ayu shanty hapsary

Action Plan for Leucopsar rotschildii. Si Cantik Jalak Bali..

Posted: December 3rd 2015

Jalak Bali (Leucopsar rotschildii) merupakan salah satu satwa khas Indonesia yang penyebarannya secara alam hanya terdapat di Taman Nasional Bali Barat. Sehingga salah satu tujuan penting dalam pengelolaan Taman Nasional ini adalah untuk melestarikan kehidupan jalak Bali. Akan tetapi sampai saat ini masih dijumpai berbagai kesulitan untuk melestarikan kehidupan jala Bali di Bali Barat. Keadaan ini disebabkan karena masih adanya berbagai segi yang belum dikuasai, terutama yang menyangkut keadaan bio-ekologi jalak Bali, dinamika lingkungannya, pengaruh manusia, dan teknik – teknik pengelolaannya.

Gambar 1. Jalak Bali (Leucopsar rotschildii)

Gambar 1. Jalak Bali (Leucopsar rotschildii)

Gambar 2. Jalak bali sedang bertengger pada batang kayu.

Gambar 2. Jalak bali sedang bertengger pada batang kayu.

Menurut hasil observasi (Pujiati, 1987) diduga populasi jalak Bali hanya di bawah 100 ekor. Kemungkinana adanya penurunan populasi jalak Bali ini dapat dipahami karena sejak tahun 1982 di kawasan Bali Barat dirasakan semakin sulit menjumpai Jalak Bali. Hasil observasi pada tahun 1974 – 1984 di Taman Nasional Bali Barat adalah sebagai berikut,

tabel 1. Perkembangan populasi jalak Bali sejak tahun 1974 sampai dengan 1984 di Taman Nasional Bali Barat.

tabel 1. Perkembangan populasi jalak Bali sejak tahun 1974 sampai dengan 1984 di Taman Nasional Bali Barat.

Jalak Bali termasuk jenis burung bernyanyi, sehingga dahulu banyak dipelihara sebagai hewan kesayangan. Hal ini membuat populasi burung berbulu putih ini di alam bebas merosot, akibat maraknya perburuan liar. Burung yang memiliki nama latin Leucopsar rotschildii ini diduga pernah hanya tersisa sekitar 100-200 ekor pada dekade 1980-an hingga 1990-an. Kenyataan ini membangkitkan kesadaran sejumlah pihak untuk mulai menggagas upaya penyelamatan satwa asli Bali ini dari ancaman kepunahan.

gambar 3. Letak Taman Nasional Bali Barat dengan Google Earth

gambar 3. Letak Taman Nasional Bali Barat dengan Google Earth

 

Upaya yang dilakukan antara lain dengan membangun pusat-pusat penangkaran jalak Bali di sejumlah titik, salah satunya di kawasan Taman Nasional Bali Barat. Sayangnya, karena kesadaran masyarakat setempat belum tumbuh, perburuan jalak Bali masih marak dilakukan. Hal itu membuat program-program yang dibuat tidak banyak berpengaruh pada peningkatan populasi jalak Bali. Selain perburuan liar, ancaman lain adalah predator alami yang memangsa telur-telur burung jalak Bali seperti ular, tikus, atau burung pemangsa lainnya.

Sesuai dengan kondisi permasalahan yang ada dan mempertimbangkan urgens serta kemampuan pelaksanaan di lapangan maka kegiatan penyelamatan jalak Bali dapat dibagi menurut jangka pendek dan jangka panjang. Adapun usaha yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Jangka Pendek
  2. Melakukan pemantauan keadaan populas, penyebaran, pergerakan harian jalak Bali, kemudian mengamankannya dari berbagai gangguan baik yang disebabkan oleh alam, ternak maupun manusia.
  3. Menjaga kelestarian sumber air yang dgunakan untuk minum jalak Bali, terutama dari gangguan manusia dan ternak.
  4. Menjaga kelestarian pohon – pohon yang digunakan untuk bersarang, tidur dan beristirahat/bermain.
  5. Mempertahankan jenis tumbuhan penghasil buah yang disukai jalak Bali, dan perlu dibina secara khusus suatu daerah penyangga yang dapat menghasilkan buah – buahan yang dimakan jalak Bali seperti murbei, papaya, pisang dan sebagainya.
  6. Melakukan pemantauan
  7. Jangka Panjang
  8. Meningkatkan keterampilan petugas lapangan baik sebagai pengelola kawasan maupun sebagai penginterpretasi kawasan yang dikelolanya.
  9. Mengembangkan penangkaran jalak Bali dengan memanfaatkan pengalaman yang dimiliki oleh berbagai kebun binatang yang telah berhasil mengembangbiakkan jalak Bali.
  10. Melakukan pembinaan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian alam dan pembinaan social ekonomi budya masyarakat desa di sekitarnya melalui peningkatan kerjasama dengan berbagai instansi/sector yang berkepentingan.

Salah satu kunci keberhasilan program pelestarian jalak Bali di Nusa Penida adalah keterlibatan masyarakat umum. Dengan melibatkan masyarakat umum dalam upaya pelestarian, berarti semakin banyak pihak yang memiliki wawasan terhadap pelestarian jalak Bali. Selain masyarakat Nusa Penida, inovasi yang dilakukan adalah melibatkan wisatawan sebagai tenaga relawan dalam aktivitas keseharian di penangkaran jalak Bali ini. Hal ini di satu sisi membantu dalam menjalankan operasional program, sementara di sisi lain juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat umum tentang pelestarian lingkungan. Selain itu, dengan fasilitas akomodasi sederhana yang disediakan, para wisatawan dapat berdonasi untuk menjaga keberlanjutan program pelestarian ini.


One response to “Action Plan for Leucopsar rotschildii. Si Cantik Jalak Bali..”

  1. Robert Fernando says:

    Action plan tersebut sangatlah kompleks, dimana setiap kegiatannya membutuhkan kajian lebih mendalam yang berkaitan dengan ekologinya, adakah action plan yang dapat dilakukan oleh orang awam?, sehingga dari action plan sederhana untuk orang awam dapat menimbulkan kecintaannya untuk melindungi Jalak Bali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php