Perbedaan Cloud Hosting, VPS, dan Shared Hosting

Apakah Anda sedang bingung memilih layanan hosting? Bingung dalam memilih layanan hosting yang tepat sangatlah wajar. Sebab tersedia berbagai macam pilihan layanan layanan hosting dengan berbagai fitur spesifikasi.

Ketika mengetikkan kata kunci “hosting” di Google, Anda akan menemukan banyak perusahaan yang menyediakan berbagai macam produk layanan hosting. Ada yang menawarkan shared hosting. Ada yang menawarkan VPS hosting. Ada juga yang menawarkan cloud hosting.

Anda pun mulai bertanya-tanya apa perbedaan di antara ketiganya. Apakah shared hosting cocok untuk website Anda? Atau mungkin Anda lebih cocok menggunakan VPS hosting? Bisa jadi cloud hosting lebih cocok untuk Anda.

Artikel ini akan membantu Anda memahami perbedaan tiga jenis layanan tersebut sehingga Anda bisa memilih layanan hosting paling tepat untuk website Anda.

Perbedaan Cloud Hosting, VPS dan Shared Hosting di Niagahoster

Ketika memutuskan untuk menyewa layanan web hosting Anda pasti sering mendengar tentang Cloud Hosting, Virtual Private Server (VPS) dan Shared Hosting. Penyedia layanan hosting biasanya menawarkan ketiga layanan itu di halaman website mereka. Cloud Hosting, VPS, maupun Shared Hosting mempunyai perbedaan cukup signifikan.

Shared Hosting

wordpress-shared-hosting

Shared hosting adalah layanan paling populer untuk pengguna yang sedang membangun website pertama mereka dengan cakupan yang masih kecil.

Shared hosting digunakan secara bersama-sama oleh banyak pengguna sekaligus. Para pengguna layanan shared hosting tersebut berbagi resource & kapasitas server bersama-sama.

Jika diibaratkan, menggunakan layanan shared hosting seperti menyewa sebuah apartemen –apartemen adalah server fisik. Semua penghuni berbagi di bangunan yang sama; berbagi elevator, tangga, parkir mobil, dan tempat sampah. Jadi ketika salah salah penghuni apartemen menggunakan fasilitas yang berlebihan dapat mengganggu penghuni lainnya.

Shared hosting merupakan pilihan layanan yang paling murah dan paling ekonomis. Namun tentu saja banyak batasan yang harus Anda terima ketika menggunakan shared hosting.

Kelebihan Shared Hosting

  • Harga terjangkau. Shared hosting relatif lebih murah dibandingkan dengan VPS dan Cloud Hosting.
  • Keamanan, pembaruan, dan pengelolaan server dilakukan oleh penyedia layanan hosting.

Kekurangan Shared Hosting

  • Karena banyak website berjalan di server yang sama, terkadang menyebabkan akses lambat.
  • Terdapat banyak batasan penggunaan dan sumber daya.
  • Karena server digunakan bersamaan, jika salah satu pengguna menyebabkan gangguan atau overload, pengguna lain di server yang sama berpotensi terkena dampak gangguan.

Virtual Private Server (VPS)

Virtual Private Server (VPS) adalah tipe web hosting yang sumber dayanya berasal dari satu server fisik, yang kemudian terbagi lagi menjadi beberapa server virtual yang lebih kecil. Masing-masing server virtual berjalan seperti dedicated server.

VPS mirip dengan shared hosting. Perbedaan antara keduanya terletak pada pembagian sumber daya yang tersedia. Ketika Anda menggunakan layanan VPS, sumber daya VPS tersedia khusus hanya untuk Anda; tidak terpengaruh oleh pengguna lainnya. Jadi Anda dapat menyesuaikan konfigurasi persis sesuai dengan keinginan Anda.

Jika dianalogikan, menggunakan layanan VPS seperti Anda menyewa rumah di perumahan. Anda bertanggung jawab untuk mengelola isi dan segala perabotannya, termasuk melakukan perbaikan jika terjadi kerusakan perabotan. Namun Anda masih tinggal bersama penghuni rumah lain di dalam satu perumahan yang sama.

