All posts by hendragun

Cara Mudah Beli Saham Perdana Melalui e-IPO

Perkembangan investor swasta domestik mengalami percepatan, terutama di masa pandemi COVID-19. Bahkan, pada tahun ini rekor tertinggi sepanjang sejarah dibukukan dengan masuknya 1 juta investor ekuitas baru, sehingga jumlah Individual Investor Identifier (SID) meningkat menjadi 2.697.832 SID per 31 Agustus 2021.

Sebelum saham suatu perusahaan dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), ada proses yang sering kita kenal dengan initial public offering (IPO).

Dengan demikian, investor yang berminat dapat memesan saham yang ditawarkan di pasar modal Indonesia. Setelah proses ini selesai, saham emiten dapat diperdagangkan di pasar reguler, tunai, atau melalui negosiasi.

Tingginya minat investor swasta membuat otoritas bursa menawarkan layanan pembelian saham dari emiten yang tercatat di BEI melalui sistem elektronik, yaitu melalui laman e-IPO (Penawaran Umum Elektronik Indonesia) melalui https: //www .e-ipo.co.id/-Link. NL.

Platform ini diyakini akan memberikan akses terluas dan jangkauan termudah bagi investor ritel, terutama yang ingin berpartisipasi di pasar perdana. Sebelum e-IPO, investor ritel memiliki akses terbatas untuk berpartisipasi dalam langganan awal Saham.

Nah, kali ini di laman e-IPO, TrenAsia.com akan membahas syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagai investor dan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membeli saham perdana.

1. Memiliki SID dan RDN

Sebelum berinvestasi saham, setiap investor harus memiliki Single Investor Identification (SID) untuk Rekening Dana Nasabah (RDN).

Berbeda dengan tabungan bank pada umumnya, RDN digunakan khusus untuk transaksi di pasar modal Indonesia. Cara membuat RDN.

2. Registrasi

Setelah mengonfirmasi bahwa Anda memiliki RDN, Anda dapat mendaftar dengan memilih kolom “Daftar” di halaman e-IPO. Di sana Anda akan diminta untuk memasukkan alamat email dan jenis investor Anda.

Anda kemudian akan diminta untuk memasukkan data diri Anda mulai dari nama lengkap, kewarganegaraan, nomor KTP (KTP/paspor) dengan bukti upload foto identitas. Kemudian masukkan alamat, nomor telepon, tanggal lahir, dan jenis kelamin Anda. Anda kemudian akan diminta untuk membuat nama pengguna dan kata sandi, setelah itu Anda dapat masuk.

3. Pilih Broker

Setelah mengikuti langkah-langkah di atas, Anda akan diminta untuk memilih perusahaan investasi untuk bertindak sebagai broker atau broker untuk membeli saham IPO. Pastikan perusahaan investasi yang Anda pilih terdaftar sebagai peserta dalam sistem e-IPO.

Pada 11 November 2021, setidaknya 86 perusahaan investasi menjadi bagian dari sistem e-IPO. Anda juga dapat menambahkan jumlah efek jika Anda memiliki lebih dari satu RDN. Sebelum Anda dapat memesan saham IPO, sistem e-IPO akan meminta perusahaan investasi untuk memverifikasi detail Anda.

4. Pilih Saham IPO

Pada tahap ini Anda sudah dapat melakukan pemesanan saham perusahaan yang diinginkan. Anda juga dapat mencari informasi tentang perusahaan yang ingin Anda beli sahamnya dengan mengunduh prospektus yang sudah tersedia. Sebelum memesan saham IPO, pastikan RDN Anda memiliki dana yang cukup.

Anda hanya dapat mentransfer bunga atau perintah alokasi pusat (pooling) secara langsung untuk file tersebut. Perintah penjatahan akhir hanya dapat dikeluarkan oleh perusahaan investasi yang juga merupakan manajer utama IPO.

Jadi ada kalanya meskipun Anda telah memesan beberapa saham, Anda belum tentu menerima saham sesuai dengan jumlah pesanan, atau jika ada yang oversubscribed, Anda tidak akan menerima saham IPO sama sekali. Selamat mencoba dan selamat berinvestasi!

Sumber informasi: TutorBisnis.com