berthaparaya

Etika, Dampak, dan Keamanan

Posted: December 9th 2012

Pada pertemuan terakhir menjelang Ujian Akhir Semester, mata kuliah Pengantar Teknologi Informasi membahas tentang Etika, dampak dan keamanan. Pada pertemuan-pertemuan sebelumnya kita membahasa mengenai permasalah-permasalahan teknik apa saja yang akan kita temui sebagai seorang pengembang teknologi, pertemuan ini kita membahasa mengenai permasalah yang muncul secara internal, yaitu etika.

Sebagai seorang pengembang sistem informasi, kita bukan hanya menjadi seorang yang membuat koding-nya, lalu software akan jadi. Akan tetapi, ada aspek yang harus diperhatikan yaitu etika. Etika adalah kepercayaan tentang hal yang benar dan salah atau yang baik dan yang tidak. Adapun kode etik adalah prinsip yang menuntun anggota dari organisasi. Tipe – tipe etika adalah (1) Privasi merupakan apa yg dikumpulkan, disimpan, dan dibagikan ke orang lain; (2) Accuracy  merupakan pa yg dilakukan untuk menjamin keotentikan dan akurasi data; (3) Property merupakan Siapa yg memiliki kekayaan intelektual dan bagaimana kompensasinya; (4) Accessibility  merupakan siapa yg bisa mengakses informasi.

Berkaitan dengan privasi, privasi adalah hak untuk menentukan apakah informasi pribadi bisa dibagikan ke orang lain. Adapun akurasi adalah suatu kegiatan dimana kita harus mengusahakan data yang dibagikan itu otentik atau benar adanya. Ada istilah mengenai electronic surveillance. Electronic surveillance adalah penggunaan komputer oleh user bisa di monitor tanpa diketahuin baik dikantor atau dirumah. Lalu bagaimana memastikan keakuratan sebuah data dalam sebuah perusahaan ? Secara umum, perusahaan seharusnya Hanya mengumpulkan data yg diperoleh secara legal, memastikan data akurat,lengkap dan tepat waktu; memastikan data digunakan untuk tujuan yg sesuai; menjaga kualitas data.

Mengenai masalah kepemilikan intelektual, ada beberapa cara untuk mengatasi masalah kepemilikan tersebut. Cara yang pertama yaitu (1) Trade Secret yaitu mekanisme untuk melindugi ide-ide. Contoh sebuah perusahaan memiliki id, dengan menggunakan mekanisme Trade Secret, perusahaan tersebut memiliki kepemilikan yang utuh dalam ide tersebut. (2) Patent, hak ekslusif untuk penemuan-penemuan baru yang di miliki oleh penemunya dalam jangka waktu 20 tahun dan dengan begitu orang lain tidak dapat dimiliki orang lain. Hak eksklusif ini dilindungi oleh hukum. (3) Copyright, sebuah mekanisme yang melindungi sebuah karya oleh pembuatnya selama hidupnya dan selama  50 tahun setelah si pembuat meninggal. Dengan mekanisme ini juga pemilik mempunyai hak untuk menarik fee.

Setelah kita membahas mengenai Etika dan hal – hal yang berkaitan dengan itu, selanjutnya kita membahas mengenai dampak Teknologi Informasi. Memang dampak itu tidak selalu menghasilkan hal – hal yang positif, tetapi terkadang dapat mengasilkan dampak yang negatif pula.  Akan tetapi, mari kita bedakan dampak – dampak tersebut dalam dampak teknologi informasi dengan organisasi.(1)  Dampak teknologi pada organisasi membuat organisasi lebih efisien, struktur lebih rapi, dan kebutuhan untuk pekerja lebih sedikit, dan juga teknologi informasi juga mendukung proses disintermediasi. (2) Dampak teknologi informasi dengan pekerjaan, IT dapat membuat pekerjaan lebih efisien dan efektif , bahkan dengan teknologi informasi beberapa pekerjaan dapat di eliminasi, seperti penggunaan salesman dapat di ganti dengan periklan lewat internet. (3) Dampak teknologi dengan individual , efek negatif yang muncul pada dampak teknologi dengan individual yaitu dapat terjadinya de-humanis atau nilai-nilai kemanusiaaanya luntur, yang mengakibatkan tidak terbentuk lingkungan sosial, selain itu aspek-aspek komputer jika digunakan berlebihan juga dapat merusaka fisik penggunanya Efek positifnya, kebutuhan untuk orang Teknik Informatika di butuhkan. (4) Dampak Teknologi dengan lingkungan sosial, melalui jejaring sosial yang marak belakangan ini mengakibatkan kita mempunyai banyak teman atau kenalan – kenalan baru. Terlebih – lebih lagi untuk beberapa orang –orang yang berkebutuhan khusus. Akan tetapi hal ini juga memberikan efek negatif kepada pengguna jejaring sosial bahwa sebenarnya kita berhadapan dengan dunia nyata.

Di dalam teknologi informasi ada hal lain juga yang perlu di perhatikan yaitu mengenai keamanan. Keamanan ini bisa berupa ancaman-ancaman yang disengaja maupun tidak disengaja. Ancaman keamanan yang tidak dengan kesengajaan itu seperti (a) keselahan pengguna itu sendiri atau yang sering disebut dengan human error. (b) Masalah lingkungan seperti bencana alam, atau (c) kesalahan pada sistem  komputer itu sendiri, karena memang produknya kurang baik. Adapun ancaman keamanan yang merupakan kesengajaan yaitu seperti serangan yang sifatnya criminal dan untuk kepentingan pribadi. Selain itu ancaman yang berupa kesengajaan seperti bentuk – bentuk malware/ virus yang mengakibatkan kerusakan pada sistem. Ada juga serangan yang dinamakan Denial of Service, yaitu serangan yang dilakukan oleh orang- orang yang tidak bertanggung jawab untuk melumpuhkan sebuah server dengan cara memberikan perintah kepada server berulang-ulang.

Dengan adanya acaman-ancaman ini orang –orang atau organisasi-organisasi yang menggunakan teknologi informasi harus memikirkan masalah keamanan, apalagi kalau teknologi informasi merupakan hal yang utama dalam hidup suatu organisasi. Misalnya dalam perbankan IT adalah partner utama, apalagi dalam proses transaksi. Sehingga di perbankan ada sebuah mekansime perlindungan yang disebut dengan Disaster Recovery Planing dan Disaster Recovery Site yang fungsi untuk mem-backup data ketika salah satu sistem tak dapat digunakan.


Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.

Artikel lainnya

Data, Ilmu dan Sistem Pendukung Keputusan

Go to post
© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php