Kelebihan (VPS)

  • Konfigurasi keamanan dikelola secara penuh oleh pemilik VPS sehingga bisa memodifikasi konfigurasi keamanan yang lebih ketat dibandingkan dengan shared hosting.
  • Anda mendapatkan akses ke root. Akses root memungkinkan Anda untuk melakukan pengaturan sesuai kebutuhan Anda.
  • Anda dapat mengembangkan kapasitas VPS jika diperlukan seiring berjalannya waktu.

Kekurangan (VPS)

  • Membutuhkan pengetahuan yang lebih dalam terkait dengan server dan sistem operasi Linux.
  • Lebih mahal dibandingkan dengan shared hosting dan cloud hosting

Baca juga: 7 Fungsi VPS yang Perlu Anda Ketahui

Cloud Hosting

wordpress-cloud-hosting

Cloud hosting adalah tipe hosting dengan sumber daya (resource) yang berasal dari beberapa server fisik terpusat yang berjalan secara bersamaan –atau yang biasanya disebut dengan cluster.

Anda dapat membangun mesin virtual yang tidak terbatas dengan menggunakan cloud hosting. Ketika Anda menggunakan layanan berbasis cloud hosting, resource yang Anda gunakan dapat dikurangi atau ditambah sesuai dengan kebutuhan website.

Cloud hosting merupakan layanan yang dapat diandalkan berkat adanya teknologi cluster. Jika salah satu server bermasalah/mati (down), server lain membantu dengan mengambil alih tugasnya. Sistem ini dapat memaksimalkan uptime layanan.

Jika dianalogikan, menggunakan cloud hosting seperti Anda menggunakan AirBnB ‘situs platform yang menawarkan kamar/rumah pribadi untuk disewakan’. Anda berbagi peralatan yang tersedia di rumah dengan penghuni lain dan ketika sudah siap pindah yang lebih besar atau kecil, Anda dapat memilih tempat lain yang terdaftar di AirBnB.

Kelebihan Cloud Hosting

  • Cloud hosting menggunakan beberapa server sehingga saat terjadi masalah, ada server yang mem-backup –tidak seperti hosting lain yang hanya menggunakan server tunggal– sehingga membuat layanan ini dapat diandalkan.
  • Skalabilitas dan fleksibel. Anda dapat menambah sumber daya sesuai dengan kebutuhan.
  • Hemat biaya dan tenaga. Anda bisa mendapatkan performa server seperti VPS dengan kemudahan layaknya shared hosting.
  • Tidak memerlukan kemampuan teknis. Cloud hosting biasanya bersifat fully managed, sama seperti shared hosting.

Kekurangan Cloud Hosting

  • Relatif lebih mahal dibanding shared hosting

Tipe web hosting memang tidak ada yang lebih baik. Semua tipe web hosting bagus jika Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan website Anda. Website yang ditempatkan pada layanan yang sesuai pasti akan berjalan secara maksimal, baik dari segi performa maupun finansial.

Shared Hosting Vs VPS Vs Cloud Hosting: Pilih Mana?

Anda perlu menyusun spesifikasi server sesuai dengan kebutuhan website yang akan Anda bangun. Tindakan itu perlu Anda lakukan supaya dapat memilih server yang sesuai untuk menghindari permasalahan di kemudian hari. Website besar tentu saja membutuhkan resource yang besar. Sedangkan website yang kecil akan lebih optimal jika menggunakan server dengan resource yang standar.

Kapan Anda perlu menggunakan shared hosting?

Pengoperasian layanan shared hosting yang mudah dan penyedia layanan hosting yang mengelola server, membuat shared hosting cocok untuk pengguna yang masih awam yang ingin membangun website kecil dengan lalu lintas yang kecil sampai dengan menengah seperti blog dan website pribadi.

Bagi Anda yang terjun di dunia bisnis, Anda mungkin saja dapat menggunakan hosting bisnis dengan kapasitas yang lebih besar. Namun ketika website mendapatkan trafik yang cukup masif sampai melebihi kapasitas, Anda harus melakukan migrasi. Proses migrasi cukup ribet dan membutuhkan waktu yang terkadang cukup lama.

