A Biological Journey

PEMULIAAN TANAMAN KELAPA SAWIT DENGAN MOLECULER MARKER

Posted: May 27th 2013

Keragaman genetika sangat penting dan merupakan modal bagi ahli pemuliaan tanaman dan genetika populasi untuk pengembangan dan perbaikan tanaman. Populasi tanaman dapat diamati fenotipe tanamannya (pengamatan morfologis) dan penggunaan penanda (marker) tertentu. Menurut Herreroet et al., (1996) menyatakan penanda adalah karakter yang dapat diturunkan yang berasosiasi dengan genotipe tertentu.

Pada pemuliaan tanaman ini, saya mengangkat tema pemuliaaan tanaman kelapa sawit, karena sektor industri kelapa sawit di Indonesia semakin pesat perkembangannya. Produksi minyak kelapa sawit terus meningkat sampai menyamai minyak kedelai sebagai pemasok utama minyak nabati. Program pemuliaan tanaman yang panjang ini ternyata bisa dilakukan dengan menggunakan seleksi, metode screening DNA atau teknologi transgenik untuk meningkatkan produktivitas CPO kelapa sawit.

Penggunaan moleculer marker akan menghasilkan produk minyak tinggi disertai terjadinya kombinasi perubahan profil asam lemak. Faktor-faktor pemulia tanaman bergantung pada pemilihan karakter agronomi. Karakter agronomi dapat dilihat secara visual dengan identifikasi misalnya tinggi, warna bunga atau ketahanan terhadap serangan jamur sehingga diperlukan analisa generasi baru untuk diukur karakter fenotipnya.

Moleculer marker membantu pemulia tanaman untuk memilih tanaman yang dapat mengekspresikan karakter yang dibutuhkan dari puluhan ribu keturunan sebelum dikomersialisasi. Moleculer marker yang biasa dipakai misalnya mikrosatelit, restriction fragment length polymorphisms (RFLP), dan randomamplified polymorphic DNA (RAPD) yang semuanya dapat dipelajari dalam mata kuliah teknologi molekuler. Ternyata penanda molekuler tersebut kini telah dikembangkan untuk tanaman kelapa sawit. Marker dapat digunakan untuk melacak keberadaan karakter yang unggul dalam populasi segregrasi pemuliaan tanaman. Kelebihan dari penanda molekuler dapat menghemat biaya karena waktu program pemuliaan tanaman lebih singkat. Biasanya, reproduksi tanaman kelapa sawit secara konvensional perlu waktu cukup lama setelah tanam, sampai lima tahun, namun dengan penanda molekuler semuanya dapat menjadi lebih singkat.

Secerca coretan tinta elektronik dari Yosephina Puspita Sari untuk “A biological Journey”(blogs.uajy.ac.id/bihungoreng)

Sumber : Herrero, R., Asin, M. J., Pina, J. A., Carbonell, E. A., and Navarro, L. 1996. Genetic diversity in The Orange Subfamily Aurantiodeae II. Genetic Relationships Among Genera and Species. Theory Application Genet. 93:1327-1334.


2 responses to “PEMULIAAN TANAMAN KELAPA SAWIT DENGAN MOLECULER MARKER”

  1. Eka Pratiwi Oktaviani says:

    selain itu adakah kelebihan lain, misalnya minyak hasil pemuliaan memiliki kandungan antioksidan dan protein tinggi??
    gen yang berperan apa ya pin??hehe

  2. berarti nanti dengan teknologi marka ini, produksi kelapa sawit Indonesia bisa makin berlimpah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php