Welcome to Jungle

Edelweis Bunga Cantik Ciptaan Tuhan

Posted: September 10th 2015

Anaphalis javanica lebih dikenal dengan Edelweis merupakan tumbuhan yang bunganya dicari banyak orang. Dalam keadaan kering bunganya tahan lama dan menirnbulkan bau yang khas. Tumbuhan ini hidup pada ketinggian antara 1600 samapai 3600 meter dari permukaan laut (van Leeuwen, 1933 dan van Steenis, 1978), bersifat intoleran, dan dapat hidup pada tanah yang miskin kandungan hara (van Steenis, 1978). Edelweis mempunyai manfaat ekologis yang nilainya sukar diukur dengan uang. Bunganya merupakan sumber makanan bagi serangga-serangga tertentu. Van Leeuwen (1933) mengemukakan bahwa terdapat + 300 species serangga yang berasal dari ordo Hemiptera, Thysanoptera, Lepidoptera, Diptera dan Hymenoptera, yang ditemui pada bunga Edelweis. Kulit batangnya bercelah dan mengandung banyak air, sehingga dapat menjadi tempat hidup bagi beberapa jenis lumut dan lichen, seperti Cladinia calycantha,Cetrmia sunguinea, dan sebagainya (van Leeuwen, 1933). Ranting-ranting Edelw eis yang dapat mengundang burung Murai (Turdus sp.) untuk membuat sarang (van Leeuwen,1933). Demikian pula dengan akarnya yang muncul di perrnukaan tanah, merupakan tempat higup cendawan tertentu membentuk mikoriza. Cendawan-cendawan tersebut mendapat oksigen dan tempat hidup, sedang Edelweis mendapat unsur hara dari cendawan (van Faber, 1927 dalam van Leeuwen, 1933). Itulah sebabnya Edelweis dapat hidup di tanah yang miskin hara.

Untuk mencegah kepunahannya perludilakukan usaha penangkaran,misalnya dengan menbuat perbanyakan vegetative.individu baru yang di hasilkan dari pembiakan vegetative akan mempunyai sifat yang sama dengan induknya(Rochiman dan Haryadi 1973).salah satu teknik pembiakan vegetative adalah dengan stek batang.beberapa keuntungan stek batang adalah murah dalam biayanya.dan tidak melakukan ketrampilan khusus serta menghasilkan individu dalam jumlha banyak.

Status konservasi edelweiss.
status-konservasi-edelweis-eropa-e1417881348826

Permasalahan Edelweiss

Sebagai salah satu tumbuhan dari aneka ragam hayati di Indonesia, tentunya Edelweiss pasti memiliki suatu ancaman untuk keberlangsungan hidupnya. Mungkin faktor-faktor yang mengancam keberadaan Edelweiss memang tidak banyak, tapi ancaman ini akan semakin parah mengancam Edelweiss ini jika tidak ditanggulangi dari saat ini. Berikut faktor-faktor yang mengancam keberlangsungan hidup Edelweiss:
1.Pengambilan bunga Edelweiss secara ilegal
Pembuatan bunga imitasi Edelweis
Mengambil bunga tanpa memikirkan dampaknya dan memetik Edelweiss tanpa menanam lagi merupakan hal yang sering terjadi dan mungkin sudah jadi kebiasaan bagi beberapa orang para pendaki gunung. Daya simpan atau keawetan bunga Edelweiss yang mampu tahan lama tanpa mengalami kerusakan tentunya yang paling memicu orang-orang untuk memiliki bunga tersebut, apalagi bunga ini memiliki bentuk yang indah dan dapat dirangkai menjadi bouquets atau sebagai ornamen rangkaian bunga dan hiasan. Pengoleksi bunga Edelweiss pun mungkin sudah ada saat ini, mengingat keberadaan Edelweiss yang sudah lama pula. Perlu teman-teman ketahui bahwa bunga Edelweiss setelah dipetik beberapa kali tidak dapat menghasilkan benih dan akan segera mati.

2.Maraknya perdagangan bunga Edelweiss di kawasan wisata
Pembuatan bunga imitasi Edelweiss

ede

Gambar. Bouquete Edelweiss

Eksploitasi Edelweiss dilakukan oleh penduduk sekitar untuk diperdagangkan khususnya Anaphalis javanica. Hal ini terkait dengan bunga A. javanica yang dapat dirangkai dan dibentuk menjadi bentuk boneka dan sebagainya untuk parcel atau kenang-kenangan bagi para pendaki gunung. Perdagangan bunga ini pun laris dan sangat mendukung untuk kehidupan ekonomi penduduk karena sebagian besar para pendaki gunung pasti membeli parcel bunga Edelweiss, terutama jika tidak dapat mengambil Edelweiss dari area pegunungan secara langsung.
3.Adanya taman nasional yang membudidayakan Edelweiss
Saat ini telah ada Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang membudidayakan bunga Edelweiss khususnya Leontopodium alpinum. Hal ini menyebabkan beberapa masyarakat dapat berpikiran bahwa keberadaan Edelweiss tidak akan terancam jika Edelweisyang tumbuh di area pegunungan diambil atau dipetik karena telah ada taman nasional yang membudidayakannya. Perlu teman-teman ketahui bahwa ternyata pembudidayaan Edelweiss di TNBTS masih jauh dari harapan karena banyak bunga yang mati akibat pucuk daun dan bunga beku terkena embun

Sumber
Hartman.H.T.dan D. E . kester. 1983. Plant propagation and practices. englewood Cliffs. New York.
JUMIN, H. B. 1989. Ekologi tanaman,suatu pendekatan ekologis. Rajawali press. Jakarta.
PURBAWIYATNA,A.1987. Mempelajari Kemungkinan Distribusi Macan Tutul di resort cibodas,situgintung dan bodogol,Taman Nasional gedePangrango. Skripsi sarjana kehutanan IPB. Bogor.
ROCHIMSN, K.dan S.S. HARYADI.1973. Pembiakan Vegetatif. Fakultas Pertanian IPB. Bogor.
VAN LEEUWEN.W.M.D.1933. BIOLOGI of plant and Animal Occursing in the higher Parts of Mount pangrango-Gede in west java. Uitave van de N.V.Noord Holland. Amsterdam.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php