Kapan Anda perlu menggunakan VPS?

Adanya akses root dan fasilitas untuk mengembangkan kapasitas sesuai dengan kebutuhan membuat layanan VPS cocok untuk Anda yang sudah pernah menggunakan shared hosting dan menginginkan sumber daya dedicated dan besar dengan kustomisasi yang fleksibel. Namun, Anda harus memahami cara konfigurasi server web hosting secara manual –jika menggunakan layanan unmanaged.
Kapan Anda perlu menggunakan cloud hosting?

Jika Anda menginginkan layanan dengan performa VPS dan kemudahan shared hosting, cloud hosting adalah layanan yang paling sesuai untuk Anda. Pengguna yang cocok menggunakan layanan cloud hosting seperti perusahaan atau pemilik website dengan trafik yang cukup tinggi, bahkan website baru yang sedang dalam proses pengembangan. Layanan cloud hosting merupakan pilihan yang paling sesuai di segala jenis ukuran bisnis, karena jangkauannya yang sangat luas dengan performa yang baik.

Sebenarnya pengelolaan layanan cloud hosting membutuhkan kemampuan teknis. Namun Anda tidak perlu khawatir, di Niagahoster menawarkan layanan cloud hosting fully managed. Segala pengelolaan server cloud hosting dilakukan oleh Niagahoster, Anda tinggal menggunakannya. Jadi pengguna dapat fokus mengembangkan website dan menarik banyak pengunjung untuk membesarkan bisnis mereka.

Kesimpulan

Layanan cloud hosting, VPS, dan share hosting sama-sama memberikan solusi bagi Anda yang ingin mengembangkan website. Namun ada perbedaan di antara ketiganya. Masing-masing juga layanan mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Anda tinggal memilih layanan yang sesuai dengan website yang ingin Anda kembangkan dan maksimalkan potensi layanan dipakai.

Jika Anda tidak ingin berpindah-pindah dari layanan satu ke layanan yang lainnya, kami menyarankan Anda untuk menggunakan cloud hosting. Cloud hosting merupakan layanan yang dapat Anda gunakan dari website kecil sampai dengan website yang mempunyai trafik yang masif. Skalabilitas dan fleksibel membuatnya dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan.

Semoga artikel ini dapat membantu Anda untuk memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan website Anda. Anda dapat subscribe jika ingin mendapatkan informasi terbaru dari kami atau meninggalkan komentar jika masih ada sesuatu yang ingin ditanyakan.

Posted in Informasi, Perbedaan, VPS | Leave a comment

Pengertian Infrastructure As A Service (Iaas)

Komputasi awan (bahasa Inggris: cloud computing) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (‘komputasi’) dan pengembangan berbasis Internet (‘awan’). Saat ini terdapat 3 tipe umum layanan cloud computing, antara lain; IaaS atauInfrastructure as a Service, kemudian ada Platform as a Service (PaaS) dan Software as a Service (SaaS). Untuk artikel kali ini akan dibahas lebih tentang Insfractuture as a Service atau IaaS.

Pengertian IaaS

IaaS atau Infrastructure as a Service, menurut bahasa indonesia adalah sebuah layanan INFRASTRUKTUR komputasi awan. Dalam arti lainnya IaaS adalah layanan komputasi awan yang umumnya berupa satu paket perangkat hardware komputer yang berupa “virtualisasi”, bersama dengan jaringan internet, bandwitch, dukungan alamat IP, keseimbangan beban, jaminan online secara realtime (terus menerus koneksi ke internet) dan keamanan dalam “ruang lingkup” satu unit layanan IaaS.

Vendor atau provider menyediakan layanan IaaS biasanya terdiri dari berbagai spesifikasi, baik itu CPU, RAM dan Data Storage (biasanya SSD -bukan HDD-) dalam bentuk virtualisasi.

Keuntungan Menggunakan layanan IaaS?

