda nil (Hippopotamus amphibius) adalah dengan cara mengajak masyarakat nasional maupun internasional untuk menghentikan perburuan liar yang dilakukan. Kembali membangun dan memperbaiki habitat yang ditinggali di luar kawasan perlindungan agar spesies ini dapat hidup bebas di alamnya. Kawasan perlindungan yang dibuat seperti kawasan konservasi, hutan lindung, taman nasional ataupun suaka margasatwa dibangun dengan lokasi yang lebih luas dan dibuat sama dengan habitat aslinya agar spesies dapat hidup seperti di alamnya dan dapat kembali memperbaiki populasi nya sehingga dapat meningkat.

Aksi nyata yang dapat dilakukan adalah dengan cara membuat artikel online, blog serta menggunakan sosial media lainnya dengan berisi tentang ancaman yang dialami oleh spesies Kuda nil beserta gambar pendukung. Mengajak masyarakat luas untuk membantu melestarikan dengan tidak melakukan perburuan liar dan membantu meningkatkan populasi dengan tidak merusak maupun merampas habitat tempat tinggal dari Kuda nil populasinya semakin menurun dan terancam punah. Semoga blog ini dapat memberikan informasi terkait spesies Kuda nil (Hippopotamus amphibius) kepada teman-teman sehingga dapat menambah pengetahuan kita dan juga menyadarkan kita akan kepentingan untuk melestarikan dan melindungi flora dan fauna yang terancam punah.

Posted in Uncategorized | 6 Comments

Hello world!

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment