berthaparaya

Sistem yang Fungsional, Interorganisional, dan Enterprise

Posted: November 12th 2012

Pada pertemuan selanjutnya diberi judul mengenai sistem yang fungsional, internasional, dan enterprise. Di dalam materi ini kami mempelajari mengenai peran dan fungsi dari Management Information Systems (MIS) dan Transaction Processing Systems (TPS) di dalam sebuah organisasi atau sebuah perusahaan; mempelajari bagaimana fungsi sistem informasi untuk mendukung bagian keuangan, bagian penjualan dan pemasaran, bagian produksi dan operasi, dan bagian manejemen tenaga kerja; bagaimana dan kenapa sistem informasi harus berintegrasi;  kemudian kami mempelajari mengenai peran dari sistem interorganisional.

Sebelum mempelajari lebih jauh tentang materi ini, kita perlu mengetahui apa itu sistem informasi. Sistem Informasi adalah aplikasi/ program untuk melaukan proses-proses bisnis dari proses manual menuju ke proses komputerisasi. Kemudian apa itu Sistem Informasi Fungsional, sistem informasi fungsional adalah sebuah sistem informasi yang dipakai 1 depatemen dan aktivitas dalam sebuah perusahaan atau organisasi, karena diperuntungan oleh 1 departemen, maka skala dari sistem informasi fungsional ini berskala kecil.

Contoh-contoh dari sebuah sistem informasi adalah  Transaction Processing Systems (TPS). TPS ini merupakan level terbawah dari piramida sistem informasi, sistem informasi dasar untuk membentuk sistem informasi di atasnya, dikatakan dasar karena merupakan sumber data yang di desain untuk mencatat transaksi bisnis sehari-hari, seperti contoh sistem informasi adalah point of sale pada toko. Karateristik dari TPS itu antara lain : bisa memproses data yang banyak, TPS beroperasi secara regular, membutuhkan kapasitas memori yang banyak, bersifat real-time.  Metode dari proses transaksi ada dua cara yaitu Batch Processing dan Real Time. Batch Processing adalah data dikumpulkan jadi satu, biasanya data dalam sehari, kemudian akan dimasukan ke dalam database setelah terkumpul. Penggunaan transaksi ini biasanya digunakan pada toko-toko bahan makanan atau lainnya. Adapun proses transaksi secara real time berbeda, yaitu proses yang langsung disesuaikan dengan keadaan yang sedang terjadi. Contoh proses transaksi real time seperti proses saat kita menarik uang dari ATM ataupun menabung.

Sistem Informasi selanjutnya adalah sistem informasi Management Information Systems (MIS). Sistem informasi MIS merupakan sistem informasi yang berada di atas sistem informasi TPS, sesuai dengan namanya, sistem ini digunakan untuk manager yang fungsinya untuk mengambil keputusan, memberikan informasi yang sifatnya rutin, dan menghasikan laporan dari data-data yang telah dikumpulkan oleh TPS. Sistem informasi lainnya yaitu Decision Support System (DSS). DSS sama dengan MIS digunakan oleh manager, tetapi DSS merupakan sistem yang lebih pintar yang mempunyai kelebihan untuk membantu pengambilan keputusan yang tepat dengan perhitungan-perhitungan algoritmanya tertentu. Sistem Informasi yang lebih tinggi lagi adalah EIS (Executive Information Systems) digunakan untuk top manager atau pimpinan perusahaan yang isinya dapat melihat pemantauan dan performance perusahaan, biasanya dalam betuk grafis yang dinamakan dashboard.

Salah satu jenis sistem informasi adalah Accounting and Finance System. Melihat dari nama sistem informasi tersebut, maka sistem ini digunakan untuk depatemen/bagian organisasi keuangan yang terdiri dari 2 sub yaitu sub accounting dan finance yang isinya dapat melakukan perencanaan keuangan, mengatur alokasikan dana, melakukan management investasi yang di dalamannya dapat melakukan analisis finansial dan mengakses ke laporan ekonomi dan finansial. Selain itu dapat melakukan kontrol keuangan yang di dalamanya berfungsi untuk kontrol anggaran, pemeriksaan, analisis kesehatan keuangan, san analiisis keuntungan.

Sistem informasi selanjutnya sistem yang biasanya digunakan untuk bagian departemen/bagian pemasaran dan penjualan dengan nama Marketing and Sales System. Fungsinya dari sistem ini yaitu utamanya yaitu untuk kegiatan ditribusi barang, kemudian bagian pemasaran biasanya dilakukan oleh costumer service. Selain itu sistem ini juga mendukung untuk melakukan tele marketing (melakukan marketing jarak jauh); Distribution Chanel; dan ada juga medukung untuk Mareting Management.

Sistem selanjutnya yaitu sistem yang mendukung produksi dengan nama Production & Operations Management Systems. Fungsionalitas dari sistem ini yaitu dapat mencatat kegiatan produksi yang didalamnya ada modul management logistic dan material yang dapat melakukan pengelolaan stok, kontrol kualitas agar barang dapat dihasilkan sesuai dengan yang ditetapkan. Kegiatan produksi seperti menyususn jadwal produksi atau material merupakan fungsionalitas dari sistem ini. Tak kalah penting  mendesain produk yang melibatkan teknologi dengan sistem Computer Aided Design (CAD) dan Computer Aided Manufacturing (CAM), sedangkan kegiatan produksinya dilakukan oleh sistem Computer Integrated Manufacturing (CIM) yang juga melibatkan teknologi/ robot.

Selain sistem informasi fungsional yang disebutkan di atas,masih ada sistem lain yaitu sistem yang mendukung bagian personalia, dengan nama Human Resources Management Systems . Fungsionalitasnya seperti penerimaan tenaga kerja yang mendukung kegiatan untuk mengecek posisi pada perusaahan yang kosong, mengiklankan posisi tersebut, dan seleksi karyawan. Selain itu dapat mendukung proses pemeliharan dan pengembangan karyawan dengan memantau skill karyawan. Jika skill karyawan tersebut kurang, bagian personalia dapat melakukan training untuk meningkatkan skill karyawan. Kegiatan lain yang berkaitan dengan bagian personalia adalah perencanaan mutu  SDM, memantau masalah gaji atau tunjangan karyawan.

Itulah 4 sistem informasi fungsional yang inti dalam sebuah perusahaan.

Akan tetapi, sistem seperti ini mempunyai kelemahan dalam masalah data yaitu data yang terdapat pada setiap bagian dapat bersifat redundant, overlap atau tidak berintegritas, karena bagain dalam perusahaan berdiri sendiri-sendri dengan databasenya masing-masing.

Melihat persoaalan tersebut ada solusi untuk membuat data menjadi sesuai dengan departemen yang lain yaitu ada sistem yang disebut Integrated Information Systems. Dalam penggunaan sistem ini ada 2 cara yaitu :

–          Mengoneksikan setiap sistem informasi. Sistem ini tetap dengan mempertahankan sistem yang dalam, tetapi setiap bagian mempunyai data yang terkoneksi.

–          Enterprise Software. Sistem ini merupakan satu sistem yang cukup kompleks yang jangkauannya perusahan yang cirinya yaitu 1 sistem, 1 interface, dan 1 database. Jenis ada 2, yaitu Supply Chain Management software (SCM) dan Enterprise Resource Planning software (ERP). ERP ini adalan sistem yang merupakan penggabungan dari semua sistem informasi fungsionalitas di atas masuk di dalam jenis ERP. Jadi di dalam sistem ini terdapat modul Finance, modul produksi, modul marketing, dan modul personalia. Adapun SCM adalah sebuah sistem yang dapat digunakan bersama-sama antara pihal perusahaan, supplier, costumer, dan distributor. Sistem ini menghubungkan pihak-pihak tersebut. Jadi sistem ini membawa dampak yang baik, karena perusahan dapat dengan mudah berkomunikasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan perusahaannya.

Untuk implementasinya di Interorganizional Information System (IOS) bisa secara valid dengan jaringan swasta atau pihak ketiga. Selain itu dapat pula diakses dengan public melalui internet.  Inilah gambaran-gamabaran sisitem informasi, dan sistem informasi fungsional merupakan pilihan utama bagian perusahaan-perusahaan besar. Akan tetapi, bagi perusahaan-perusahaan kecil sistem informasi fungsional masih menjadi pilihan yang tepat, karena melihat dari kebutuhan perusahaan itu juga.


Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.

Artikel lainnya

Internet, Intranet, dan Ekstranet

Go to post

Elektronic Commerce (E - Commerce )

Go to post
© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php