ECOMMERCE

Jika channel pelanggan online dan mobile Anda merupakan komponen kunci keberhasilan bisnis Anda, maka Anda memahami betapa pentingnya untuk memiliki kinerja yang cepat dan dapat diandalkan ketika mereka datang ke website dan toko online anda. Dan jika ada sesuatu yang salah dan ada layanan mati – Website anda harus segera kembali berjalan segera atau dampak dari kehilangan pendapatan dan pelanggan, serta penurunan citra merek dagang Anda dapat sangat merugikan. sangat di perlukan kinerja tinggi, handal, dan solusi eCommerce aman yang dapat menangani beban kerja yang tidak dapat diprediksi.

Keamanan dan perlindungan data Cloudciti termasuk kedalam layanan cloud anda, untuk membantu melindungi transaksi data dan pelangan yang sensitif dengan protokol keamanan terbaru dan teknologi threat prevention. Hal ini dapat membantu Anda memenuhi berbagai standar dan regulasi keamanan data.

Solusi Cloudciti IaaS eCommerce yang dedicated ataupun managed memungkinkan internet retailer untuk lebih fokus pada bisnis inti mereka dan men-drive pertumbuhan pada jalur perdagangan online dan mobile, daripada menghabiskan waktu pada pengelolaan infrastruktur IT mereka.

HOSTING APLIKASI

Hapus biaya investasi dan pemeliharaan infrastruktur yang tinggi, terutama dengan ketidakpastian kebutuhan pelanggan. Ambil keuntungan dari model Software-as-a-Service (SaaS) dan konsumsi resource yang diperlukan, scaling otomatis untuk memenuhi lonjakan permintaan dengan Cloudciti

ENTERPRISE IT

Bawa strategi cloud Anda ke tingkat berikutnya dengan layanan cloud yang aman, handal dan scalable. Layanan cloud kami yang fleksibel dan kuat sangat ideal untuk berbagai skenario kebutuhan enterprise, mulai dari menjalankan aplikasi bisnis hingga pengembangan dan pengujian dan segala sesuatu di-antaranya, contohnya; Aplikasi Bisnis, Enterprise Workload, Dev & Test, Aplikasi Cloud Computing, Online Hosting.

DATA ANALYTICS

Cloud kami dirancang untuk manipulasi data. Layanan managed dan unmanaged kami memungkinkan organisasi-organisasi untuk mewujudkan wawasan penting yang mendorong nilai dari data Anda.

Karena Internet Of Things (IOT) menjadi lebih dan lebih umum di kehidupan sehari-hari konsumen , maka keamanan, keandalan dan seberapa baik suatu organisasi akan memperoleh nilai dari banyaknya sensor data akan menjadi sebuah kriteria pembeda. Vendor IOT akan perlu memastikan mereka bermitra dengan yang partner memiliki platform yang dapat mendukung infrastruktir dengan ketersediaan tinggi (HA) dan penyimpanan data yang aman untuk keperluan pengumpulan dan pengolahan data dalam jumlah besar dan sering berubah.

Sensor yang menghidupi IoT akan menjadi pembeda yang kurang begitu signifikan untuk vendor. Nilai akan diperoleh dengan mampu tidaknya partner dalam membangun analisis yang berguna dari data yang ada. Dari perspektif analisis IoT, organisasi perlu mempertimbangkan bagaimana mengoptimalkan data dalam jumlah besar yang datang dari sensor. Big Data dan penyedia layanan awan seperti kami bersama dengan Cloudera adalah jawabannya. Namun, Big Data sendiri tidak merupakan suatu Strategi IOT. Kita harus mempertimbangkan komputasi, penyimpanan, keamanan dan ketersediaan.

DEVELOPMENT & TEST

Deploy lah dimana pengguna Anda berada. Dengan data center di Indonesia, APAC, AS, Canada, Inggris, dan Eropa, pengembang dapat membuat lingkungan cloud baru di lokal terbaik untuk setiap aplikasi. Selain itu, Anda dapat lebih mudah mematuhi peraturan ketersediaan data lokal. Dan dengan Direct Connect, pengembang memiliki koneksi jaringan yang didedikasikan untuk data center kami melewati Internet. Hal ini membuat test & development aplikasi internal lebih mudah.

