Mae's Blog

Posted: June 9th 2016

3 P untuk Sungai Kahayan di Kota Cantik Palangka Raya

            Kalimantan Tengah merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki berbagai pesona alamnya. Sumber daya alam yang dapat dijumpai disana seperti hutan, sungai, emas dan masih banyak lagi. Sumber daya alam tersebut merupakan faktor penting bagi kehidupan hewan endemik dan juga manusia. Palangka Raya sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Tengah juga memiliki sumber daya alam yang dimanfaatkan bagi masyarakat sekitar, yaitu Sungai Kahayan. Sungai Kahayan merupakan sungai terpanjang di Kalimantan dan memiliki manfaat bagi masyarakat yaitu sebagai sarana transportasi, sumber air bagi masyarakat. Luas sungai di Kota Palangka Raya 100,09 km2 dan danau 18,63 km2, perairan tersebut berperan juga dalam sumber ikan serta dalam budidaya ikan (Susila, 2015).

Besarnya pemanfaatan sungai Kahayan, saat ini telah berkembang berbagai wisata seperti susur Sungai Kahayan serta tempat untuk bersantai disekitar sungai untuk menikmati pemandangan yang ada bagi masyarakat. Sejalan dengan waktu, sungai Kahayan mengalami beberapa faktor yang menyebabkan pencemaran yang mengurangi nilai ekstetika. Menurut Susila (2015),  kegiatan pertambangan menyebabkan adanya penumpukan pasir di bagian tepi sungai, hal ini menyebabkan jalur transportasi sungai terganggu. Penambangan juga menyebabkan pencemaran logam pada sungai, selain itu pencemaran juga diakibatkan kegiatan rumah tangga disekitarnya yang menghasilkan limbah seperti air bekas cucian dan bahan organik lainnya.

sungai-kahayan2

           Gambar 1. Sungai Kahayan

(Sumber : Fatuhrahman , 2014)

             Pencemaran yang terjadi secara terus menerus menyebabkan kualitas air menurun dan dapat menyebabkan perkeonomian, khususnya menggunakan sungai sebagai keramba budidaya ikan akan menurun. Kesempatan ini, rencana aksi konservasi yang saya akan lakukan adalah mengurangi dampak pencemaran air sungai Kahayan. Adapun rencana yang akan saya lakukan terbagi menjadi tiga tahap yaitu 3 P (Penyuluhan, Pembersihan, Pemberdayaan). Rencana konservasi 3 P ini ditujukan bagi mahasiswa, masyarakat sekitar serta mengajak masyarakat Kota Palangkaraya untuk ikut berpatisipasi. Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk mengurangi tingkat pencemaran, mencegah timbulnya dampak dimasa mendatang seperti banjir dan menanamkan rasa cinta, peduli serta dapat merawat Sungai Kahayan.

Rencana Kegiatan ini dilakukan di Kota Palangkaraya, pada bulan Agustus tahun 2020. Memilih bulan Agustus dikarenakan pada bulan tersebut telah memasuki musim kemarau, sehingga debit air tidak besar. Adapaun kegiatan ini dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:

  1. Penyuluhan

Penyuluhan bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat dan mahasiswa mengenai kondisi Sungai Kahayan dengan memberikan data serta fakta yang mendukung sehingga perlu untuk dilakukan konservasi. Pada kegiatan penyuluhan ini tidak hanya informasi saja, tetapi diadakan pula tukar pendapat antar penyelenggara dengan peserta sehingga memperoleh langkah yang tepat dan sesuai.

Rencana penyuluhan akan di dimulai pada akhir bulan Juli dan awal bulan Agustus. Penulis akan membentuk tim bersama dengan anak muda di Palangka Raya terutama mahasiswa dan aktivis lingkungan Palangka Raya. Penyampaian informasi, tingkat pencemaran dilakukan dengan formal dan informasl. Secara formal dilakukan dengan mengadakan temu warga beserta pihak-pihak pemerintah yang terkait, membahas mengenai konservasi sungai. Secara informal ditujukan universitas-universas Palangkara Raya, penyuluhan berbasis edukasi dan hiburan musik dengan mengundang band hindi di berbagai universitas di Palangka Raya.

  1. Pembersihan

Sejalan dengan penyuluhan tersebut, masyarakat dan mahasiswa diajak untuk ikut berpatisipasi dalam menjaga kebersihan sungai. Salah satu, bagian dari kegiatan pembersihan yaitu menanamkan kebiasan dalam memilah sampah organik dan anorganik, sampah yang dapat di recycle dan tidak dapat di recycle. Kemudian dengan partisipan yang telah terbentuk, akan dilakukan pembersihan ke lapangan langsung dengan terbagi menjadi beberapa kelompok yang tersebar disepanjang sungai Kahayan, Palangkaraya. Demi menjaga keselamatan partisipan, sebelumnya telah diberikan sosialiasi dalam pembersihan yang akan dilakukan dan pemilihan lokasi yang aman dan menghindari lokasi yang rawan akan arus deras. Rencana Kegiatan ini dilakukan pada minggu ketiga Agustus 2020 selama satu hari.

  1. Pemberdayaan

Sebagai apresiasi atas kesediaan partisipan dalam kegiatan konservasi, makan diberikan penghargaan berupa sertifikat, buku konservasi yang berhubungan dengan sungai serta beberapa alat pendukung dalam membersihkan sungai., seperti tempat sampah terpisah berdasarkan jenisnya di sepanjang tepi sungai Kahayan yaitu pada lokasi wisata dan tempat untuk bersantai. Pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan menghentikan pertambangan liar dengan memberikan solusi pekerjaan yang lebih baik, partisipan dalam pembersihan  kemudian sebagai fasilitator dan mentor selanjutnya kepada masyarakat. Mendukung pemberdayaan agar tetap berlangsung dilakukan pengkontrolan dengan bekerja sama dengan pemerintah terkait, melakukan kontrol lingkungan setiap tiga bulan sekali serta masyrakat.

Adapun kegiatan konservasi tersebut tidak dapat terwujud jika tanpa kerjasama antar berbagai pihak dan diharpakan kegiatan 3 P menjadi awal dalam kegiatan konservasi dan dapat berkembang dengan tingkatan konservasi yang lebih baik. Akhir kata, semoga rencana konservasi ini dapat terwujudkan, terciptanya tata kota Palangka Raya sebagai Kota Cantik, dan Sungai Kahayan menjadi lebih bersih dan aman sehingga menjadi tempa wisata yang lebih menjanjikan dan aman untuk digunakan masyarakat.

Referensi :

Fathurahman. 2014. Air Sungai Kahayan Berwarna Kuning. http://kalteng.tribunnews.com/2014/11/28/air-sungai-kahayan-berwarna-kuning. Diakses tanggal 9 Juni 2016.

Susila, N. 2015. Dampak Pencemaran Air Sungai Kahayan pada Usaha Budidaya Ikan Karamba di Kelurahan Pahandut Seberang Kota Palangka Raya. Jurnal Ilmu Hewani Tropika 4 (2) : 71 – 74.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php