berthaparaya

Elektronic Commerce (E – Commerce )

Posted: November 19th 2012

Definisi dari E-  commerce adalah sebuah proses untuk membeli, menjual, atau bertukar informasi lewat jaringan komputer, tetapi bukan berarti lewat internet. Hal ini terlihat dari sejarah e-commerce itu sendiri.  E- commerce sudah ada sejak tahun 1970an dan internet mulai ada sekitar tahun 1990an. Pada tahun 1990an merupakan gelombang pertama dari penggunaan e-commerce melalui internet, tetapi sambutan dari masyarakat kurang bagus dan proses e – commerce menggunakan internet mengalami kemunduran. Setalah berhenti cukup lama proses e – commerce menggunakan internet bangkit kembali dan saat itu disebut dengan penggunaan e-commerce dalam gelombang kedua sampai saat ini. Proses periklanan, home banking, jual beli saham, dan lelang merupakan bagian dari proses yang terjadi di dalam e – commerce.

Konsep Bisnis. Konsep Bisnis dalam metode perdagangan terbagi menjadi 3, yaitu : (1). Proses Tradisional (Brick and Mortar Oraganizations). Kita butuh sesuatu yang bersifat nyata di hadapan kita (bersifat fisik) dari proses perdagangan itu, seperti bangunan fisik dari tempat kita berbelanja atau orang yang melayani kita untuk berbisnis. Konsep bisnis tradisional ini masih bertahan sampai sekarang . (2) Pure e-commerce, di mana penjualan dan pembelian dilakukan secara digital dan tidak melayani peroses dagang selain melalui digital. Untuk konsep bisnis tidak ada bangunan fisik atau manusia yang melayani kita, tetapi kita langsung berhadapan dengan teknologi. Contoh : Perdagangan yang di lakukan oleh sebuah situs jual beli on-line dengan nama Amazon. Amazon ini tidak mempunyai bangunan fisik untuk melayani pembeli dalam membeli barang, tetapi Amazon hanya mempunyai gudang untuk tempat penyimpanan barang. (3) Partial e-commerce, proses ini biasanya berasal dari bisnis tradisional dan di lanjutkan dengan proses e – commerce dengan tujuan untuk menggembangkan bisnisnya. Jadi tidak hanya mempunyai bangunan fisik, tetapi mempunyai layanan secara digital. Seperti contoh layanan toko buku Gram*dia.

E- Commerce dan E-Business. Perbedaan dari kedua proses bisnis ini terletak pada jangkauannya. Adapun e-commerce melayani jual beli, sedangkan e-business melayani semua transaksi bisnis secara elektronik menggunakan jaringan. Jadi dapat dilihat bahwa jangkauan dari e-business lebih besar daripada e-commerce, dan dapat dikatakan bahwa e-commerce berada di bawah naungan e-business.

Tipe-tipe dari e-commerce.

  • Business-to-business EC (B2B), E – Commerce yang dilakukan antar pebisnis dan pebisnis atau perusahan dan perusahaan.
  • Collaborative commerce (c-commerce), E – Commerce yang melibatkan beberapa pihak sekaligus
  • Business-to-consumer EC (B2C), E – Commerce yang melibatkan perusahaan ke konsumen perorangan
  • Consumer-to-businesses (C2B), E – Commerce yang melayani proses dari perorang ke perusahaan.
  • Consumer-to-consumer (C2C), E- Commerce yang melayani proses dari perorangan ke perorangan.
  • Intrabusiness (intraorganizational) commerce, jual beli barang yang dilakukan di dalam suatu bisnis
  • Government-to-citizens (G2C), E – Commerce yang melibatkan pemerintah dan penduduka
  • Mobile commerce (m-commerce), E – Commerce yang dilakukan di dalam secara mobile.

Electronic Marketplace (Pasar Elektronik), bentuk E – Commerce yang paling sering di temui dan merupakan tepat khusus untuk jual beli. Jadi sebenarnya konsep e-commerce banyak mengambil konsep-konsep nyata yang sering kita jalani. Fasilitas yang tersedia yaitu unutk menyediakan tempat untuk menjual informasi, barang, dan layanan. Selain e- market yang berupa pasar elektronik, adajuga Inter-organizational Information Systems (IOS). IOS merupakan  e –market antara 2 atau lebih organisasi yang melakukan transaksi rutin via online.

Framework e-commerce. E –commerce ini didukung dari infrastruktur dan 5 area pendukung. 5 area pendukung yaitu pengguna, kebijakan, teknologi yang digunakan, partner bisnis, dan layanan pendukung lainnya. Adapun infrastruktur yang digunakan, yaitu perangkat keras, software, dan network.

Mekanisme pembayaran dalam e-commerce.