Kesimpulannya, IaaS adalah sebuah layanan cloud computing  berupa infrastruktur yang terdiri dari hardware virtual, bandwitch, konektivitas internet realtime, dukungan IP Adrress dan keamanan sistem operasi dalam ruang lingkup IaaS. IaaS sangat penting dan mendasar untuk menggunakan teknologi cloud, di butuhkan penyedia layanan IaaS yang terpercaya dan handal seperti  CLoudciti – Enterprise Insfrastructure as a Service (IaaS).

Posted in IaaS, Informasi | Leave a comment

Manfaat Dan Solusi Mobile Device Management (MDM)

Mobile Device Management atau biasa disebut MDM adalah salah satu solusi dari Enterprise Mobility Management (EMM) yang berfungsi untuk mengelola, memonitor, menintegrasikan dan mendukung perangkat mobile (smartphone, komputer tablet, perangkat POS, laptop ataupun komputer desktop/PC) baik Corporate Owned, Business Only (COBO) ataupun Bring Your Own Device (BYOD) yang mencakup pada pendistibusian aplikasi dan konfigurasi administrasi pada perangkat tersebut.

Fungsi dari Mobile Device Management (MDM) yaitu menambahkan lapisan keamanan dan memastikan cara untuk memantau aktifitas pada suatu pernagkat. Adapun beberapa fitur Mobile Device Management (MDM) seperti device encryption, platform specific policies, SD Card encryption. Geo-location tracking, connectivity profiles (VPN, Wi-Fi, Bluetooth), remote wipe dan beberapa fitur lainnya yang merupakan bagian dari solusi MDM.

Case 1

Suatu perusahaan memberikan perangakat inventaris kepada para karyawannya berupa (smartphone, komputer tablet, atau laptop). Dimana dalam hal ini perusahaan tersebut mengalami beberapa masalahnya diantaranya:

  1. Perusahaan sulit untuk memanage perangkat inventaris yang diberikan kepada karyawannya.
  2. Jika salah satu karyawan resign atau perangkat tersebut hilang atau dicuri, perusahaan merasa kesulitan untuk mencari perangkat dan melindungi data perusahaan seperti kontak, cache email, catatan penting, dokumen sensitif dan foto bahkan konektifitas langsung / virtual private network (VPN) pada aplikasi internal perusahaan dan serangan terhadap jaringan internal perusahaan yang ada pada perangkat tersebut.
  3. Perusahaan merasa sangat sulit sekali untuk melakukan push beberapa kebijakan prosedur keamanan (policy) pada perangkat yang diberikan ke perusahaan,

Case 2

Suatu toko retail (minimarket) mempunyai perangkat KIOSK system yang berbasis android dimana fungsinya itu sebagai layanan self-service, pembelian tiket, top-up pulsa, dll. Pada perangakat tersebut belum menggunakan layanan MDM akibatnya perangkat tersebut tidak optimal dalam hal fungsionalitasnya diantara:

  1. Seseorang dapat melakukan perubahan settingan terhadap konfigurasi perangkat.
  2. Seseorang dapat mengaktifkan fitur tethering sehingga pihak toko retail (minimarket) mengalami over kouta internet.
  3. Seseorang dapat melakukan installasi aplikasi lain selain aplikasi yang diperuntukan untuk KIOSK system.
  4. Dan parahnya seseorang dapat melakukan perubahan atau pencuian data dari aplikasi yang ada pada perangkat tersebut.

Dengan adanya solusi Mobile Device Management (MDM) dari Enterprise Mobility Management (EMM) ini perusahaan tidak perlu khawatir lagi terhadap beberapa kemungkinan kerentanan terhadap perangkat dan data perusahaan yang berada pada perangkat mobile tersebut.

