konservasi pangan

Teknologi Marka Molekuler pada Tanaman

Posted: May 27th 2013

Dewasa ini, ilmu pengetahuan telah berkembang sangat pesat. Sejak tahun 1980an telah dikembangkan teknologi molekuler berbasis DNA. Marka molekuler dapat diartikan sebagai upaya untuk membedakan karakteristik tanaman pada tingkat gen. Penggunaan utama dari marka molekuler adalah untuk memonitor variasi susunan DNA di dalam dan pada sejumlah spesies, serta merekayasa  sumber baru variasi genetik dengan mengintroduksi karakter-karakter yang baik.

Pemilihan marka molekuler yang akan digunakan dalam analisis genetik perlu mempertimbangkan tujuan yang diinginkan, sumber dana yang dimiliki, fasilitas yang tersedia serta kelebihan dan kekurangan masing-masing tipe marka. Langkah awal pelaksanaan marka molekuler adalah mengambil bagian tanaman, biasanya berasal dari daun muda. Kemudian diisolasi DNA-nya dan dicari bagian yang bertanggung jawab terhadap karakter unggul pada tanaman. Biasanya DNA yang diisolasi kemudian akan dihubungkan dengan bank data genetika, untuk mengidentifikasi gen dan menduga karakter yang diekspresikan. Melalui marka molekuler maka kepemilikan varietas akan diperkuat dengan identitas tanamannya secara spesifik dalam bentuk gambar atau karakter gen. Dan informasi tersebut menjadi data pendukung deskripsi fisik yang diperoleh dari hasil observasi langsung di lapangan.

Oleh karena itu marka molekuler menjadi penting karena karakter tanaman pada dasarnya, dan hasil interaksi antara faktor genetik dengan lingkungan. Sehingga tanaman yang pada dasarnya masih satu jenis menjadi dapat berbeda secara fisik karena perbedaan perlakukan atau lingkungan. Oleh sebab itu, salah satu cara mengindentifikasi persamaan atau perbedaan jenis dibalik keragaman karateristik fisik adalah melihat variasi pada tingkat gen. Dan hal ini tepat untuk mencegah double claim terhadap kepemilikan sebuah varietas tanaman. Para produsen benih perlu mempertimbangkan marka molekuler sebagai penanda dari bahan tanaman yang diklaim. Setidaknya ini bermanfaat untuk melindungi varietas yang dimiliki serta mencegah timbulnya masalah terkait hak kepemilikan sebuah temuan varietas, agar bahan tanam yang diklaim benar-benar tidak pernah dihasilkan sebelumnya. Jenis marka molekuler pada tanaman ada dua yaitu penanda yang berdasarkan teknik PCR dan yang tidak berdasarkan teknik PCR. Penanda molekuler yang berdasarkan teknik PCR antara lain RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA), AFLP (Amplified Fragment Length Polymorphism) dan SSR (Simple Sequence Repeats). Sedangkan Penanda molekuler yang tidak berdasarkan teknik PCR hanya ada satu jenis yaitu RFLP (Restriction Fragment Lenght Polymorphisme) (Azrai, 2005;  Chawla, 2004). Setiap penanda molekuler memiliki teknik yang berbeda-beda baik dalam hal jumlah DNA yang dibutuhkan, dana, waktu, prosedur pelaksanaan, tingkatan polimorfisme dan pengujian secara statistik (Garcia et al., 2004).


5 responses to “Teknologi Marka Molekuler pada Tanaman”

  1. stianita says:

    Dapat ditambahakan informasi tentang penelitian pada satu jenis tanaman yang menggunakan teknologi ini

  2. berlindis says:

    terimakasih untuk masukannya

  3. Randy says:

    Kita punya hampir sama aku lagi belajar penggunaan prospek markah molekuler dan hasilnya semangit tertarik dunia molekuler, yukk kita majukan prospek ke depan untuk molekuler

  4. Randy Tobing says:

    Kita sama, belum lama ini aku belajar markah molekuler dalam hal penggunaannya, sangat bermamfaat bahkan ide buat penelitian ke depanku

  5. berlindis says:

    oke Randy
    sukses untuk penelitianmu 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php