A Biological Journey

Ekstraksi DNA itu MUDAH…

Posted: May 27th 2013

DNA seperti yang kita ketahui adalah bahan material genetik yang tersimpan di dalam sel. Untuk melakukan ekstraksi DNA, hal pertama yang diperlukan adalah semua bahan yang mengandung DNA. Bahan yang mengandung DNA dapat kita ambil dari materi yang ada disekitar kita seperti bayam, brokoli, hati ayam, strawberi, kiwi, dll. Bahan lain yang perlu disiapkan adalah blender, larutan garam dan larutan sabun. Tahap pertama yang harus dilakukan adalah menghancurkan materi tersebut dengan menggunakan blender dengan dicampur larutan garam (NaCl) dan larutan detergen. Mungkin akan muncul pertanyaan mengapa perlu larutan garam dan larutan detergen? Apa fungsinya?

Blender ini dapat menghancurkan jaringan dan sel secara mekanik, sedangkan larutan garam (dapat dibuat dengan melarutkan 1/8 sendok teh garam dalam 200 ml air) dapat digunakan untuk melisiskan sel karena lingkungan yang hipertonis. Tentu kita pernah mendengar terminologi plasmolisis dan krenasi ketika mengikuti pelajaran biologi di SMA, yaitu peristiwa keluarnya air dari dalam sel karena lingkungan yang hipertonis. Sedangkan larutan detergen berfungsi untuk melarutkan senyawa lipid dan protein yang terdapat pada membran sel ataupun membran inti sehingga DNA keluar dari sel dan larut dalam larutan.

Setelah diblender, larutan tersebut kemudian disaring dengan saringan teh untuk memisahkan partikel yang lebih besar dan tentunya DNA lolos dari saringan teh. Hasil saringannya (filtrat) kemudian kita beri pelunak daging yang banyak dijual di pasaran. Jika anda tidak mendapatkannya, anda juga bisa menggunakan jus nanas. Pelunak daging dan jus nanas mengandung enzim yang dapat mendenaturasi protein yang ada di filtra

t dan termasuk protein histon yang mengikat DNA. Setelah anda beri pelunak daging, diamkan filtrat sebentar (5 – 10 menit).

Setelah itu pindahkan filtrat tersebut dalam tabung reaksi kosong. Bahan terakhir yang harus anda siapkan adalah alkohol (70%) dingin. Alkohol 70% dapat anda beli di apotek dan simpanlah dalam lemari es. Filtrat tersebut ditambahkan  alkohol (70%) dingin secara perlahan-lahan lewat dinding tabung supaya molekul DNA tidak terdispersi. Alkohol memiliki gugus OH yang bersifat hidrofilik atau mengikat air sehingga kelarutan DNA dalam air menjadi turun dan DNA terpisah dari air karena air berikatan dengan alkohol. Pemberian alkohol sengaja dalam kondi

si dingin yang bertujuan untuk menghambat kerja enzim nuklease yang mampu mendegragasi atau menghancurkan DNA. Setelah anda tambahkan alkohol, anda akan melihat gumpalan yang ada bagian tengah lapisan. Jika anda melihatnya, anda telah berhasil melakukan ekstraksi DNA. Mudah bukan?

Coretan elektronik dari Aditya Fendy, untuk “A biological Journey” (blogs.uajy.ac.id/bihungoreng)


6 responses to “Ekstraksi DNA itu MUDAH…”

  1. JOSHUA NATHANAEL says:

    NIce post! worth a try
    we can get all the stuff from our kitchen
    Great lad!

  2. RUSMA YULITA says:

    Sangat menarik saat melakukan ekstraksi dna seperti ini. Yg ingin sy tanyakan Bagaimana kita mengetahui jika hasil tsb adalah benar dna dan bukan kontaminan lain misalny protein,dll?

  3. Vania Aprilina T says:

    cara yang cukup mudah untuk melakukan ekstraksi DNA dan dengan menggunakan alat yang sederhana juga. Menarik..

  4. Redita Tonapa says:

    Setuju banget bahwa metode ini dapat mengidentifikasi DNA secara mudah, serta dengan alat dan bahan yang mudah diperoleh di sekitar kita. Apakah setelah memperoleh lapisan di tengah tersebut diperlukan pemurnian kembali? Terima kasih 😀

  5. vynstantia says:

    ekstraksi DNA ternyata tidaklah sulit dan membutuhkan biaya yg mahal ya..
    cara memurnikan hasil ekstraksi DNA selanjutnya bagaimana?
    apakah fungsi dari pelunak daging? dan apakah ada larutan lain yg memiliki fungsi yg sama dengan pelunak daging tersebut??

  6. Anysia Imada says:

    ekstraksi dna itu gampang sebenernya, tapi tetep aja butuh teknik, supaya dna yang diekstrak bener-bener murni dna, tidak kontam bahan lain. Karena ekstraksi dna tidak hanya berhenti disitu saja, tetapi untuk kepentingan penelitian lebih lanjut. Artikelnya easy to learn, nice 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php