Welcome to Jungle

Save “Jalak Bali” for The Future

Posted: December 2nd 2015

Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) dalam Red Data Book IUCN tahun 2012 dikategorikan sebagai satwa yang paling terancam punah (Critically Endangered). Pengurangan daerah jelajah dan ditambah lagi penangkapan burung secara ilegal untuk perdagangan ataupun sebagai burung peliharaan telah menurunkan jumlah populasi liarnya di alam sampai batas kritis terendah. Salah satu usaha konservasi ex situ terhadap Jalak Bali telah dilakukan oleh Friends of the National Parks Foundation (FNPF) yaitu pelepasliaran Jalak Bali di Pulau Nusa Penida untuk mencegah kepunahan Jalak Bali di alam.

Gambar 1. Spesies Jalak Bali

Gambar 1. Spesies Jalak Bali

Di Indonesia, Jalak Bali dilindungi dalam UU No.5 th. 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati. dan Ekosistemnya dan dalam PP No.7 th.1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan Dan Satwa. Jalak Bali ditetapkan sebagai satwa langka yang nyaris punah dan tidak boleh diperdagangkan kecuali hasil penangkaran dari generasi ketiga (indukan bukan dari alam). Meskipun demikian, perdagangan liar masih menjadi ancaman terbesar bagi Jalak Bali hingga saat ini.

Habitat Jalak Bali di Pura Dalem, Pura Puseh, Banjar Sental, dan Banjar Biaung. Jalak Bali memanfaatkan 29 spesies tumbuhan dari habitus semak hingga pohon. Jalak Bali di Desa Ped menggunakan sarang dari nest box dan sarang alami di Pohon Ancar dan Pohon Randu (Ceiba pentandra). Pohon Kelapa (Cocos nucifera) merupakan tumbuhan yang paling sering dimanfaatkan Jalak Bali di seluruh lokasi. Sedangkan Pohon Bunut (Ficus glabela) merupakan spesies yang paling bermanfaat bagi Jalak Bali sebagai tempat bertengger, mencari makan, dan bersarang.


Usaha yang di lakukan untuk konservasi jalak bali:

  1. Salah satu usaha konservasi ex situ terhadap Jalak Bali
  2. Dalam usaha konservasi dilakukan pelepasliaran Jalak Bali habitat aslinya untuk mencegah kepunahan Jalak Bali di alam yang didukung oleh masyarakat sekitar melalui aturan adat oleh warga sekitar.
  3. Konservasi Jalak Bali dilakukan menggunakan metode terkonsentrasi (Purposive Random Sampling) dengan cara membuat plot imajiner berbentuk lingkaran dengan jari-jari ±150 m.
  4. Bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk melakukan pelindungan jalak bali.
  5. Kegiatan konservasi jalak bali, meliputi penangkaran,pelepasliaran, pembinaan habitat dan pengamanan.

 

 

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php