–          Elektronik cek, proses ini mengharuskan costumer mempunyaui akun atau rekening di bank, kemudian costumer mengirim elektronik cek yang sudah di tandatangani, dan secara langsung toko akan mendeposit cek. Uang tersebut didebet di rekening pembeli dan dikreditkan ke rekening penjual.

–          Kredit Card, terbagi menjadi dua sifat yaitu bersifat unencrypted payments tau dapat dikatakan tidak disandikan, dan terlihat dalam bentuk asli. Lalu yang kedua yaitu bersifat Encrypted payments, dimana angka sudah diacak ketika akan dikirim.

–          Elektronik cek  atau dapat disebut mata uang elektronik, bersifat tunai tetapi elektronik, dimana akan ada kerja sama anatara costumer dan bank. Pada proses ini bank menyediakan software khusus untuk seorang costumer, untuk memperolehnya costumer dapat membelinya dan dibubuhi dengan tanda tangan costumer. Uang tersebut akan disimpan elektronik cek tersebut  dan dapat digunakan di setiap toko elektronik yang menerima e-cash

–          Pembayaran dengan menggunakan e-cash, dimana kartu kredit menggunakan strip magnetik yang menyimpan informasi tentang uang tunai prabayar yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran. Akan tetapi e-cash hanya dapat dilakukan untuk pembeli yang tidak terlalu mahal, seperti pembelian mp3 di internet.

–          Smart Card, merukan sejenis kartu ATM, tetapi lebih pintar karena ada mikroprosesor yang bisa memberikan informasi lebih.

–          PayPal, merupakan proses pembayaran elektronik yang menggunakan jasa pihak ketiga, yang menyediakan layanan pada saat  1 pihak mempunyai kartu kredit untuk membayar, tetapi pihak lain tidak memilikinya.

–          Electronic Funds Transfer (EFT) transfer scra elektronik dari lembaga keuangan menggunakan jaringan.

–          Dompet elektronik sebuah dompet yang menyimpan e-cash.

–          Dan juga dapat menggunakan pembeliaan kartu.

 

Selain kebutuhan pembayaran dalam e-commerce, keamanan dalam e-commerce juga sangat dibutuhkan. Adapun mekanisme-mekanisme keamanan, yaitu :

  • Encryption, adalah proses pengacakan pesan menjadi bentuk yang tidak dapat di control, kecuali bagia mereka yang berwenang untuk membuka pesan tersebut. Jadi nanti penerima mempunyui kunci untuk membuka pesan tersebut. Tipe dari pengacakan kunci tersbut adalah
    • Single-key encryption, yang menggunakan satu kunci
    • Private key encryption, kunci untuk membuka, sedangkan
    • Public key encryption, kunci untuk mengacak.
    • Secure Socket Layer (SSL), adalah sebuah prostol yang sudah secara langsung mengacak pesan ketika ingin dikirim, protocol ini lebih aman. Biasanya protocol ini digunakan oleh perbankan online.
    • Secure Electronic Transaction Protocol (SET), adalah sebuah protocol yang biasanya digunakan untuk pemrosesan kartu kredit.

 

KASUS !

 

Kasus ini terjadi pada perusahaan Qantas Airways, sebuah perusahaan penerbangan Australia. Masalh-masalah yang muncul adalah :

–          Terjadi peningkatan bahan bakar minyak, menekan industry penerbangan.

–          Masalah kompetisi yang semakin besar, dan diikuti dengan masalah fee airport .

–          Selain itu masalah penerbangan diguncang dengan adanya tragedy WTC 11 September.

–          Qantas membutuhan megganti armada-armada yang lama.

–          Ditambah lagi pada saat yang sama perekonomian Australia sedang menurun.

 

Solusi yang dilakukan oleh Qantas :

  • Menjalin kerja sama dengan supplier bahan bakar, dengan cara memesan terlebih dahulu untuk keperluan ke depan.
  • Membuat solusi e -commerce dengan menggunakan tipe Business-to- Business (B2B) dimana Qantas menjadi anggota dari e-market place, yang di dalamnya bergabung supplier untuk penerbangan seperti bahan bakar maupun catering. Selain itu juga, Qantas juga bergabung dengan Corporcure.com.au dengan 13 perusahaan besar lainnya yang terhubung di e-market place maupun Corporcure.com.au .com.
  • Qantas juga menggunakan tipe e-commerce yaitu Business-to-customer (B2C), dengan menyediakan sebuah situs untuk costumer agar mudah dalam memesan tiket,
  • Tipe e-commerce lainnya, yaitu Business-to-employee  (B2e,yang berfungsi dalam mengelola antara karyawan. Fasilitas yang disediakan yaitu online traiing dan online banking.

 

Jadi, melihat penyelasan tentang e-commerce, dan solusi yang diberikan e-commerce , dapat disimpulkan bahwa e-commerce dapat digunakan untuk memcehakan suatu masalah di dalam sebuah perusahaan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php