Adapun manfaat penggunaan solusi Mobile Device Management (MDM) bagi perusahaan yaitu

  1. Segi Management Keamanan: Data perusahaan yang berada pada perangkat mobile baik itu COBO atau BYOD dapat dihapus dan di wipe secara remote, ketika perangkat tersebut dicuri atau hilang.
  2. Segi Management Kebijakan: dapat mendistribusikan mengenai regulasi keamanaan secara otomatis pada perangkat mobile (seperti: mematikan kamera, menon-aktifkan sd-card, dilarang mengambil screenshoot, memberikan kata sandi khusus, dll) yang bertujuan untuk mengamankan data perusahaan.
  3. Segi Pendistribusian Aplikasi: memungkinkan perusahaan untuk mendistribusikan aplikasi apa saja yg di perlukan atau diperbolehkan tanpa proses instalasi aplikasi secara satu persatu.
  4. Segi Management Inventori: Perusahaan dapat mengumpulkan data aplikasi dan perangkat mobile secara teratur serta melacak keberadaan perangkat tersebut.

Datacomm Cloud Business sebagai salah satu service provider mempunyai salah satu produk Sentriciti dari datacomm, yaitu Enterprise Mobility Management (EMM) dimana akan memberikan layanan perlindungan pada data perusahaan dan perangkat mobile yang komprehensif terhadap pencurian ataupun serangan.

Untuk informasi lebih detail mengenai service Firewall atau security device management kami, silahkan hubungi sentriciti@datacomm.co.id

Posted in Informasi, Manfaat, Solusi | Leave a comment

Perbedaan SaaS, PaaS, dan IaaS

SaaS merupakan salah satu dari tiga jenis layanan Cloud Computing yang umum ditawarkan oleh penyedia layanan Cloud. Tiga jenis layanan itu adalah SaaS (Software as a Service), PaaS (Platform as a Service), IaaS (Infrastructure as a Service). Yuk kita bahas lebih detail.

1. Software as a Service (SaaS)

Software as a Service (SaaS), layanan Cloud pada jenis ini disediakan dalam bentuk perangkat lunak. Contoh dari SaaS adalah Google Apps (Docs, Spreadsheet, dll), Office 365, dan Adobe Creative Cloud.

Pada Layanan SaaS pengguna layanan hanya perlu menggunakan aplikasi tersebut tanpa harus mengerti dan mengurus bagaimana data disimpan atau bagaimana aplikasi tersebut di maintenance, karena hal tersebut merupakan service yang disediakan penyedia layanan.

Keuntungan:

Pengguna dapat langsung memanfaatkan layanan secara gratis atau dengan bayar biaya sewa tanpa harus mengeluarkan investasi untuk membuat sendiri (in-house development) atau membeli lisensi yang relatif mahal.

Ketersediaan dan reliabilitas aplikasi terjamin oleh penyedia layanan. Pengguna hanya perlu fokus pada data miliknya. Perangkat yang dibutuhkan oleh pengguna juga hanya komputer dan internet.

Kerugian:

Pengguna tidak memiliki kendali penuh atas aplikasi yang disewa. Pengguna tidak dapat dengan seenaknya mengubah fitur-fitur yang disediakan karena SaaS bersifat multi-tenant sehingga fitur-fitur yang dibuat adalah fitur yang umum (tidak bisa spesifik terhadap kebutuhan pengguna tertentu). Pada beberapa aplikasi, kustomisasi dapat dilakukan dengan skala dan fungsi yang terbatas.

2. Platform as a Service (PaaS)

Platform as a Service (PaaS), layanan Cloud pada jenis ini disediakan dalam bentuk platform yang dapat dimanfaatkan pengguna untuk membuat aplikasi diatasnya. Contoh PaaS adalah Amazon Web Service, Microsoft Azure, Facebook, dll. Hal-hal yang dapat dilakukan pengguna layanan PaaS adalah membangun aplikasi, upload aplikasi, testing, dan mengatur konfigurasi.

Keuntungan:

Pengguna dapat membuat aplikasi sendiri dengan banyak fitur yang sudah tersedia seperti keamanan platform, OS, sistem database, web server, dan framework aplikasi. Pengguna dapat lebih fokus pada pengembangan aplikasi.

Fitur utama dari PaaS biasanya adalah skalabilitas yang tinggi. Ketika aplikasi yang kita upload mulai digunakan oleh banyak user maka secara otomatis layanan PaaS akan menskalakan aplikasi kita menjadi lebih baik dalam melayani pengguna aplikasi kita. Sedangkan ketika aplikasi kembali sepi, maka akan diskalakan ulang sehingga biaya yang dibayarkan benar-benar sesuai dengan yang kita gunakan saat itu.

