Memaknai Kembali Ideologi

Nah, kali ini kita akan mulai menengok bagaimana memahami suatu makna di balik istilah bahasa yang digunakan dalam kehidupan masyarakat kita yang dewasa ini.

Ideologi. Kata ini belakangan mulai ramai diperbincangkan karena isu PKI, Komunis, Sosialis dijadikan alat jual kampanye oleh segelintir orang berwajah garang. Mereka meneriakan penolakan terhadap aliran pemikiran yang katanya Ideologi Timur itu. Itu bukan Ideologi sayang, itu hanya paham. Paham adalah Isme. Sedangkan Ideologi adalah Sandaran Keyakinan berdasarkan pemikiran.

Mari, sayang. Kita tengok arti kata Ideologi lewat arti bahasanya. Ideologi berasal dari bahasa Yunani, Ideas dan Logos atau berarti Gagasan-gagasan yang Logis. Gagasan Logis ini berbeda dengan paham yang selalu diidentikan dengan blok tertentu. Semisal blok barat dan blok timur. Gagasan Logis ini bukanlah gagasan Non-Blok, melainkan ia adalah Gagasan yang sangat Universal dan Multi-Regional. Paham atau Isme sifatnya semu, dia hanya aktif di wilayah tertentu atau kelas sosial tertentu saja. Berdasarkan pahaman kelas sosialnya saja. Seumpama di kalangan borjuis mereka sangat kuat berpegang pada Isme Kapitalis Imperialis, sedangkan dalam kalangan proletar mereka kekeh menentang kaum borjuis dengan Isme Komunis Sosialis mereka.

Lihat bagaimana dua kubu itu bersikukuh bertahun-tahun, bertempur di berbagai medan yang sama dan saling menumpahkan darah antara keduanya.

Apakah Gagasan Logis harus memakan korban, darah dan nyawa jutaan umat manusia…??

Tidak sayang, maka dari itu mereka bukanlah Ideologi, mereka hanya Isme-isme semu yang bertebaran dan membuat kerusakan di muka bumi. Komunis hanya logis bagi kalangan proletar dan tidak untuk kalangan borjuis, begitu pula Kapitalis hanya logis bagi kalangan borjuis dan tidak bagi kalangan proletar. Malahan itu menunjukan bahwa Isme tersebut belumlah logis, malah bisa jadi merupakan doktrin sektoral yang dibuat untuk tujuan tertentu. Ehm…

Sesuatu yang Logis dan bisa disebut sebagai Ideologi haruslah Universal dan Multi-Regional. Setiap akal manusia di bulatan bumi ini pasti akan menerima sebuah gagasan logis, dari mana pun asalnya. Sebab Gagasan Logis pure, atau murni berasal dari akal. Maka sudah tentu ia harus Logis atau Masuk Akal.

Ideologi Nyata tidak akan pernah bisa ditolak oleh siapapun, Ideologi nyata bukan milik timur atau barat juga bukan non-blok.

Adakah akal manusia yang mampu menolak Ketuhanan..?
Adakah akal manusia yang menolak Kemanusiaan..?
Adakah akal manusia yang menolak Persatuan..?
Adakah akal manusia yang menolak Cinta Kasih…?
Adakah akal manusia yang menolak Kebijaksanaan dan Ilmu Pengetahuan..?
Adakah akal manusia yang menolak Keadilan..?

Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Cinta Kasih, Kebijaksanaan Ilmu Pengetahuan dan Keadilan. Adalah buah akal. Adalah Gagasan-gagasan Logis yang sangat nyata dan Universal.

Adakah yang lebih nyata dan lebih logis dari ini…?

Bisakah seseorang atau segelintir orang berupaya untuk menghilangkan Gagasan Logis ini dan berhasil…?

Tidak, dan tidak akan pernah bisa. Selama manusia masih menggunakan akalnya. Kecuali, semua manusia sudah menjadi Reptil (Kapitalis Imperialis) dan Mamalia (Komunis Sosialis). Atau menjadi kaum sumbu pendek yang lebih memilih memanjangkan hal lain ketimbang memanjangkan akalnya.

This entry was posted in Ideologi, Makna. Bookmark the permalink.