A Biological Journey

MARI MENGENAL PCR 

Posted: May 27th 2013

 

Perkembangan Teknologi Molekuler udah sampe ke teknik perbanyakan DNA atau yang biasa biolog sebut dengan PCR. Secara detail, apa sih PCR itu?

Nah, PCR yang kepanjangannya adalah Polymerase Chain Reaction merupakan teknik penting dalam teknologi molekuler. Teknik ini bertujuan untuk memperbanyak DNA secara in vitro dalam suatu reaksi termal. Alat yang dipakai adalah thermo cycler. Kenapa penting?

Metode PCR udah berperan banyak dalam pengembangan bidang teknologi molekuler khususnya di bidang genetika. Beberapa aplikasi metode PCR diantaranya human genome project, diagnosis penyakit genetik, analisis filogenetik dan lain-lain. Maka dari itu, sesuai dengan mata kuliah Teknologi Molekuler yang ada di perkuliahan, kita akan bahas tentang praktikum teknik PCR sebagai modal awal sebelum mengaplikasikannya dalam bidang genetika yang lainnya.. Yuhh cekidot 😀

 

Sebelum diamplifikasi dengan thermo cycler, DNA sampel harus diekstraksi dulu. Nah, setelah itu barulah di terapkan PCR-nya, dengan tahapan sebagai berikut :

 

1) Denaturasi à Selama proses ini, DNA untai ganda akan membuka menjadi dua untai tunggal karena suhu denaturasi yang tinggi. Ini menyebabkan ikatan hidrogen putus. Pada tahap ini, seluruh reaksi enzim tidak berjalan. Suhu denaturasi biasanya antara 90 oC – 95oC.

2) Annealing à Pada tahap ini, primer akan menuju ke daerah spesifik yang komplemen dengan urutan primer dan membentuk ikatan hydrogen. Proses ini biasa dilakukan pada suhu 50 oC – 60 oC. Selanjutnya, DNA polymerase akan berikatan sehingga ikatan hidrogen tersebut akan menjadi sangat kuat dan tidak akan putus kembali apabila dilakukan reaksi polimerisasi selanjutnya, misalnya pada 72 oC.

3) Elongasi à Umumnya terjadi pada suhu 72 oC. Primer yang sudah menempel akan mengalami perpanjangan pada sisi 3’nya dengan penambahan dNTP yang komplemen dengan template oleh DNA polimerase. Jika siklus dilakukan berulang-ulang maka daerah yang dibatasi oleh dua primer akan diamplifikasi secara eksponensial (disebut amplikon yang berupa untai ganda). PCR dengan menggunakan enzim Taq DNA polimerase pada akhir dari setiap siklus akan menyebabkan penambahan satu nukleotida A pada ujung 3’ dari potongan DNA yang dihasilkan. Sehingga nantinya produk PCR ini dapat di kloning dengan menggunakan vektor yang ditambahkan nukleotida T pada ujung-ujung 5’-nya.

 

Setelah DNA selesai di amplifikasi dg mesin PCR, barulah dilakukan tahap berikutnya yaitu visualisasi pita DNA yang dideteksi dengan alat yang namanya Transiluminator atau Gel Doc.

 

Sebuah coretan tinta elektronik, dari  Anysia Imada Kristanti FTB UAJY – 100801141 unuk “A biological Journey” (blogs.uajy.ac.id)


4 responses to “MARI MENGENAL PCR ”

  1. Vania Aprilina T says:

    Ternyata teknik PCR ini sangat bagus untuk dikembangkan dalam ilmu molekuler.
    Mungkin bisa ditambahkan untuk siklus PCR yang baik itu berapa kali siklusnya.:D

  2. Redita Tonapa says:

    Waah, kemarin sudah sempat kenalan sama PCR, tapi masih tahap PDKT, hahaha
    Kebetulan tadi pagi baru belajar menentukan primer, mungkin bisa ditambahkan tentang primer dan juga aplikasi lanjut dari hasil PCR, serta kelebihan dan kekurangannya. 🙂

  3. Ignatia Dinary Putri Swastihayu says:

    ditambah gambar mungkin lebih menarikk mbak hot 😮 hoho

  4. Anysia Imada says:

    Terimakasih kritk dan sarannya teman-teman. Blognya memang masih banyak kekurangan disana sini. Harap maklum, wacananya ‘tugas’, bukan kesadaran pribadi :p

    Untuk siklus PCR yang baik biasanya 20-40 siklus

    Primer adalah sepasang DNA utas tunggal atau oligonukleotida pendek yang menginisiasi sekaligus membatasi reaksi pemanjangan rantai atau polimerisasi DNA. Jadi jangan dibayangin kalau PCR bisa menggandakan seluruh DNA bakteri E. coli yang panjangnya kira-kira 3 juta bp itu. PCR hanya mampu menggandakan DNA pada daerah tertentu sepanjang maksimum 10000 bp saja, dan dengan teknik tertentu bisa sampai 40000 bp. Primer dirancang untuk memiliki sekuen yang komplemen dengan DNA template, jadi dirancang agar menempel mengapit daerah tertentu yang kita inginkan.

    Hehe, ditambahin fotoku aja mungkin lebih menarik :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php