Kerugian:

Fitur keamanan yang disediakan oleh layanan PaaS adalah keamanan platform, bukan keamanan aplikasi kita. Jadi kita tetap harus memperhitungkan resiko keamanan dari aplikasi kita sendiri.

3. Infrastructure as a Service (IaaS)

Infrastructure as a Service (IaaS), layanan Cloud jenis IaaS pada dasarnya adalah fisik kotak server dan komputer virtual. IaaS menyediakan perusahaan dengan sumber daya komputasi meliputi server, jaringan, storage dan ruang data center.

Keuntungan:

Pengguna tidak perlu membeli komputer dan peralatannya secara fisik, melakukan pemeliharaan rutin, dan melakukan konfigurasi perangkat.

Kerugian:

Pengguna harus terhubung ke Internet untuk menggunakannya, serta jika membutuhkan penambahan sumber daya harus menghubungi pihak penyedia layanan. Pengguna mengurus sendiri OS, keamanan, aplikasi, database, framework, dll. karena yang disediakan hanya server dan jaringan.

Berikut visualisasi dari penjelasan diatas:

Secara umum kerugian penggunaan Cloud Computing adalah pengguna harus terhubung ke Internet serta kerahasiaan dan keamanan data yang kita letakkan di Cloud tersebut. Tetapi penggunaan Cloud Computing juga memiliki banyak manfaat seperti kemudahan akses (hanya dengan terhubung ke jaringan internet), efisiensi biaya, fleksibilitas yang tinggi, serta kemudahan untuk monitoring dengan adanya interface yang biasanya juga diberikan oleh penyedia layanan Cloud Computing.

Cloud Computing yang kini mulai merambah di berbagai aspek, salah satunya mulai diimplementasikan dalam dunia pendidikan. cloud cmputing memungkinkan perguruan tinggi memotong biaya pembelian hardware dan software serta menghemat biaya pengeluaran untuk merekrut tenaga IT. Kampus hanya perlu membayar per bulan sesuai penggunaan dan memperoleh layanan back up data dan update software secara otomatis tanpa biaya tambahan.

Nah, salah satu Sistem Informasi Akademik yang sudah menerapkan cloud computing adalah SIAKAD Cloud. SIAKAD Cloud menjamin keamanan dan kerahasiaan data yang disimpan di server dan telah menerapkan teknologi Disaster Recovery Center yang akan menjamin keamanan data saat kejadian yang tidak diinginkan kampus. SIAKAD Cloud menjadi solusi sistem informasi akademik ZAMAN NOW. Ingin minta DEMO, rekan-rekan bisa langsung kunjungi: siakadcloud.com

Posted in Informasi, Perbedaan | Leave a comment

Pengertian Cloud Computing

Cloud computing  atau secara kata bila diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia dapat berbunyi “Komputasi Awan”,adalah  gabungan pemanfaatan teknologi komputer (‘komputasi’) dan pengembangan berbasis Internet (‘awan’). Cloud computing adalah sebuah konsep pemahaman dalam rangka pembuatan kerangka kerja komputasi secara online lokal (LAN) maupun global (internet) dimana terdapat beragam aplikasi maupun data  dan media penyimpanan yang dapat diakses dan digunakan secara berbagi (shared service) dan bersamaan (simultaneous access) oleh para pengguna yang beragam – mulai dari perseorangan sampai kepada kelas pengguna korporasi atau perusahaan.

Awan (cloud) adalah metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di dalam diagram jaringan komputer. Sebagaimna awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet (“di dalam awan”) tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya.

LALU APA KELEBIHAN CLOUD COMPUTING?

Tentu saja setiap teknologi yang baru yang di kembangkan pasti memiliki kelebihan dari yang sebelumnya. dalam kasus ini teknologi lama yaitu server konvensional akan di batasi oleh jumlah core processor, harddisk dan memory. Dengan keterbatasan fisik yang ada , maka  tidak mungkin membebani sebuah server konvensional dengan beban maksimal. Jika resource / sumber daya habis, biasanya kita harus menginstall ulang seluruh aplikasi dan data di server yang kapasitasnya lebih besar dan memigrasi semua aplikasi yang ada ke server yang baru. Ini akan membutuhkan waktu 1-2 hari untuk menyiapkan sebuah server baru, itu pun jika semua proses berjalan dengan baik .

