Aetobatus flagellum (longheaded eagle ray)

Hubungan Filogeni Molekuler Mangrove Pulau Penjarangan Ujung Kulon.

Posted: August 21st 2017

Ekologi molekuler merupakan salah satu istilah ilmu yang masih tabu dalam masyarakat luas. Hal ini demikian karena istilah ini masih  jarang terdengan bagi mereka yang tidak mendalami ilmu sains (biologi). Ekologi molekuler merupakan ilmu yang  dikembangkan dalam biologi, yang mengaplikasikan teknik genetika molekuler untuk menjawab permasalahan-permasalahan ekologi, evolusi, perilaku, dan konservasi. Dalam ekologi molekuler digunakan teknik yang menggunakan penanda molekuler, yaitu bagian dari genom organisme yang dapat lebih mudah diperoleh melalui prosedur yang dikenal sebagai Polymerase Chain Reaction (PCR). Ada berbagai jenis penanda DNA yang digunakan dalam ekologi molekuler, antaralain: mikrosatelit, minisatelit, Restriction Fragment Length Polymorphisms, dan data sekuens DNA. Dengan munculnya PCR, ekologi molekuler telah maju pesat sebagai bidang studi. PCR memungkinkan untuk memperkuat miliaran salinan bagian tertentu dari DNA dari genom dengan salinan awal sangat sedikit, sehingga dapat mengambil sampel kecil dari jaringan untuk mendapatkan DNA yang cukup untuk dipelajari. Dengan PCR, kita tidak perlu membunuh organisme studi … Read more


Perlindungan Terhadap Raja Langit Banyumas

Posted: December 3rd 2016

PERSONAL ACTION PLAN DI PURWOKERTO   Latar Belakang Purwokerto merupakan suatu kota dengan kawasan hutan yang cukup luas. Hutan alami maupun buatan terpapar luas di kota lereng Gunung Slamet ini. Baturaden merupakan kawasan hutan dan rekreasi yang sangat luas dengan ke aslian habitat yang masih dijaga. Lokasi Baturaden yang berada di lereng gunung tidak berarti bahwa tidak ada permasalahan.berkurangnya beberapa hewan kunci penyeimbang ekosistem di kawasan baturaden adalah permasalahan yang dihadapi dalam rentan 5 tahun terakhir. Elang jawa (Nisaetus bartelsi) merupakan spesies yang jumlahnya berkurang dengan angka yang nyata dalam rentan 5 tahun terakhir. Perburuan untuk didagangkan baik untuk koleksi hewan maupun dubunuh untuk pengambilan bulu untuk fashion adalah beberapa masalah yang dihadapi. Mahasiswa lokal maupun pendatang mengambil peran dalam berkurangnya jumlah spesies tersebut. Pembelian melalui took yang siap memberi dengan harga tinggi maupun blackmarket yang ada di Purwokerto adalah cara transaksi. Berkurangnya spesies elang jawa yang makin rapid bila … Read more


The unknown flying prince of the see that will continue to be unknown

Posted: August 29th 2016

A. Diskripsi umum Atobatus flagella merupakan pari kecil (ukuran ± 47 cm) jarang ditemui dan memiliki penyebaran pada perairan pantai Indo-Pasifik Barat ini termasuk dalam eagle ray yang sangat rentan terhadap berbagai metode penangkapan ikan di daerah dengan tingkat eksploitasi sumber daya laut sangat tinggi. Spesies ini memiliki persebaran dari Pakistan, India, Indonesia (jawa) dan Cina selatan, terjadi terutama di landas kontinen batin. Hal ini juga diduga telah membataasi parameter sejarah hidup mirip dengan sinar mylobatid lainnya (termasuk fekunditas rendah). Spesies ini dinilai sebagai EN bawah kriteria A2d = 3d= 4d karena tingkat yang sangat tinggi (terus meningkat) tekanan memancing di daerah perairan pantai dimana itu terjadi, yang menjadi perhatian besar mengingat bahwa itu adalah spesies alami yang sangat jarang dengan membatasi karakteristik sejarah hidup. B. Habitat dan Ekologi Ditemukan pertama kali di perairan pantai landas kntinen batin, cara reproduksi biologis, umur, pertumbuhan dan komposisi makan yang masih belum diketahui. … Read more


Hello world!

Posted: August 22nd 2016

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php