Oceanologic

Coral Reef

Posted: May 27th 2013

Mendengar kata coral reef atau terumbu karang pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Terumbu karang merupakan salah satu komponen utama sumber daya pesisir dan laut, disamping hutan bakau atau hutan mangrove dan padang lamun. Terumbu karang dan segala kehidupan yang ada didalamnya merupakan salah satu kekayaan alam yang dimiliki bangsa Indonesia yang tak ternilai harganya.

Diperkirakan luas terumbu karang yang terdapat di perairan Indonesia adalah lebih dari 60.000 km2, yang tersebar luas dari perairan Kawasan Barat Indonesia sampai Kawasan Timur Indonesia. Contohnya adalah ekosistem terumbu karang di perairan Maluku dan Nusa Tenggara. Indonesia merupakan tempat bagi sekitar 1/8 dari terumbu karang Dunia dan merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman biota perairan dibanding dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Terumbu karang mengandung berbagai manfaat yang sangat besar dan beragam, baik secara ekologi maupun ekonomi. Estimasi jenis manfaat yang terkandung dalam terumbu karang dapat diidentifikasi menjadi dua yaitu manfaat langsung dan manfaat tidak langsung.

Manfaat dari terumbu karang yang langsung dapat dimanfaatkan oleh manusia adalah:

  • sebagai tempat hidup ikan yang banyak dibutuhkan manusia dalam bidang pangan (seperti ikan kerapu, ikan baronang, ikan ekor kuning)
  • pariwisata, wisata bahari melihat keindahan bentuk dan warnanya.
  • penelitian dan pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya.

Sedangkan yang termasuk dalam pemanfaatan tidak langsung adalah sebagai penahan abrasi pantai yang disebabkan gelombang dan ombak laut, serta sebagai sumber keanekaragaman hayati.

Dewasa ini, kerusakan terumbu karang, terutama di Indonesia meningkat secara pesat. Terumbu karang yang masih berkondisi baik hanya sekitar 6,2%. Kerusakan ini menyebabkan meluasnya tekanan pada ekosistem terumbu karang alami. Meskipun faktanya kuantitas perdagangan terumbu karang telah dibatasi oleh Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), laju eksploitasi terumbu karang masih tinggi karena buruknya sistem penanganannya.
Kegiatan manusia yang menyebabkan terjadinya degradasi terumbu karang, antara lain: (1) penangkapan ikan dengan menggunakan bahan dan/atau alat yang dapat membahayakan sumber daya ikan dan lingkungannya; (2) penambangan dan pengambilan karang; (3) penangkapan yang berlebih; (4) pencemaran perairan; (5) kegiatan pembangunan di wilayah pesisir; dan (6) kegiatan pembangunan di wilayah hulu. Sedangkan degradasi terumbu karang yang diakibatkan oleh alam antara lain: (1) pemanasan global; (2) bencana alam seperti angin taufan; (3) gempa tektonik; (4) banjir; dan (5) tsunami, serta fenomena alam lainnya.

Konservaasi terumbu karang sudah banyak dilakukan oleh LSM, Instansi dan Pemerintah telah mengembangkan Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang. Walaupun masih muncul berbagai masalah dari proyeek konservasi terumbu karang, adanya harapan terumbu karang dapat terkonservasi dengan baik. oleh karena itu marilah kita bersama-sama melakukan konservasi terumbu karang karena dari hal kecil tersebut dapat menimbulkan suatu perubahan yang besar bagi negeri kita.


4 responses to “Coral Reef”

  1. liberthoriky says:

    terimakasih atas info tentang terumbu karangnya…

  2. fendyloe says:

    Informasi menarik, 1/8 terumbu karang Dunia dimiliki oleh Indonesia, tetapi tidak banyak warga Indonesia sendiri yang menyadarinya. Mungkin karena terlalu banyaknya keanekaragaman yang dimiliki Indonesia,mulai dari flora dan fauna, budaya, kuliner..sampai2 diperebutkan dengan negara tetangga. Bisa-bisa terumbu karang Indonesia juga diperebutkan oleh negara tetangga.. @_@a

  3. isda says:

    good*_*tapi kurang solusi, contoh konkrit dari solusi pencemaran lingkungan? pengelolaan terumbu karang seperti apa ya?

  4. gaviota says:

    Bisa gak sih terumbu karang di percepat pertumbuhannya? Biar tambah lengkap terumbu karang diIndonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php