Hal yang menarik tentang CLoud Computing di Banding dengar Server Konvensional , terutama
  • Secara fisik berupa kumpulan hardware / server yang tersambung dalam sebuah jaringan (LAN / WAN). Tetapi dari sisi, pengguna dapat melihat sebagai sebuah komputer besar.
  • Tidak ada batasan dengan kapasitas processor, kapasitas harddisk dan kapasitas memory.
  • Tidak ada batasan dengan berapa jumlah “hosting” server yang berjalan di belakangnya.
  • Menambahkan sebuah “hosting” hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja.
  • Jika ada kekurangan resource (sumber daya), baik itu processor, harddisk maupun memory, kita dapat dengan mudah sekali menambahkan server tambahan dan langsung dapat berintegrasi ke jaringan cloud. Butuh waktu sekitar 20 menit-an untuk menyiapkan server kosong / baru untuk dapat berintegrasi ke jaringan cloud.

CARA KERJA CLOUD COMPUTING

Mekanisme akses ke cloud computing “mungkin” dapat dijalankan secara beraneka ragam – mulai dari akses standar LAN maupun intranet dengan sedikit aplikasi agen atau klien, sampai kepada akses extranet dan internet melalui browser yang terhubung ke sebuah portal aplikasi dari penyedia layanan cloud computing. Protokol aplikasi yang digunakan pun dapat beragam, tetapi hal ini tidaklah terlalu signifikan bila dilihat dari sisi pengguna akhir , dimana pengguna akhir cukup mengetahui bagaimana cara mengakses dan mempergunakan jasa layanan yang terdapat pada Cloud computing.

BEBERAPA CONTOH KONSEP CLOUD COMPUTING

Cloud computing sebenarnya bukanlah hal yang baru , sebenarnya kita sudah menggunakan konsepnya namun belum berkembang sampai saat ini. Berikut contoh penggunaan konsep pembuatan kerangka kerja komputasi secara online :

  • Sebuah portal internet yang memiliki berbagai fasilitas layanan umum (aplikasi) mulai dari surat elektronik (e-mail), forum diskusi) sampai dengan penyimpanan dokumen dengan media penyimpanan yang sangat luas sampai pada mekanisme berbagi dokumen (seperti 4shared, indowebster, mediafire dll), layanan blog dsb. Kesemuanya disediakan dalam sebuah tempat.
  • Layanan Software as a Service atau SaaS dari berbagai vendor teknologi informasi terkemuka – mulai dari layanan pemindaian virus secara online hingga layanan pemindaian spam, dsb.
  • artikel pada blog ini secara sederhana dapat dikatakan sebagai layanan Cloud computing dimana anda dapat mengakses dan mempergunakan secara bersamaan.
  • Aplikasi Point of Sale atau POS pada kasir pasar swalayan dengan metode Terminal Service juga dapat dikategorikan dasar-dasar Cloud Computing.

Cloud computing dapat berkembang disebabkan oleh segi “kemudahan” penggunaan dimana pengguna akhir dengan “cukup relatif” mudah menggunakan media LAN atau Internet melalui browser untuk mengakses dan berkolaborasi secara bersamaan tanpa melalui proses yang “cukup” rumit. Cloud Computing tidak harus menggunakan Internet public. Teknologi ini dapat di operasikan di LAN di IntraNet. Cloud Computing di infrastruktur Internet biasa di sebut public cloud. Cloud Computing di LAN / IntraNet biasa di sebut private cloud.

Cloud Computing dapat menjadi solusi yang sangat tepat untuk mengganti teknologi konvensional , yang tentus saja membutuhkan biaya, tenaga, dan fokus yang lebih. Semua permasalahan tersebut dapat diatasi dengan layanan unggulan kami Cloudciti dan Sentriciti.

Posted in Computing, Informasi | Leave a comment